Home / Berita / Pemilih Pemula Diharapkan Lebih Cerdas

Pemilih Pemula Diharapkan Lebih Cerdas

Komisioner KPU Jepara Subchan Zuhri (kanan) saat memberika materi dalam sosialisasi di kalangan pemilih pemula yang diselenggarakan Perludem

KALINYAMATAN – Meski baru kali pertama menggunakan hak pilihnya, namun pemilih pemula yang rata-rata masih berstatus pelajar dan mahasiswa akan mampu mewarnai hasil pemilu legislatif 2014. Pemilih pemula justru diharapkan akan mampu memperbaiki kualitas demokrasi di Indonesia.

Komisioner KPU Kabupaten Jepara Subchan Zuhri menjelaskan, status pelajar maupun mahasiswa bagi mayoritas pemilih pemula menjadi alasan bahwa kualitas pemilih muda ini bisa diharapkan. “Kalau tidak yang muda yang merubah, lantas siapa lagi. Bangsa Indonesia ini sedang sakit. Banyak pejabat terseret kasus korupsi. Kalau pemilih muda tidak cerdas dalam menggunakan hak pilihnya, maka hasilnya tidak akan lebih baik dari pemilu sebelumnya,” katanya saat mengisi seminar Sosialisasi Pemilu terhadap pemilih pemula yang diselenggarakan Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) Jepara di kedai Kopi Pasar Kerajinan Maryoyoso, Kalinyamatan, Kamis (20/2/2014).

Ditambahkan, pemilih pemula harus turut berpartisipasi dalam rangka memperbaiki kualitas demokrasi di Indonesia. “Jangan justru para pemeilih pemula ini larut dalam uforia money politic yang sudah merusak nalar politik masyarakat,” tandasnya.

Dalam sosialisasi itu, Perludem juga mengundang pebicara dari Panwaslu Jepara, M Zarqoni. Ia menjelaskan bahwa dalam meningkatkan kualitas pemilu di Indonesia, maka dibentuklah lembaga pengawasan. Yakni Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), dan di tingkat kabupaten ada Panwaslu Pemilu harus diawasi, lanjut Zarqoni karena pemilu adalah urusan publik, baik persiapan, proses, maupun hasil-hasilnya berimplikasi amat kuat terhadap perikehidupan dan kemaslahatan rakyat banyak.

“Jangan biarkan penyelenggara sendirian dalam menggelar pemilu. Jangan pula peserta pemilu mengikuti pemilu sendirian. Terlalu berrisiko bila penyelenggara tanpa control. Terlalu berrisiko pula bila peserta pemilu dibiarkan tanpa control,” paparnya.

Zarqoni mengajak peran serta masyarakat untuk turut mengawasi jalannya pemilu. Masyarakat bisa melaporkan pelanggaran pemilu kepada panwas, dengan syarat harus dilengkapi identitas, alat bukti dan  saksi yang cukup agar aduan masyarakt dapat ditinjaklanjuti.

Fasilitator Perludem Kabupaten Jepara Agus Prasetyo menyampaikan, pemilu 2014 merupakan satu momentum yang menentukan nasib Indonesia. Perludem menggandeng pemilih pemula untuk berpartisiasi dalam pemilu. “Data badan pusat statistic menyebutkan, tidak kurang dari 15 persen pemilih pada pemilu 2014 adalah pemilih pemula. Betapa krusial dan signifikan suara pemilih muda pada pemilu 2014,” katanya.[easingsliderlite]