Home / Berita / KPU Jepara Sosialisasikan Pilgub kepada Pemilih Tunanetra

KPU Jepara Sosialisasikan Pilgub kepada Pemilih Tunanetra

dsg

JEPARA – Komisi Pemiluhan Umum (KPU) Kabupaten Jepara undang sejumlah warga tunanetra yang tergabung dalam Persatuan Tunanetra Indonesia (Pertuni) untuk mendapatkan sosialisasi Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur (Pilgub) Jawa Tengah tahun 2018. Ada sekitar 60 pemilih tunanetra dari berbagai kecamatan hadir ke kantor KPU Jepara di Jalan Yos Sudarso Nomor 22, Minggu (25/2/2018).
Komisioner KPU Jepara Divisi SDM dan Partisipasi Masyarakat yang menjadi narasumber dalam sosialisasi terhadap pemilih tunanetra mengatakan, sosialisasi Pilgub Jateng 2018 terhadap segmen pemilih disabilitas ini sangat diprioritaskan. “KPU Jepara akan senang hati melayani para pemilih khususnya pemilih segmen disabilitas untuk mendapatkan informasi dan pendidikan pemilih,” katanya.
Di depan para pemilih tunanetra Subchan menjelaskan, bahwa pada saat pemungutan suara tanggal 27 Juni mendatang, pemilih tunanetra akan disediakan alat bantu berupa tamplate. Alat bantu itu akan disiapkan di setiap Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang dapat membantu pemilih tunanetra mengggunakan hak suanya.
“KPU sudah siapkan alat bantu tamplate bagi pemilih tunanetra di setiap TPS. Maka gunakan hak pilih bapak ibu (tunanetra) di TPS pada tanggal 27 Juni mendatang,” terangnya. Subchan juga menambahkan, bahwa pada saat menggunakan hak pilih, bagi pemilih disabilitas juga diperbolehkan untuk didampingi seorang pendamping guna membantu proses penggunaan hak pilih di TPS.
Sosialisasi Pilgub Jateng 2018 yang digelar KPU Jepara terhadap pemilih tunanetra itu juga menghadirkan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jepara Dr. KH Mashudi. Di depan peserta sosialisasi, Mashudi menyampaikan pentingnya memilih soerang pemimpin.
Tidak terkecuali para pemilih yang kategori tunanetra, pemilih pemimpin adalah sebuah kewajiban. Mashudi juga berpesan agar para pemilih menggunakan hak pilih dengan baik agar dapat menghasilkan pemimpin yang amanah.
Dalam kesempatan itu, para peserta juga menyampaikan banyak pertanyaan kepada para narasumber. Salah satu pertanyaan yang banyak disampaikan adalah terkait larangan politik uang.
Sebagaimana disampaikan Ali Mahmudi dari Desa Bategede Kecamatan nalumsari yang menanyakan bagimana sikapnya jika dalam Pilgub nanti ada tim sukses pasangan calon yang memberikan uang atau materi lain.
dddd

Pertanyaan serupa juga disampaikan ketua Pertuni Marzuki, juga Haryanto, Muhlisin, Arifin, dan lainnya. “Bagaimana kalau ada orang memberi uang agar kita memilih calon tertentu. Sementara kita tidak memintanya. Apakah termasuk kategori politik uang,?” Tanya Ali Mahmudi.
Pertanyaan itu juga dijawab tegas oleh Mashudi, bahwa pemberian apapun yang bertujuan memengaruhi pilihan seseorang adalah kategori politik uang. Dan dari sudah pandang agama maupun undang-undang pemilu, yang member maupun yang menerima sama dosanya.
Di akhir acara, Ketua Pertuni Marzuki menyampaikan senang dapat difasilitasi kegiatan sosialisasi dan pendidikan pemilih dari KPU Jepara. Pihaknya tentu akan berpartisipasi menggunakan hak pilih pada tanggal 27 Juni mendatang. (hupmas KPU Jepara)

xbxf