Home / Berita / PELAKSANAAN PILGUB JATENG 2013 DI JEPARA DIEVALUASI

PELAKSANAAN PILGUB JATENG 2013 DI JEPARA DIEVALUASI

PAPARKAN EVALUASI : Salah satu Anggota KPU
Jepara Dewi Fatimah saat memaparkan evaluasi  pelaksanaan Pemilihan Gubernur dan Wakil
Gubernur (Pilgub) Jawa Tengah (Jateng) 2013 di kantor KPUK Jepara, kemarin.
 

JEPARA- Hasil persentase yang telah dilakukan KPU Jepara terhadap pelaksaaan Pilgub Jateng di Jepara sebesar 44, 78 persen dari daftar pemilih sebanyak 837.359 jiwa menjadi bahan diskusi paling menarik saat evaluasi pelaksanaan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur (Pilgub) Jawa Tengah (Jateng) 2013 di kantor KPUK Jepara, kemarin.

Persentase ini hampir sama dengan Pilgub di lima tahun sebelumnya yaitu 2008.
Anggota KPU Jepara M Haidar Fitri mengaku dalam evaluasi ini yang menjadi sorotan lebih pada persentase partisipasi publik. Sedangkan untuk aspek yang lain menurutnya cukup baik.
 “Dalam evaluasi ini sifatnya menyeluruh mulai dari badan penyelenggara sampai pelaksanaan pencoblosan,” paparnya.
Dalam acara yang dihadiri perwakilan dari partai politik, instansi pemerintah, camat, dan tokoh masyarakat banyak menanyakan soal partisipasi.
 Sorotan terhadap partisipasi, menurutnya,banyak diurai mengenai penyebab dari rendahnya partisipasi publik pada saat pelaksanaan Pilgub.
“Secara garis besar ada dua hal yang menjadi penyebab yaitu, kepercayaan publik terhadap pilihan calon dan faktor kesadaran politik masyarakat,” ungkapnya.
Kepercayaan terhadap pasangan calon harus benar-benar direspon oleh partai politik. Salah satunya adalah dalam menentukan calon kepala daerah harus memperhatikan banyak hal, mulai dari kredibilitas, kapabilitas, dan popularitas (memang mempunyai kedekatan dengan pemilihnya, jauh-jauh hari sebelum proses pemilihan).
 Mengenai kesadaran, perlu ada pendidikan politik kepada masyarakat secara terus menerus yang harus dilakukan oleh Parpol dan stakeholders lainnya, serta pendidikan pemilih oleh penyelenggara pemilu. Pendidikan Politik dan Pemilih ini harus dilakukan secara terus menerus dengan harapan politik uang tidak terus terjadi.
 Anggota KPU Jepara Dewi Fatimah menambahkan rendahnya partisipasi Pilgub 2013 ada kemungkinan ada faktor kejenuhan. Karena dalam setiap kurun waktu lima tahun harus melakukan proses pemilihan empat kali. “Diantaranya mungkin sudah tidak dianggap menarik lagi,” paparnya. (HF)