Home / Berita / KPU Pantau Lokasi TPS di Desa Tempur

KPU Pantau Lokasi TPS di Desa Tempur

JEPARA – Tanah Longsor di Desa Tempur, Kecamatan Keling pada awal februari 2014 mengakibatkan sekitar seribuan warga di Dukuh Pekoso dan Glagah sempat diungsikan ke desa tetangga, yakni Desa Damarwulan. Kondisi tersebut dikhawatirkan akan berdampak pada pelaksanaan pemungutan suara, terutama dalam pendirian tempat pemungutan suara (TPS) di dua dukuh yang terdampak longsor itu.

SAM_0463
Mobil KPU melintas di jalur menuju Desa Tempur yang longsor. Kini sudha diperbaiki dan bisa dilewati kendaraan roda empat

Oleh karenanya, KPU Kabupaten Jepara Rabu (12/2/2014) menyurvei kondisi Desa Tempur guna memastikan kesiapan Panitia Pemungutan Suara (PPS) dalam mendirikan TPS di daerah rawan bencana. Survei dilakukan komisioner KPU Jepara Subchan Zuhri, bersama Kasubbag Program dan Data Ibnu Sulhan, serta staf Subbag Teknis Agus Riyanto. Selain dari KPU, tiga anggota Panitia Pemungutan Kecamatan (PPK) Keling,  Harsono, Suheri dan Bahrudin turut mendampingi.

Retakan tanah di Desa Tempur sepekan lalu mengakibatkan empat dukuh terancam longsor. Yakni Dukuh Pekoso, Glagah, Kemiren, dan Petung. Namun, dari empat dukuh tersebut yang berpengaruh pada lokasi TPS ada di Dukuh Pekoso dan Glagah.

Komisioner KPU Jepara Subchan Zuhri setelah melihat langsung kondisi di desa tersebut menyatakan bahwa untuk saat ini kondisi dua dukuh di Desa Tempur yang mengalami longsor dan tanahnya retak-retak sudah kembali ditempati warga. “Warga di Dukuh Pekoso dan Glagah yang sempat mengungsi ke Desa Damarwulan saat ini semua sudah kembali ke rumah masing-masing,” jelasnya.

DesaTempur, lanjutnya ada dua dukuh yang tedampak bencana longsor sehingga warganya harus diungsikan selama sepekan. Yakni di Dukuh Pekoso dan Glagah. Di Dukuh Pekoso ada  dua TPS, yakni TPS 3 dengan 379 pemilih dan TPS 4 dengan 320 pemilih. Sedangkan di Dukuh Glagah ada satu TPS, yakni TPS 5 dengan jumlah pemilih 331 orang.

“Hampir semua warga yang tercatat di tiga TPS itu pada saat terjadi retakan tanah sempat diungsikan. Sehingga kami harus memastikan apakah sampai pada  pelaksanaan pencoblosan 9 April mendatang dua dukuh tersebut aman,” paparnya. Akibat longsor di Desa Tempur itu, dua rumah hilang. Yakni milik Legiman warga RT 4/3 dan rumah Supomo RT 2/3 di Dukuh Pekoso.

Subchan menambahkan, meski semua warga saat ini sudah kembali ke rumah masing-masing, namun KPU tetap akan memantau perkembangan kondisi di sana. Sebab hal itu akan berpengaruh pada pendirian TPS di dua dukuh itu.

Sementara anggota PPS Desa Tempur Kiswantoro mengatakan, jika kondisinya masih aman seperti saat ini, pendirian TPS di Dukuh Pekoso dan Glagah di lokasi yang direncanakan semula tidak ada masalah. Dua TPS di Dukuh Pekoso dan satu TPS di Dukuh Glagah direncanakan akan didirikan di SD dan MI setempat.

“Namun jika pada saat pemilihan nanti kondisi tidak memungkinkan akibat hujan, kami berharap TPS bisa dipindah ke dukuh terdekat,” kata Kiswantoro. Dukuh terdekat yang aman dari longsor adalah Dukuh Karangrejo yang jaraknya sekitar 0,5 km. (*)