http://www.kpujepara.go.id/wp-content/uploads/2019/02/KPUJEPARA-KECIL.jpg
Home / Berita / Gubernur: KPPS dan Petugas Ketertiban TPS adalah Pejuang Demokrasi

Gubernur: KPPS dan Petugas Ketertiban TPS adalah Pejuang Demokrasi

20190426_214218

Solihun, adik ipar dari almmarhum Muslikhun, saat menerima santunan yang diserahkan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo dan Ketua Baznas Jateng KH Ahmad Darodji di Kantor Gubernur Jateng, Jumat (26/4).

Kpujepara.go.id – Muslikhun, petugas ketertiban TPS di Desa Karangaji RT 7 RW 2 Kecamatan Kedung Kabupaten Jepara telah meninggal dunia pada Rabu (24/4). Sehari setelah bertugas menjaga ketertiban TPS pada pemilu 17 April 2019, Muslikhun terganggu kesehatannya. Ia diperiksakan ke dokter terdekat, dan akhirnya menjalani perawatan di RSI Sultan Hadlirin Jepara. Pada Rabu (24/4), atau persis sepekan dari pemilu, Muslikhun tutup usia.

“Mas Muslikhun adalah linmas yang sering bertugas di balai desa. Keluarga merasa sangat kehilangan, namun sudah mengikhlaskannya dan semoga husnul khatimah,” tutur Solihun, adik ipar Muslikun saat didampingi komisioner KPU Jepara Muhammadun menerima santunan berupa uang tunai yang diserahkan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo di Gedung Gradhika Kantor Gubernur Jawa Tengah Jl Pahlawan No 09 Semarang, Jumat (26/4).

Saat dipanggil dan menerima santunan yang diserahkan gubernur, Solihun menangis. “Saya teringat saat melihat sendiri saat Mas Muslikhun bertugas menjaga TPS sejak sehari sebelum pemilu, sampai selesai penghitungan suara. Mas saya ini nelayan yang biasa melekan. Tapi mungkin keletihan, lalu kesehatannya menurun,” tutur Solihun. Di gedung Gradhika Kantor Gubernur Jawa Tengah itu, selain keluarga Muslikhun santunan juga diberikan kepada perwakilan keluarga dari 34 anggota KPPS dan linmas yang juga meninggal usai bertugas di TPS, serta 13 anggota KPPS yang mengalami keguguran kandungan.

“Hati kita tersentuh. Mereka (para anggota KPPS dan linmas-Red) itu adalah pejuang demokrasi. Kami sampaikan duka yang mendalam dan berdoa semoga yang gugur dalam tugas pemilu husnul khatimah,” kata Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat memberikan sambutan. Ia berharap keluarga dari KPPS dan petugas ketertiban TPS yang gugur itu tetap bersemangat.

Usai mengantar Solihun di Kantor Gubernur, Muhammadun mengunjungi keluarga Muslikhun di Desa Karangaji Kecamatan Kedung. Nur Izzati, istri dari Muslikhun dengan mata berkaca-kaca, bersama putri bungsunya, Safarotun Nikmah menerima santunan tersebut. Nur Izzati memiliki tiga anak. Anak yang pertama sudah menikah, anak kedua baru saja lulus di Madrasah Aliyah, dan putri bungsunya, Safarotun Nikmah masih duduk di kelas 7 Madrasah Tsanawiah (MTs) dan mondok di pesantren di Desa Kecapi Kecamatan Tahunan, Jepara. “Bapak pernah mengatakan, anak saya yang terakhir ini agar di pesantren dan bisa hafal Alquran. Saya masih mengingat kata Bapak dan sekarang saya niati sebagai amanat,” kata Nur Izzati kepada Muhammadun. Safarotun Nikmah juga menganggukkan kepala tanda mengiyakan dan siap untuk melanjutkan belajarnya di pesantren dan sekolah di MTs. “Uang ini akan kami gunakan untuk biaya mondok anak saya,” lanjut Nur Izzati. Ia mengaku bisa mengikhlaskan kepergian suaminya, apalagi setelah menjalankan tugas dalam pemilu. “Mungkin sudah takdir. Bapak memang sering membantu tugas-tugas di desa yang diberika pak petinggi (kepala desa), “ tuturnya. Selamat jalan, Pak Mus likhun….(kpujepara)

20190426_214340

Komisioner KPU Jepara Muhammadun saat bertemu istri, anak, dan keluarga almarhum Muslikhun di rumah duka, Desa Karangaji Kecamatan Kedung, Jepara, Jumat (26/4).