http://www.kpujepara.go.id/wp-content/uploads/2019/02/KPUJEPARA-KECIL.jpg
Home / Berita / Mbah Pur, Pesepeda Lintas Provinsi yang Tak Pernah Absen Pemilu  

Mbah Pur, Pesepeda Lintas Provinsi yang Tak Pernah Absen Pemilu  

  • 20190127_133700
    Mbah Pur (kedua dari kanan, bersama rekannya Hadi Sutomo (paling kiri), dan dua komisioner KPU Jepara Subchan Zuhrie dan Muhammadun

    Kpujepara.go.id – Ditemani sepiring ketela rebus dan segelas kopi hangat di salah satu sudut ruangan di kompleks Kantor Kecamatan Batealit Kabupaten Jepara, Iwan Purwadi (Mbah Pur), bertutur  tentang jejak rekamnya di dunia persepedaan. Sambil sesekali menghela napas, ia yang Minggu (27/1) pagi ikut bersama lebih dari 300 pesepeda onthel tua, “ngonthel” bersama KPU Kabupaten Jepara dan Komunitas Sepeda Tua Indonesia (Kosti) Cabang Jepara.

    Acara itu selain diikuti peserta dari Jepara, juga dari  Kudus, Demak, dan Semarang. Mbah Pur adalah satu dari 14 pesepeda dari Semarang yang turut hadir di acara. “Saya berangkat tadi malam setelah magrib, dan sampai Jepara subuh tadi,” tutur Mbah Pur diampingi rekannya, Hadi Sutomo.

    Mbah Pur berencana akan menghadiri acara serupa yang digelar di Sidoarjo, Jatim, pada 9 Februari mendatang. Saat bersepeda ke Jepara dari rumahnya di Pucanggading, Semarang, ia bocor ban sekali. Ia membawa seluruh peralatan sehingga bisa menambal  ban sewaktu-waktu. “Jika perjalanan jauh, alat-alat perbaikan lengkap saya bawa,” ujar dia yang bekerja sebagai bengkel sepeda onthel.

    Pengalaman Mbah Pur bersepeda dengan sepeda tuanya sudah lintas provinsi. Ia mengaku sudah dua kali bersepeda rute Semarang-Bali dua kali, Semarang-Jakarta (tiga kali), dan Semarang-Bandung (dua kali). “Dari Semarang sampai ke Bali saya butuh waktu dua minggu. Kalau dari Semarang ke Jakarta butuh waktu enam hari. Saya istirahat seperlunya,” lanjut Mbah Pur yang berusia 63 tahun.

    20190127_133343

    KPU Jepara bersama Kosti Jepara kemarin menggelar acara bersama ngonthel  bareng sekaligus sosialisasi untuk pemilu. Mbah Pur menyatakan, sosialisasi itu penting untuk menyebarkan informasi kepemiluan. “Saya itu, sejak punya hak pilih, selalu mencoblos di TPS. Tidak pernah absen,” kata dia.

    Acara itu dihadiri Ketua KPU Jepara Subchan Zuhrie, Komisioner KPU Divisi  Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat dan Sumber Daya Manusia Muhammadun, Dandim Jepara Letkol Czi Fachrudi Hidayat, dari kepolisian, Pemerintah Kecamatan, Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK), dan Panwas Pemilu Kecamatan Batealit. Hadir pula Ketua Kosti Jepara Diah Windi P.

    20190127_133606

    Dalam kesempatan itu Muhammadun menyampaikan informasi kepemiluan, di antaranya hak pilih, syarat-syarat administratif yang bisa diurus segera terkait kondisi-kondisi tertentu, misalnya pindah tempat mencoblos dan saat sedang sakit. Letkol Czi Fachrudi Hidayat mengajak masyarakat untuk menjaga persahabatan di tengah pemilu, serta berdewasa dalam bermedia sosial. “Penting bagi kita untuk menguji banyak informasi  tentang pemilu agar tidak terbawa pada arus berita yang tak benar,” kata dia.

    20190127_133424

    Sementara itu Diah Windi P menegaskan, Kosti siap menyukseskan pemilu 2019. “Kami ajak seluruh anggota Kosti untuk menyukseskan pemilu. Kosti bukan komunitas partisan, tetapi anggotanya siap memberikan hak pilih sesuai keyakinan masinng-masing,” tandas dia.

    Junaidi, warga Desa Telukwetan Kecamatan Welahan, Jepara yang ikut dalam acara itu diberi kesempatan untuk mengampanyekan pemilu. “Kami imbau teman-teman untuk memberikan hak pilih saat 17 April nanti. Jangan karena pemilu kekeluargaan menjadi rusak. Hindari kampanye negatif,” kata dia disambut tepuk tangah ratusan orang yang hadir. (Muh/kpujepara)

20190127_133510