Home / Berita / Pendidikan Pemilih Melalui Pemilihan Ketua OSIS Di SMAN 1 Bangsri

Pendidikan Pemilih Melalui Pemilihan Ketua OSIS Di SMAN 1 Bangsri


Minimnya pendidikan demokrasi di tengarai sebagai salah satu sebab dari belum berhasilnya proses demokrasi selama era reformasi, khususnya yang berkaitan dengan hasil-hasil Pemilu. Oleh karena itu, dalam rangka memperbaiki proses dan hasil pemilu, SMAN 1 Bangsri mengajak siswa siswinya terlibat dalam pemilihan ketua OSIS secara langsung di SMAN 1 Bangsri Jumat (14/9) kemarin.
SMAN 1 Bangsri merupakan contoh bagi sekolah sekolah lain untuk memberikan pendidikan demokrasi yang riil bagi siswa siswinya agar terlibat langsung dalam menentukan seorang pemimpinnya.
Anggota Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Jepara, M. Haidar Fitri yang hadir dalam pemilihan ketua OSIS dimana oleh SMAN 1 Bangsri di istilahkan dengan Pilkatos mengaku salut kepada SMAN 1 Bangsri yang telah melaksanakan pendidikan demokrasi kepada siswa siswinya melalui Pilkatos tersebut. “ ini merupakan kelanjutan setelah KPU mengadakan TOT bagi guru PKn se-Jepara, dan SMAN 1 Bangsri merupakan sekolah yang terus berkomunikasi hingga terselenggaranya pemilihan secara langsung ini,” ungkap Haidar.

Dia berharap apa yang dilakukan SMAN 1 Bangsri ini bias dijadikan contoh sekolah lain untuk melibatkan siswa siswinya dalam menyelenggarakan pemilihan ketua OSIS secara langsung. “Dengan adanya pemilihan ketua OSIS yang di setting sebagaimana penyelenggaraan Pemilu dan tata kenegaraan kita, ke depan siswa siswinya diharapkan siap untuk mensukseskan pemilu dan benar benar bisa menentukan seorang pemimpin bangsa yang bisa diandalkan,” jelasnya.

Kepala sekolah SMAN 1 Bangsri, Drs. Hery Purwanto di damping Pembina OSIS Ruyanto mengaku, pihaknya terus berkoordinasi dengan KPU Jepara hingga terselenggaranya pemilihan ketua OSIS tersebut. Mulai dari persiapan, penyusunan tahapan, debat calon, hingga pemungutan suara hingga penghitungan, SMAN 1 Bangsri selalu berkoordinasi dengan KPU Jepara. “Dari 835 total suara, hanya 38 suara yang tidak sah, yaitu ada yang mencoblos dua kali ataupun mencoblos dengan alat coblos lain dari yang telah disediakan oleh panitia penyelenggara,’ jelas Ruyanto.

Menurutnya, dari lima calon ketua OSIS, nomor urut 5, Faqqih Ridlo M (kelas XI IPA 3) dinyatakan sebagai ketua OSIS dengan suara terbanyak 433 suara, sedangkan empat calon lainnya yakni, Elvika Nur F (nomor urut 4) mendapat 119 suara, Made Bagus Megawan (nomor urut 1) mendapat 93 suara, M. Fahrurrozak (nomor urut 3) mendapat 80 suara dan Nilam Arba W (nomor urut 2) meraih 58 suara.

Ayda Rachmantika siswi kelas XII Bahasa, menyatakan senang dengan pemilihan langsung ini. Suasana sekolah menjadi lebih meriah dan bisa memberikan pendidikan demokrasi secara nyata. ”Pilkatos ini keren baget, juga bisa buat pembelajaran waktu Pemilu Presiden, Gubernur, maupun Bupati,” ungkapnya. (WB/HF)