http://www.kpujepara.go.id/wp-content/uploads/2019/02/KPUJEPARA-KECIL.jpg
Home / Berita / Perguruan Tinggi Punya Posisi Strategis dalam Sukseskan Pemilu

Perguruan Tinggi Punya Posisi Strategis dalam Sukseskan Pemilu

oke
Komisioner KPU Jepara Muhammadun saat menyampaikan materi sosialisasi pemilu 2019 dalam event Jepara Innovation di halaman Gedung Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Jepara, Minggu (24/2). Acara itu digelar Unisnu Jepara bersama Jepara dan bekerja sama dengan KPU Jepara
  • Kpujepara.go.id – Civitas akademika perguruan tinggi, memiliki posisi strategis dalam ikut serta mensukseskan pemilu. Partisipasi yang menjadi ranah perguruan tinggi dalam beragam hal juga sangat dibutuhkan masyarakat. Unisnu Jepara yang memiliki 7.000-an mahasiswa, juga memiliki posisi yang strategis dalam membangun partisipasi yang edukatif tentang kepemiluan.

    Hal itu dikemukakan anggota KPU Jepara Muhammadun saat menyampaikan sosialisasi dalam acara Expo Kuliah Kerja Nyata (KKN) Unisnu bertajuk Jepara Innovation 2019 halaman Gedung Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Jepara, Minggu (24/2). Acara itu didahului dengan jalan sehat dan dibuka Rektor Unisnu Jepara Dr Sa’dullah Assa’idi. Hadir pula para dekan, dan para mahasiswa yang menyuguhkan belasan stan hasil inovasi produk dari berbagai desa yang menjadi tempat KKN. Periode ini ada 586 mahasiswa Unisnu yang diterjunkan ke desa-desa untuk KKN.

    Muhammadun mengungkapkan, daftar pemilih tetap (DPT) Jepara pada pemilu 2019 ada 876.490 pemilih. Dari jumlah itu, sebanyak 29.855 pemilih (3,41 persen) adalah berusia 17-18 tahun, sebanyak 40.708 pemilih (4,46 persen) berusia 19-30 tahun, dan ada 189.224 pemilih (21,59 persen) yang berusia 21-30 tahun. Mahasiswa Unisnu yang berjumlah sekitar 7.000-an orang masuk dalam klasifikasi pemilih berusia 17-30 tahun.

    “Secara kelembagaan, Unisnu memiliki pemilih dengan usia muda terbanyak dan ini posisinya sangat strategis. Apalagi sebagian dari mereka kini terjun ke desa-desa untuk KKN yang di antaranya memberikan pendampingan di bidang informasi. KPU sangat mengapresiasi kegiatan ini yang didalamnya memberikan ruang sosialisasi untuk pemilu. Ini adalah bentuk partisipasi yang strategis,” kata Muhammadun yang juga menyampaikan prosedur pindah lokasi memilih untuk mahasiswa luar daerah yang ingin memberikan hak suara pada pemilu di Jepara. “Bisa datang ke desa atau kelurahan yaitu penitia pemungutan suara (PPS-red) di Jepara untuk mengurus formulir A-5 (pindah memilih-red). Atau bisa datang ke kantor KPU kota/kabupaten asal, atau kabupaten tujuan saat jam kerja. Prosesnya cepat. Syaratnya mebawa KTP elektronik dan sudah terdaftar di daftar pemilih tetap,” kata Muhammadun.

    Terkait disinformasi soal kepemiluan, Muhammadun juga mengajak civitas akademika perguruan tinggi bisa berkolaborasi dengan kelompok masyarakat lain untuk menghadirkan konten-konten yang kredibel. “Saya kira butuh peran kelompok pakar atau high-level group of experts, misalnya dari kampus untuk melawan atau mempersempit ruang gerak disinformasi yang menyebar secara daring ini. Pemilu adalah ruang demokrasi yang sudah menjadi amanat konstitusi, sehingga kredibilitasnya perlu dijaga bersama-sama. Kita bisa berkolaborasi untuk membendung upaya yang mendelegitimasi pemilu,” ujar Muhammadun. (muh/kpujepara).

    20190224_122300
    Rektor Unisnu Dr H Sa’dullah Assa’idi Bersama anggota KPU Jepara Muhammadun serta para dekan, dosen pembimbing lapangan, dan mahasiswa dalam Expo KKN Unisnu di halaman Gedung OPD Jepara, Minggu (24/2).