Home / Berita / Pemilih Wajib Bawa KTP el atau Suket Saat di TPS

Pemilih Wajib Bawa KTP el atau Suket Saat di TPS

img_6859

Jepara, kpujepara.go.id – Meski Sudah tercatat dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT), Pemilih harus memiliki Kartu Tanda Penduduk Elektronik (KTP el) atau Surat Keterangan (Suket) dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil. Sebab, pada saat menggunakan hak pilih di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 27 Juni nanti, pemilih berkewajiban menunjukkan KTP el atau Suket kepada petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS).

Hal tersebut disampaikan Komisioner KPU Kabupaten Jepara Subchan Zuhri saat memberikan materi sosialisasi dan pendidikan pemilih di depan pengurus dan anggota Fatayat NU Kabupaten Jepara, Minggu (4/3/2018) di Aula SMK Bhakti Praja Jepara. “Saat ini ada ketentuan baru, bahwa pada saat menggunakan hak pilih di TPS, pemilih wajib menunjukkan KTP el atau Surat Keterangan Disdukcapil,” katanya dalam menyampaikan materi Sosialisasi dan Pendidikan Pemilih dalam rangkaian acara “Work Shop Dakwah Berbasis Keluarga” itu.

Subchan menambahkan, ketentuan pemilih wajib menunjukkan KTP el atau Suket itu diatur dalam Pasal 7 ayat (2) Peraturan KPU Nomor 8 Tahun 2018 tentang Pemungutan dan Penghitungan Suara Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati dan/atau Walikota dan Wakil Walikota. “oleh karena itu, bagi masyarakat yang saat ini masih belum punya KTP el atau Suket Disdukcapil, segeralah mengurusnya (membuat KTP el),” tambahnya.

Selain menyampaikan ketentuan wajib menunjukkan KTP el atau Suket Disdukcapil, Subchan mengajak kepada pengurus dan anggota Fatayat NU Jepara untuk berpartisipasi dalam Pilgub Jateng 2018 ini. Menurutnya, berpartisipasi dalam Pilgub ini dapat diwujudkan dengan berbagai cara.

“Partisipasi masyarakat itu bisa dengan menjadi penyelenggara pemilu, bisa dengan melakukan sosialisasi dan pendidikan pemilih seperti sekarang ini yang dilakukan PC Fatayat,” terangnya. Ditambahkan lagi bentuk partisipasi masyarakat lainnya adalah menjadi pemantau pemilu, atau melakukan hitung cepat, survey dan yang keempat partisipasi masyarakat adalah menggunakan hak pilihnya pada hari pemungutan suara.

Subchan juga mengajak kepada para anggota dan pengurus Fatayat NU untuk memerangi politik uang. “Mulailah dari diri sendiri, dan keluarga kita masing-masing. Kalau seluruh anggota dan pengurus Fatayat komitmen memerangi politik uang, saya yakin Pilgub 2018 akan lebih baik,” tandasnya.

Sosialisasi dan Pendidikan Pemilih di depan para anggota dan pengurus Fatayat NU Jepara itu juga menghadirkan Komandan Kodim 0719/Jepara Letkol Inf Fachrudin Hidayat. Dandim juga mengajak masyarakat melalui Fatayat NU Jepara untuk menjaga dan meningkatkan persatuan dan kesatuan dalam momen Pilgub Jateng 2018 ini.

Menutup forum sosialisasi dan pendidikan pemilih, Ketua PC NU Jepara KH Hayatun Nufus Abdullah Hadzik menyampaikan kepada anggota dan pengurus Fatayat untuk bisa menjadi pemilih yang cerdas. Beliau menyinggung soal pertanyaan sejumlah anggota Fatayat yang menanyakan terkait politik uang. “Jangan terlalu fokus pada hal hal haram dan makruh. Politik uang itu hukumnya sudah jelas haram, mengapa dibahas. Coba perhatikan hal hal wajib juga. Kita bicara mengenai politik uang haram, tapi kita sendiri lupa menjadi pemilih yang baik itu seperti apa,” katanya.

Gus Yatun (panggilan akrab KH Hayatun) menegaskan, NU haram berpolitik praktis. Beliau berpesan agar semua warga NU menggunakan hak pilihnya pada Pilgub 27 Juni mendatang. “Selamatkan suaramu, wakafkan suaramu demi kebesaran Nahdlatul Ulama dan bangsa” pungkasnya. (F2@/Hupmas KPU Jepara)

Anggota dan Pengurus PC Fatayat NU Jepara diminta menunjukkan KTP el saat Sosialisasi dan Pendidikan PemilihPilgub Jateng 2018, Minggu (4/3/2018).
Anggota dan Pengurus PC Fatayat NU Jepara diminta menunjukkan KTP el saat Sosialisasi dan Pendidikan PemilihPilgub Jateng 2018, Minggu (4/3/2018).