Home / Berita / Sosialisasi Daerah Terpencil Harus Diprioritaskan

Sosialisasi Daerah Terpencil Harus Diprioritaskan

btgd3

NALUMSARI, kpujepara.go.id – Sosialisasi Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Tengah Tahun 2018 perlu menyasar ke semua lapisan masyarakat. Khususnya warga di daerah terpencil yang selama ini minim menerima informasi harus mendapat prioritas sebagai target sasaran sosialisasi.

KPU Kabupaten Jepara, Jumat (6/4/2018) berkunjung ke Dukuh Kambangan, di Desa Bategede, Kecamatan Nalumsari. Dukuh yang terdiri dari 62 kepala keluarga dan 198 pemilih itu merupakan daerah terpencil dan dipisahkan pegunungan di Lereng Muria.

Untuk bisa sampai di Dukuh Kambangan tersebut, harus memutar melalui kabupaten tetangga, yakni Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus. “Sebenarnya ada jalan dari Desa Bategede ke Dukuh Kambangan, tetapi hanya bisa dilalui sepeda motor trail. Itupun kalau tidak hujan,” kata Ketua PPS Bategede Slamet.

PPS sendiri, selama ini mengaku ada kendala jika harus ke Dukuh Kambangan. Apalagi dalam hal mendistribusikan kelengkapan pemungutan suara, seperti kotak dan bilik suara karena harus memutar melalui kabupaten tetangga yang jauh.

bategede

Terkait dengan sosialisasi di daerah terpencil, tim sosialisasi dari KPU Jepara menyambangi warga di Dukuh Kambangan dari rumah ke rumah. Selain menyampaikan informasi tahapan Pilgub Jateng 2018, KPU Jepara juga membagikan bahan-bahan sosialisasi berupa payung, kalender dan stiker.

Divisi SDM dan Patisipasi Masyarakat KPU Jepara, Subchan Zuhri mengatakan bahwa daerah terpencil seperti Dukuh Kambangan ini memang harus diprioritaskan untuk mendapatkan informasi yang lengkap mengenai tahapan Pilgub 2018 ini. “Harapan kami, warga di dukuh terpencil ini tidak ketinggalan informasi dibanding warga di daerah perkotaan yang memang sangat mudah mengakses informasi. Kami perlu prioritaskan untuk didatangi secara khusus daerah-daerah terpencil ini,” ungkapnya.

Partisipasi warga di Dukuh Kambangan pada Pilbup Jepara 2017 lalu memang tergolong rendah. Yakni hanya 68,42 persen. Hanya ada satu TPS di dukuh tersebut.

Sekitar 30 persen masyarakat di dukuh tersebut yang tidak menggunakan hak pilih memang umumnya merantau ke luar daerah dan pada hari pemungutan suara tidak pulang.

Pada Pilgub Jateng 2018 nanti, tingkat partisipasi warga diharapkan meningkat dibanding Pilbup 2017, karena hari pemungutan suaranya pada 27 Juni nanti hampir berbarengan dengan libur Hari Raya. “Kemungkinan kalau Pigub Jateng warga yang merantau pada di rumah karena bersamaan dengan Hari Raya Idul Fitri,” kata Nur Hadi yang juga Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP) di TPS 17 Dukuh Kambangan. (hupmas KPU Jepara)

btgd6

btgd2