http://www.kpujepara.go.id/wp-content/uploads/2019/02/KPUJEPARA-KECIL.jpg
Home / Berita / Mesin Politik Makin Hidup, Kepala Tetap Dingin

Mesin Politik Makin Hidup, Kepala Tetap Dingin

  • 20190201_133714
    Kpujepara.go.id- Pemilu 2019 akan berlangsung kurang dari dua setengah bulan. Peserta pemilu sudah berebut simpati masyarakat dengan beragam cara untuk mengenalkan diri dan program. Di tengah makin hidupnya mesin politik, masyarakat diimbau tetap menjaga kesejukan dalam hubungan sosial. Jika terjadi gesekan, diharapkan ada bagian dari masyarakat yang menjadi pendingin agar tak memanas.

    Hal itu dikatakan Kapolres Jepara AKBP Arif Budiman saat memberikan sambutan dalam penandatangan nota kesepahaman dengan KPU Jepara terkait pengamana pemilu 2019 di Mapolres Jepara, Kamis (31/2). Hadir di antaranya Komandan Kodim Jepara Letkol Czi Fachrudi Hidayat, Kepala Kejaksanaan Negeri Jepara Dwianto Prihartono, serta perwakilan dari Pemkab Jepara. Hadir pula Wakil Ketua DPRD Jepara Purwanto. Dari KPU, hadir Ketua KPU Jepara Subchan Zuhri dan dua komisioner, yaitu Ris Andy Kusuma dan Muhammadun. Hadir pula Sekretaris KPU Jepara Da’faf Ali.

    “Sekarang mesin politik dari peserta pemilu makin hidup untuk berebut simpati masyarakat. Harapannya kita bisa menjadi bagian yang bisa merekatkan dan mempersatukan. Ini bagian dari demokrasi yang harus berjalan. Kita bisa menjadi pendingin jika situasi panas,” kata Arif Budiman.

    Ia mengatakan Polres siap melakukan pengamanan seluruh tahapan pemilu. Kendati begitu kepolisian tak bisa sendirian. “Kami didukung TNI, pemkab dalam hal ini kesbangpol linmas, juga satpol PP. Sinergitas pengaman pemilu ini penting agar potensi masalah atau masalah yang muncul bisa cepat teratasi,” lanjut dia. Makin mendekati pemilu yang akan digelar 17 April nanti, ia berharap koordinasi bisa berjalan lebih intensif.

    20190201_133803

    Sementara itu Subchan Zuhri mengatakan pemilu menjadi tanggung jawab bersama. KPU, sesuai dengan kewenangan, tugas dan kewajibannya akan fokus menjalankan seluruh tahapan pemilu sebaik mungkin. Penandatangan kesepahaman ini menjadi bagian dari upaya bersama dalam memetakan persoalan keamanan,  agar bisa dicegah jika muncul potensi.

    Sebagai penyelenggara pemilu, KPU berkomitmen menjaga integritas dan profesionalisme. Mulai 28 Februari nanti, lanjut dia, KPU akan membuka pendaftaran Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS). “Kami butuh 22.995 anggota KPPS di seluruh TPS di Jepara pada pemilu 2019. Kami berharap partisipasi masyarakat yang merasa mampu dan bisa, serta sesuai kualifikasi bisa mengikuti seleksi menjadi penyelenggara di KPPS. Profesionalisme dan integritas penyelenggara, sampai di tingkat KPPS juga menjadi kunci kesuksesan pemilu ,” kata Subchan. (Muh/kpujepara)

    20190201_133846