Home / Berita / Disabilitas Diskusikan Teknis Pemungutan Suara Pemilu 2019

Disabilitas Diskusikan Teknis Pemungutan Suara Pemilu 2019

20190405_162352

Kpujepara.go.id – Masyarakat disabilitas Kabupaten Jepara mengikuti sosialisasi pemilu 2019 yang diselenggarakan KPU di aula Kantor KPU Jepara, Jumat (5/4). Selain mendiskusikan teknis pemungutan suara untuk para penyandang disabilitas, acara tersebut juga diisi diskusi tentang partisipasi politik disabilitas melalui internet.

Materi pendidikan pemilih sekaligus sosialisasi tersebut disampaikan Muhammadun, komisioner KPU Jepara Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat, dan Sumber Daya Manusia. Kegiatan tersebut diikuti disabilitas dari tiga organisasi, yaitu Bina Akses, Sahabat Difa dan Pertuni Jepara.

Dalam kesempatan itu Muhammadun memaparkan ketentuan-ketentuan dalam Peraturan KPU No 3/2019 tentang Pemunguatn Suara, khususnya yang berhubungan dengan disabilitas. Pada Pasal 43 disebutkan, disabilitas dapat dibantu pendamping saat ke bilik suara. Pendamping dapat berasal dari anggota KPPS atau orang lain atas permintaan pemilih yang bersangkutan.

Pada Pasal 44 disebutkan, pemberian bantuan terhadap pemilih disabilitas dilakukan dengan dua cara. “Pemilih yang tidak dapat berjalan, pendamping yang ditunjuk membantu pemilih menuju bilik suara, dan pencoblosan surat suara dilakukan oleh pemilih sendiri. Untuk pemilih yang tidak mempunyai dua belah tangan dan tunanetra, pendamping yang ditunjuk membantu mencoblos surat suara sesuai kehendak pemilih,” jelas Muhammadun mengutip ketentuan di PKPU tersebut. Ia menambahkan, pendamping wajib menjaga kerahasiaan suara dari yang didampingi, serta wajib mengisi formulir Model C-3 (pendampingan pemilih) yang telah disediakan KPPS.

20190405_162522

Sebelumnya, Muhammadun memaparkan pentingnya partisipasi masyarakat, khususnya disabilitas dalam pemilu. Bentuk partisipasi itu bisa melalui media internet. Ia mengutip hasil penelitian yang dilakukan Dr Nurul Hasfi dkk dari Ilmu Komunikasi FISIP Undip pada 2018 terkait partisipasi dalam  pemilihan gubernur dan wakil gubernur Jateng. Data penelitian itu dihimpun dari wawancara dengan narasumber beberapa kelompok disabilitas di Kota Semarang, Kabupaten Semarang, Kota Surakarta, kabupaten Purwokerto, dan Kabupaten Sukoharjo.

20190405_162700

Dari aktivitas elektoral di pilgub Jateng 2018, disabilitas terlibat pasif dalam partisipasi politik online. Mereka hanya menerima pesan politik, like, melihat pesan politik di media sosial. Dari sisi internet untuk memengaruhi kebijakan publik agar berpihak ke kepentingan disabilitas, mereka juga belum memanfaatkan internet sebagai saluran. Mereka merasa nyaman menyampaikan aspirasi jika ada website khusus untuk saluran aspirasi disabilitas. Selain itu, internet juga belum dimanfaatkan sebagai aktivitas organisasional dalam pilgub tersebut.  

Di pengujung acara, sebagian disabilitas mensimulasikan cara membuka dan melipat surat suara, serta memahami cara memberikan suara yang sah. Peserta dari tuna wicara, tuna daksa, dan tuna rungu, dapat mensimulasikannya dengan lancar dan benar. (kpujepara)

 img-20190405-wa0007