Berita

Demokrasi Dijalankan dari Lingkungan Keluarga

kpujepara.go.id – Demokrasi selama ini identik dengan pemilihan umum (pemilu). Akan tetapi, bicara demokrasi jika dimaknai secara luas, sebenarnya bisa diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari.

Hal tersebut disampaikan Ketua KPU Jepara Subchan Zuhri, ketika menjadi narasumber dalam Latihan Kepemimpinan Dasar (LKD) yang diselenggarakan Fatayat NU Jepara, Jumat (9/4/2021) di Ponpes Al-Kahfi, Mojo, Bawu, Kecamatan Batealit, Jepara. Subchan memberikan materi pendidikan demokrasi.

Mengimplementasikan nilai-nilai demokrasi dalam kehidupan sehari-hari, kata Subchan, bisa dilakukan di lingkungan masyarakat paling kecil, yakni keluarga. “Jadi nilai-nilai demokrasi ini jangan hanya dibatasi pada pelaksanaan pemilihan umum saja. Di lingkungan keluarga misalnya, banyak contoh yang bisa mencerminkan pelaksanaan dari semangat sistem demokrasi,” terangnya.

Dia melanjutkan, demokrasi mengandung nilai kesetaraan dan pengakuan atas hak-hak setiap warga negara. Oleh karena itu, sebagai orang tua, yang sudah sering belajar sistem demokrasi, mestinya bisa mengimplememntasikannya dalam lingkungan keluarga, khususnya kepada anak-anaknya.

“Seringkali orang tua lupa, bahwa anak punya hak memilih sesuatu. Memilih pakaian misalnya. Dan sering kali orang tua dengan alasan tertentu memaksa anak memakai pakaian sesuai selera orang tua. Hal yang demikian ini bertentangan dengan semangat dalam berdemokrasi,” terangnya. Dia menambahkan, jika orang tua tidak mendidik anak saling menghormati pilihan dan perbedaan, dan memaksakan sesuatu pada yang lain, maka kelak anak akan terbiasa dalam memaksa kehendaknya pada yang lain.

Lebih lanjut Subchan menjelaskan, para kader Fatayat ini sangat besar peranannya dalam memengaruhi karakter anak-anak di dalam keluarga. Oleh karenanya, para kader Fatayat sangat perlu bagaimana membawa semangat dan nilai demokrasi ke dalam lingkungan keluarga. “Sebab, cermin bagaimana tegaknya sistem demokrasi di negera ini tak lepas dari bagaimana masyarakat memahami dan menjalankan nilai-nilai demokrasi dalam kehidupan kesehariannya,” kata Subchan.

Konsep ini juga sejalan dengan pendidikan demokrasi berbasis keluarga yang pernah menjadi program KPU. Keluarga sebagai bagian dari kelompok masyarakat terkecil, merupakan pondasi yang harus dibangun dengan kokoh untuk membentuk karakter bangsa.

Subchan mengajak, dalam bicara demokrasi tidak terjebak pada tataran prosedural saja. Akan tetapi substansi dari sistem demokrasi mesti dijalankan sepenuhnya. Nilai-nilai demokrasi yang harus menjadi karakter bangsa kita adalah adanya kesetaraan, saling menghormati, mengedepankan musyawarah dalam membuat keputusan, bersikap toleran terhadap perbedaan, adanya kebebasan dalam berpendapat, tegaknya supremasi hukum dan sebagainya. (kpujepara)

Back to top button
Close