http://www.kpujepara.go.id/wp-content/uploads/2019/02/KPUJEPARA-KECIL.jpg
Home / Berita / Menjadi Bangsa Dewasa dengan Menghargai Perbedaan

Menjadi Bangsa Dewasa dengan Menghargai Perbedaan

img-20190412-wa0005

Kpujepara.go.id – Ribuan orang memenuhi lapangan alun-alun II Jepara, Kamis (11/4) malam hingga Jumat (12/4) dinihari. Mereka melantunkan salawat dalam konser musik religi. Acara itu diisi oleh KH Muhammad Ali Shodiqin, pengasuh Pondok Pesantren Raudlatul Ni’mah, Semarang.

Acara tersebut merupakan bagian dari sosialisasi pemilu 2019 yang diselenggarakan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jepara. Hadir di antaranya Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Ketua KPU Jepara Subchan Zuhri, tiga komisioner KPU lainnya, yaitu Ris Andy Kusuma, Siti Nur Wakhidatun dan Muhammadun, serta Ketua Bawaslu Jepara Sujiantoko.

Subchan Zuhri, kepada hadirin menyampaikan pentingnya pemilu untuk memilih pemimpin di posisi-posisi kunci. Ada lima jenis surat suara yang akan dipilih oleh pemilih pada pemilu 17 April nanti, yaitu surat suara untuk pemilihan calon presiden dan wakil presiden, calon DPD RI, calon DPR RI, calon DPRD provinsi, dan calon DPRD kabupaten/kota. “Suara kita dalam pemilu nanti sangat menentukan masa depan bangsa,” kata Subchan Zuhri.

Sementara itu Kiai Muhammad Ali Shodiqin membuka dengan lantunan salawat yang langsung diikuti secera serentak oleh ribuan orang yang hadir. Selain itu juga menyanyikan lagu Indonesia Raya, serta lagu Padamu Negeri, dan Syukur. Ia membangkitkan semangat nasionalisme dengan beberapa kali memandu pekikan takbir dan ”merdeka”. Disertai dengan tarian ala sufi, dan berbagai lagu serta salawat, hadirin terus mengikuti dan menyimak panduannya.

Kiai Muhammad Ali Shodiqin dalam kesempatan itu mengingatkan agar masyarakat menjaga kerukunan dan persatuan saat menyambut dan sesudah pemilu. Hajat pemilu diminta disikapi secara dewasa, sehingga bisa makin merekatkan hubungan sesama komponen masyarakat. “Mari menjadi bangsa yang dewasa, yaitu bangsa yang bisa menghargai perbedaan. Termasuk perbedaan pilihan politik. Perbedaan ini sunnatullah. Perbedaan itu pasti akan terus ada dan sah-sah saja. Yang tidak boleh adalah membeda-bedakan secara tidak sehat,” kata dia. Acara itu dimulai pukul 20.30, dan berakhir pukul 01.00 dinihari. Tak hanya masyarakat Jepara, yag hadir juga dari Demak, Kudus, Pati, serta beberapa daerah di Jateng.

Komisioner KPU Jepara dari Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat, dan Sumber Daya Manusia Muhammadun mengatakan, konser musik religi itu menjadi agenda terakhir sosialisasi dengan mengundang masyarakat luas sebelum memasuki masa tenang pada Minggu (14/4). Sepekan sebelumnya, KPU menyelenggarakan KPU Run sebagai bentuk sosialisasi dalam bentuk lari dan jalan bersama yang diikuti sekitar 1.500 orang di alun-alun II Jepara . (kpujepara)

img-20190412-wa0003 img-20190412-wa0006