Home / Berita / Gelar Sarasehan Bertajuk nJagong Bareng Pilgub Becik Tur Nyenengke

Gelar Sarasehan Bertajuk nJagong Bareng Pilgub Becik Tur Nyenengke

img_0985

KEMBANG-kpujepara.go.id – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Jepara gelar sarasehan bersama sejumlah tokoh masyarakat di Kecamatan Kembang, Sabtu (19/5/2018). Sarasehan bertajuk nJagong Bareng Pilgub Jateng ‘Becik Tur Nyenengke’ itu digelar sehabis Salat Tarawih di Taman Kembang, dengan diselingi hiburan musik religi.

Hadir dalam acara itu sejumlah pejabat Muspika Kembang, pimpinan ormas, perwakilan dari sejumlah agama yang tergabung dalam Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) di Kecamatan Kembang dan masyarakat umum lainnya. Dalam sarasehan tentang Pilgub Jateng tersebut KPU Jepara juga menghadirkan Ustad Abdul Wahab, seorang dai muda yang diminta turut menjadi pemantik dalam diskusi di malam itu.

Ketua KPU Jepara Muhammad Haidar Fitri dalam sambutannya mengajak kepada masyarakat untuk turut berpartisipasi dalam Pilgub Jawa Tengah ini, khususnya hadir memberikan hak suaranya pada 27 Juni 2018 mendatang. Disampaikan pula, dalam ketentuan pemungutan suara nanti, pemilih wajib menunjukkan KTP elektronik atau Surat Keterangan dari Disdukcapil pada saat datang ke TPS.

Sementara itu, dalam puncak acara sarasehan, sejumlah harapan dan pertanyaan muncul dari sejumlah masyarakat yang hadir. Perwakilan dari PKK setempat megharapkan Pilgub Jateng 2018 ini akan dapat terpilih pemimpin yang jujur dan adil. Pemimpin yang terpilih diharapkan dapat amanah, dan tidak lupa dengan janji-janjinya.

Sedangkan dari perwakilan FKUB yang disampaikan KH Ridwan, berharap Pilgub Jateng ini akan berlangsung aman dan tidak muncul masalah-masalah. “Semoga persatuan dan kesatuan tetap utuh dan tidak dinodai dengan tindakan yang berpotensi menimbulkan disintegrasi bangsa,” katanya.

img_0937

Terkait politik uang juga disuarakan dalam acara tersebut. Sebagaimana disampaikan dari perwakilan GP Ansor, Nur Rois, mengatakan bahwa politik uang masih sering terjadi dalam setiap pemilu. Dia berharap, pelaku politik uang dapat ditindak sesuai ketentuan undang-undang.

Menanggapi berbagai masukan dan harapan masyarakat tersebut, divisi SDM dan Partisipasi Masyarakat KPU Jepara Subchan Zuhri, menyampaikan bahwa Pilgub Jateng ini bukan hanya semata menjadi tanggung jawab penyelenggara. Masyarakt juga punya andil untuk mewujudkan Pilgub yang becik tur nyenengke (baik dan menyenangkan).

“Berbagai masukan dan harapan tadi menggambarkan bahwa masyarakat ingin Pilgub Jateng ini terselenggara dengan demokratis dan bermartabat. Ini tugas kita bersama untuk mewujudkkan Pilgub yangs sesuai tag line nya yakni yang becik tur nyenengke,” katanya.

Sementara Ustad Abdul Wahab menambahkan bahwa becik dan nyenengke itu harus menjadi satu kesatuan. Sebab becik saja tidak cukup tanpa bisa menyenangkan masyarakat.

Wahab, yang juga Dosen Fakultas Dakwah UNISNU ini menyampaikan, bahwa memilih pemimpin yang adil hukumnya adalah wajib. Oleh karena itu, pemilu sebagai sarana untuk memilih pemimpin juga wajib dilaksanakan. “Pemilu juga tidak akan sempurna tanpa partisipasi masyarakat. Maka berpartisipasi dalam pemilu ya ikut wajib juga,” katanya dengan mengutip beberapa refereni dalam kitab Ahkam Al Sulthoniyah karangan al-Mawardi.

Terkait dengan politik uang, Wahab juga menegaskan bahwa praktik tersebut dalah kharam. Meski dibungkus bahasa sedekah dan sebagainya, praktik politik uang dalam pemilu adalah dengan tujuan yang tidak dapat dibenarkan. “Niat yang baik tidak bisa dimaksudkan untuk perbuatan yang terlarang,” katanya menjawab pertanyaan politik uang dengan dalih sedekah. (hupmas KPU Jepara)

img_0904

img_0982