Home / Berita / Kusrin Akui Butuh Lebih Teliti dalam Mencoblos di Pemilu 2019

Kusrin Akui Butuh Lebih Teliti dalam Mencoblos di Pemilu 2019

 

 

20181230_100621Kpujepara.go.id – Kusrin (60), warga Desa Kedungcino Kecamatan Jepara, terlihat menyimak dengan seksama saat satu-persatu tim dari KPU Kabupaten Jepara menyampaikan tema-tema kepemiluan dalam sosialisasi pemilu 2019 yang diselenggarakan di pelataran Pasar Jepara 2, pasar tradisional paling ramai di kawasan kota pada Minggu (30/12) pagi.

Sesekali Kusrin bertanya kepada beberapa orang yang ada di sekitarnya, termasuk bertanya ke tim dari sekretariat KPU Jepara yang pagi itu mengenakan seragam kostum biru hitam berlogo KPU. Ia kembali rilaks karena sosialisasi itu diselingi musik tradisional yang dipimpin Rhobi Shani dari Dewan Kesenian Daerah Kabupaten Jepara.

20181230_114305

Muhammadun, anggota KPU Jepara dari Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat dan Sumber Daya Manusia memulai sosialisasi dengan menyampaikan hal-hal terkait hak pilih. Sejak sepekan lalu, kata dia, daftar pemilih tetap (DPT) hasil perbaikan terbaru sudah diumumkan di tiap balai desa dan kantor kelurahan se-Jepara. Masyarakat bisa mengecek namanya. Selain itu DPT juga sudah disampaikan ke parpol peserta pemilu serta tim kampanye pasangan calon presiden dan wakil presiden, serta tim kampanye calon Dewan Perwakilan Daerah (DPD).

Bagi masyarakat yang sudah memenuhi syarat sebagai pemilih, yaitu warga negara Indonesia yang sudah berusia 17 tahun, atau sudah menikah/pernah menikah, namun belum tercatat di DPT, bisa segera mengurus KTP elektronik melalui perekaman yang dalam hari-hari ini dilakukan oleh Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil.

20181230_100017

Ketua KPU Subchan Zuhri mensosialisasikan contoh lima surat suara, yaitu surat suara untuk capres-cawapres, DPD, DPR RI, DPRD provinsi, dan DPRD kabupaten. Kusrin adalah salah satu warga, di antara banyak warga yang pagi itu beraktivitas di pasar, meluangkan waktu untuk menyimak dengan seksama. “Kalau untuk calon presiden, saya sudah punya pilihan. Sepertinya juga tidak sulit untuk mencoblos,” kata Kusrin dengan tetap merahasiakan pilihannya nanti.

20181230_100509

Namun secara khusus, Kusrin mengakui untuk memilih calon anggota legislatif, butuh ketelitian yang lebih. Setelah melihat dan banyak bertanya dalam sosialisasi di pasar itu, ia mengungkapkan potensi-potensi kerumitannya. Pertama, sampai sekarang ia belum memiliki kemantapan pilihan untuk memilih caleg, baik  untuk tingkat kabupaten, provinsi maupun pusat. “Tapi ini masih ada waktu untuk saya bertanya-tanya, siapa caleg pilihan saya. Karena jumlah caleg banyak jadi butuh pertimbangan lebih. Piye-piye, iki kan milih pemimpin, dadi kudu teliti,” akunya.

Kedua, setelah memiliki kemantapan pilihan, ia membayangkan bagaimana suaranya bisa tepat dan sah saat mencoblos di TPS. “Itu surat suaranya cukup lebar dan jumlahnya ada lima surat suara. Jadi harus  hati-hati dan lebih teliti,” kata dia. Ketiga, jika tidak memahami betul teknis pencoblosan dan masih ragu dalam menemukan pilihan yang dicoblos, bisa mengganggu konsentrasi. Saya kira ini antisipasinya harus lebih tenang saat di bilik suara,” kata Kusrin. Ia mengakui baru kali ini melihat contoh surat suara untuk pemilu 2019. Ia mengaku informasi yang disampaikan KPU di pasar tersebut sangat penting dan bisa terus diperluas.

img-20181230-wa0013Sosialisasi itu mendapatkan banyak perhatian para pedagang dan pembeli di Pasar Jepara 2 karena menampilkan seni tradisional dan tembang-tembang campursari. Selain dimeriahkan grup thongtek Desa Langon, juga atraksi pantomim dengan tema kepemiluan. Tim dari pantomim dan tim dari sekretariat KPU Jepara juga menyambangi para pedagang dan pembeli di los-los pasar dengan membagikan suvenir serta selebaran berisi informasi pemilu. Dua komisioner KPU Jepara lainnya, Ris Andy Kusuma dan Siti Nur Wakhidatun turut menyapa dan memberi sosialisasi ringan ke pedagang dan pembeli di los pasar.

20181230_100838