Berita

Enam Orang Ditunjuk Menjadi Juri Lomba

ADA REVISI KETENTUAN LOMBA JINGLE

rapat koordinasi KPU Jepara dengan Tim Juri Lomba Cipta Karya Desain Logo, Maskot dan Jingle Pilbup Jepara 2017 (11/4/2016)
Rapat koordinasi KPU Jepara dengan Tim Juri Lomba Cipta Karya Desain Logo, Maskot dan Jingle Pilbup Jepara 2017 (11/.4/2016)/Hupmas KPU Jepara.

JEPARA – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupatej Jepara telah menunjuk enam orang untuk menjadi juri Lomba Cipta Karya Desain Logo, Maskot dan Jingle Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Jepara (Pilbup) 2017. Dari enam orang juri, tiga di antaranya menjadi juri kategori lomba desain logo dan makot, dan tiga lainnya juri kategori lomba jingle.

Enam orang yang telah ditunjuk dan bersedia menjadi juri lomba adalah Sugiyanto, Hari Imam Prayitno dan Arie Jatmiko untuk Lomba Cipta Karya Logo dan Maskot. Sedangkan untuk Lomba Cipta Jinggle Pilbup adalah Hadi Priyanto, Kris Budiyawan dan Daryoto.

KPU Jepara, Senin (11/4/2016) telah mengelar rapat koordinasi dengan keenam juri tersebut untuk menyamakan visi terkait dengan lomba yang diselenggarakan KPU Jepara ini. Rapat yang dipimpin Komisioner KPU Jepara Divisi Sosialisasi, Pendidikan Politik, Data da Informasi, Subchan Zuhri tersebut juga menjadi forum untuk menggali masukan dari para juri agar lomba dapat menghasilkan karya terbaik.

Dalam kesempatan tersebut, Subchan menjelaskan bahwa Lomba Cipta Karya Desain Logo, Maskot dan Jinggle Pilbup Jepara 2017 ini diselenggarakan sebagai upaya KPU untuk mengajak partisipasi masyarakat. “Sebenarnya buka semata untuk mendapatkan desain Logo, Maskot dan Jinggle Pilbup yang terbaik, namun lomba ini juga bagian mengajak partisipasi masyarakat dalam penyelenggaraan Pilbup 2017,” ungkapnya.

Dalam koordinasi tersebut, para juri juga banyak memberikan masukan. Di antaranya, Kris Budiyawan, juri lomba jingle Pilbup, menyampaikan bahwa untuk memudahkan peserta lomba, ketentuan terkait menyertakan notasi dalam bentuk not balok atau angka agar direvisi.

“Di Jepara ini banyak yang pintar mengarang dan mengaransemen lagu. Tapi jarang yang punya kemampuan membuat notasi balok atau angka. Maka saya usul agar ketentuan ini dipermudah. Peserta boleh i tidak menyertakan notasi balok atau angka dalam karyanya,” usulnya. Usulan tersebut kemudian dapat disepakati menjadi hasil rapat juri yang diberlakukan sebagai revisi dalam ketentuan lomba jingle.

Sedangkan dari kategori lomba desain logo dan maskot, Sugiyanto mengusulkan agar pada saat tahap presentasi, peserta yang masuk nominasi 10 besar diberi kesempatan maksimal 30 menit untuk mempresentasikan karyanya. “30 menit itu 10 menit untuk presentasi peserta, dan 20 menit untuk Tanya jawab,” katanya.

Dalam tahap presentasi ini, lomba desain logo dan kaskot membutuhkan waktu dua hari. Hari pertama untuk nominasi lomba desain logo, dan hari kedua untuk nominasi lomba desan maskot. (hupmas)

Ralat Ketentuan Lomba Jingle

Tinggalkan Balasan

Back to top button
Close