Berita

Jelang Pemungutan Suara, KPU Jepara Gelar Doa Bersama Lintas Agama

Para tokoh lintas agama bersama KPU dan Panwaslih saling bergandengan tangan seusai menggelar doa bersama untuk kelancaran Pilbup Jepara 2017
Para tokoh lintas agama bersama KPU dan Panwaslih foto bersama seusai menggelar doa bersama untuk kelancaran Pilbup Jepara 2017.

 

JEPARA – Hari pertama masa tenang menjelang pelaksanaan pemungutan suara Pilbup Jepara Tahun 2017, Minggu (12/2) Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Jepara menggelar doa bersama lintas agama di Kantor KPU Jepara Jalan Yos Sudarso 22. Hadir dalam acara tersebut sejumlah tokoh lintas agama, Panwas Jepara, perwakilan tim kampanye masing-masing pasangan calon, jajaran penyelenggara Pilbup 2017, dan dari wartawan sejumlah media massa.

Secara bergantian para pemuka agama satu persatu mendoaakan kelancaran Pilbup Jepara 2017 agar berjalan lancar, aman, tanpa ekses, dan berintegritas. Dimulai dari tokoh agama Hindu yang diwakili Ketua Parisade Hindu Darma Indonesia (PHDI) Jepara, Ngardi Sindu Atmaja, kemudian dari Tokoh agama Budha oleh Anggit Metta Viryano.

Selanjutnya, dari pemuka agama Kristen Prostestan oleh Pendeta Danang Kristiawan, dari pemuka agama katholik oleh Romo Sadana Hadiwardaya dan terakhir dari tokoh agama Islam oleh Dr KH Mashudi yang juga ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jepara. Doa bersama yang dihelar KPU Jepara menjadi bagian ihtiar yang untuk menyukseskan Pilbup 2017.

“KPU Jepara melakukan ihtiar, melakukan usaha yang bersifat batiniyah dalam bentuk doa bersama. Dengan maksud bahwa Pilpub ini dalam tahahapan awal sampai tahapan akhir dapat terlaksanaan dengan baik,” ungkap Ketua KPU Jepara, M. Haidar Fitri.

Lebih lanjut Haidar berharapan bahwa semua elemen steak holder yang terlibat di dalam pelaksanaan tahapan Pilbup bisa mewujudkan pilbup yang berintegritas. “Sehingga kedamaian, ketertiban, keamanan serta kondusifitas Jepara yang selama ini sudah terwujud akan selalu kita jaga selama proses pelaksanaan pilbup,” ungkap Haidar.

KPU Jepara berharap proses demorasi lima tahun sekali untuk memilih bupati dan wakil bupati Jepara untuk periode 2017-2022 jangan dijadikan untuk memecah belah kondusifitas dan kebhinekaan yang ada di masyarakat Kabupaten Jepara.

“Tekad kita bersama karena kita hidup di NKRI di mana sejak awal berdiri menjadi kesepakaatan berdiri ke bhinekaan di negara kita khususnya di Jepara selalau kita pertahankan. Walaupun ada kontekstasi pilkada atau Pilbup, kebhinekaan semakin kita kuatkan menjaga NKRI,” imbuh Haidar.

Analisa mengatakan Jepara dalam kontekstasi Pilkada 2017 termasuk yang mempunyai indeks kerawanan yang cukup tinggi. “Mari bersama-sama menjawab bahwa masyarakat Jepara sudah dewasa dalam berpolitik, masyarakat Jepara bisa saling menjujung tinggi nilai-nilai toleran, nilai perbedaan di dalam persoalan-persoalan politik,” tutup Haidar. (hupmas KPU Jepara)

doa-bersama-1 doa-bersama-5

Back to top button