BeritaPilgub 2018

Gandeng Kelompok Masyarakat untuk Gencarkan Sosialisasi dan Pendidikan Pemilih

img_4829

Jepara, Kpujepara.go.id – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jepara ajak puluhan pemangku kebijakan di Jepara ikut serta sosialisasikan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur (Pilgub) Jateng 2018. Sebanyak 30 Pemangku Kebijakan diundang dalam acara Rapat Koordinasi (Rakor)  yang digelar di aula KPU Jepara Selasa (20/2/18).

Kelompok-kelompok pemangku kebijakan yang diundang dalam Rakor tersebut terdiri dari berbagai organisasi kemasyarakatan, organisasi keagamaan, organisasi perempuan, kelompok disabilitas, kelompok petani dan nelayan, organisasi kepemudaan dan pemilih pemula, organisasi  profesi, serta kalangan jurnalis media massa.

KPU menilai, sosialisasi di masyarakat bisa maksimal jika ada kerjasama dari masing-masing “Pentolan” Organisasi dan Masyarakat tersebut. “Kalau kami saja yang menyuarakan Pilgub, itu hal yang biasa. Contoh jika di kalangan masyarakat ketua organisasi keagamaan yang menyampaikan, tentu akan lebih di dengar. Apalagi di sini ada banyak segmen organisasi” kata Komisioner KPU Jepara Divisi SDM dan Parmas, Subchan Zuhri.

KPU mengajak semua pemangku kebijakan untuk ikut serta meningkatkan partisipasi masyarakat, baik perorangan maupun kelompok. Subchan meneruskan, peningkatan partisipasi masyarakat ini tidak hanya dengan tingginya prosentase kehadiran pemilih, tetapi juga keterlibatan masyarakat sendiri dalam setiap tahapan pemilu. Misal, masyarakat bisa ikut serta mengawasi jalannya pemilu jika sewaktu waktu ada penyelewengan. Masyarakat juga bisa menjadi pemantau dan tim survey dan menggelar pendidikan pemilih bagi masyarakat.

Lebih lanjut Subchan menambahkan, kegiatan partisipasi masyarakat telah diatur dalam Peraturan KPU nomor 8 Tahun 2017. Ada hak dan kewajiban yang mesti dipatuhi dalam kegiatan partisipasi masyarakat.

“Kegiatan partisipasi masyarakat juga harus menaati ketentuan tidak melakukan keberpihakan yang menguntungkan atau merugikan pasangan calon. Jadi kalau kelompok masyarakat akan menggelar pendidikan pemilih dalam rangka bentuk partisipasi masyarakat harus netral dan bukan menjadi kepentingan calon tertentu,” terangnya.

Sementara itu, dari Haryanto, perwakilan dari Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah Jepara menyampaikan bahwa pihaknya akan selalu berpartisipasi dan mendukung kegiatan pendidikan pemilih ini. “Kami dari Pemuda  Muhammadiyah siap ikut menyosialisasikan dan mengawal Pilgub Jateng agar tetap kondusif di Jepara,” tegasnya.

Dari Ketua Persatuan Tuna Netra Indonesia (Pertuni) Jepara, Marzuqi, juga menyampaikan bahwa selama ini pihaknya sudah sering turut serta menyampaikan informasi kepada masyarakat yang menjadi pasien pijitnya. “Kami dari Pertuni ini sebagian besar berprofesi tukang pijit. Dan setiap mijit pasien, kami juga sudah sering menyampaikan informasi pemilu yang pernah kami dengar kepada pasien,” tuturnya.

Pertuni sendiri langsung menyiapkan waktu untuk dapat bekerjasana menggelar pendidikan pemilih dengan KPU Jepara. Direncanakan, Minggu 25 Februari nanti Pertuni akan menghadirkan sekitar 60 anggotanya dalam acara sosialisasi dan pendidika pemilih yang digelar KPU Jepara. (f2@/Hupmas KPU

img_4822

Back to top button