Berita

Inilah Para Pemenang Lomba Cipta Design Logo, Maskot dan Jingle Pilbup 2017

Termotivasi Pilbup 2012

M Santoso

Kegagalan menjadi juara pada Lomba Cipta Design Logo Pilbup 2012 lalu membuat Muhammad Santoso termotivasi untuk memenagi lomba yang sama pada kali ini. Warga RT 5/RW 1 Dukuh Randusari, Desa Tahunan, Kecamatan Tahunan ini kembali mengikuti Lomba Cipta Design Logo Pilbup 2017dan akhirnya menjadi pemenangnya.

Santoso menganggap, Lomba Citpa Desain Logo Pilbup Jepara 2017 ini sebagai kesempatan terakhir baginya untuk mengikuti lomba-lomba serupa. “Gagal atau menang Lomba Logo yang diselenggarakan KPU Jepara ini saya anggap sebagai kesempatan terakhir,” kata Guru Seni Budaya SMK/SMA Islam Jepara ini.

Oleh karenanya, dalam mengikuti Lomba Cipta Design Logo Pilbup Jepara 2017 ini dia berusaha untuk membuat karya yang terbaik. Dia mengatakan, lomba kali ini menjadi kesempatan terakhir untuk menjadi yang terbaik lantaran pada Lomba Cipta Design Logo Pilbup 2012 lalu, dia baru menjadi nomor dua.

“Lima tahun lalu saya juga sudah ikut lomba. Tapi baru nomor dua. Maka tahun ini adalah kesempatan saya untuk menjadi terbaik,” ungkapnya. Ditambahkan, setelah menjadi juara dalam Lomba Cipta Design Logo Pilbup 2017 ini, pada lomba yang akan dating dia lebih memberikan kesmepatan pada yang lain.

Santoso berharap, jika pada Pilbup lima tahun yang akan datang KPU Jepara kembali menggelar lomba, anaknya atau teman-teman dia yang diminta untuk mengikutinya. “Anak saya lima tahun yang akan datang sudah SMP. Jadi jika ada lomba seperti ini lagi, biar anak saya yang ikut,” katanya.

Tonjolkan Seluruh Potensi Daerah

Sony Candra Palevi 1

Pada Lomba Cipta Design Maskot Pilbup Jepara 2017, KPU Jepara menetapkan karya Sony Candra Palevi sebagai pemenangnya. Design Maskot yang dibuat warga RT 3/RW 8 Kelurahan Panggang, Kecamatan Jepara ini memang sangat menonjolkan kerajinan ukir sebagai potensi unggulan Kabupaten Jepara.

Menurut Candra, gagasan untuk membuat design mascot Pilbup Jepara 2017 ini bermula dari penggalian seluruh potensi khas yang dimiliki Jepara. “Memang dari sekian potensi unggulan Jepara, ukir adalah potensi paling menonjol,” katanya.

Pria yang juga pengajar kesenian di SD UT Bumi Kartini Jepara ini menambahkan awalnya mengikuti lomba karena mendapat informasi dari seorang teman di sekolah tempat dia mengajar. Kemudian, dia mulai mencoba menggali gagasan sesuai ketentuan lomba yang diumumkan KPU Jepara.

Dari pengalian ide dan gagasannya itu, Santoso memilih menonjolkan ukiran yang dipadukan dengan potensi lain seperti kain tenun Troso, Batik Jepara, dan kerajinan gerabah yang ada di Mayong.

Ikut Lomba Untuk Naikkan Golongan

Rinto Sabdono

Motivasi setiap peserta lomba dalam mengikuti Lomba Cipta Design Logo, Maskot dan Jingle Pilbup Jepara 2017 sangat beragam. Dan apa yang menjadi motivasi pemenang lomba Jingle Pilbup Jepara 2017 ini barang kali tak ada duanya.

Pemenang Lomba Jingle Pilbup Jepara 2017 ini adalah Rinto Sabdono. Lagu dengan judul Pilbup Jepara Berintegritas ini dipilih dewan juri masuk nominasi tiga besar dan akhirnya ditetapkan menjadi Jingle Pilbup Jepara 2017.

Terkait motivasi mengikuti lomba, Rinto, warga RT 2/RW 5 Desa Dudakawu, Kecamatan Kembang ini mengaku awalnya hanya ingin memenuhi salah satu syarat untuk menaikkan golongan sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS). “Awalnya saya ikut lomba hanya untuk menambah syarat kenaikan golongan saya sebagai PNS. Saya tidak membayangkan akan menjadi juara,” katanya.

Menurut Rinto, guru PNS yang mengajar kesenian di SMPN 3 Kembang, untuk bisa naik golongan harus membuat karya ilmiah atau karya seni. Nah, berhubung ada lomba Jingle Pilbup Jepara 2017, dia mencoba mengikuti lomba dengan harapan karyanya bisa diputar di tingkat kabupaten dan dapat menambah syarat untuk menaikkan golongannya.

Dia mengaku membuat jingle ini dengan mengarang lagu sendiri, dan membuat aransemen music sendiri. “Saya mengarang lagu sendiri dibantu istri saya yang juga dari jurusan sastra dan bahasa. Kalau produksinya berhubung saya belum punya rumah produksi, saya buat di studio produksi milik teman di Jogjakarta,” paparnya.

Tanpa diduga, karyanya yang berdurasi 1 menit 34 detik itu justru dinilai menjadi karya terbaik dari 19 karya jingle yang dikirim peserta kepada panitia lomba. Namun, keinginan awal untuk menaikkan golongan kepangkatan di PNS ternyata masih belum cukup dengan memenangi lomba Jingle Pilbup Jepara 2017 tersebut. Rinto mengaku, saat dia menyampaikan kabar kemenangannya pada Lomba Jingle Pilbup Jepara 2017 kepada Disdikpora Jepara, mendapat informasi bahwa syarat untuk bisa naik golongan minimal harus membuat sembilan karya. (hupmas KPU Jepara)

1. LOGO

1. MASKOT

Tinggalkan Balasan

Back to top button
Close