http://www.kpujepara.go.id/wp-content/uploads/2019/02/KPUJEPARA-KECIL.jpg
Home / Berita / Kalangan Ibu-ibu Tanyakan Ketentuan Pemilih Bisa Didampingi di TPS

Kalangan Ibu-ibu Tanyakan Ketentuan Pemilih Bisa Didampingi di TPS

20190312_181420

Kpujepara.go.id – Sekitar 300 kalangan ibu-ibu, banyak yang menanyakan ketentuan yang mengatur tentang pemilih dalam kondisi tertentu yang bisa didampingi orang lain saat memberikan hak suaranya di tempat pemungutan suara (TPS) pada saat pemilu 17 April mendatang. Hal itu mengemuka saat sosialisasi pemilu 2019 di kalangan pemilih perempuan yang berlangsung di Gedung Muslimat Ranting Desa Mantingan Kecamatan Tahunan, Jepara, Selasa (12/3).

Hadir sebagai narasumber Komisioner KPU Jepara dari Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih Partisipasi Masyarakat dan Sumber Daya Manusia Muhammadun. Hadir pula Ketua Muslimat NU Cabang Jepara Noor Ainy. Dalam acara yang berlangsung dialogis tersebut, beberapa yang  hadir mananyakan ketentuan pemilih bisa didampingi di TPS, juga bagaimana dengan tunanetra.

Muhammadun menjelaskan, merujuk pada Pasal 43 Peraturan KPU No 3/2019 tentang Pemungutan dan Penghitungan Suara dalam Pemilihan Umum, penyandang disabilitas seperti tunanetra, tunadaksa, atau penyandang disabilitas lainnya yang memiliki halangan fisik lain, dapat dibantu pendamping saat di TPS. “Pendamping dapat berasal dari KPPS (Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara-Red) atau orang lain atas permintaan pemilih,” jelas Muhammadun.

Lebih lanjut ia menjelaskan, mengacu pada Pasal 44 peraturan yang sama, pemberian bantuan atau pendampingan tergantung pada kondisi pemilih. Untuk pemilih yang tidak bisa berjalan, pendamping yang ditunjuk bisa membantu pemilih menuju bilik suara, dan pencoblosan surat suara dilakukan oleh pemilih sendiri.

Sedangkan untuk pemilih yang tidak memiliki dua tangan sekaligus tunanetra misalnya, pendamping yang ditunjuk dapat membantu mencoblos surat suara sesuai kehendak pemilih. “Ketentuannya, pendamping yang ditunjuk wajib merahasiakan pilihan pemilih yang didampingi, serta menandatangani surat pernyataan dengan menggunakan formulir C-3 yang disediakan KPPS,” jelas Muhammadun.  (muh/kpujepara)