Berita

KH Ahirin Ali Sampaikan Tausiyah Demokrasi di Karimunjawa

pengajian-karimunjawa
Drs. KH Ahirin Ali, M.Ag saat menyampaikan mauidhah hasanah dalam pengajian umum yang diselenggarakan KPU Kabupaten Jepara di Desa Kemujan, Kecamatan Karimunjawa (19/11/2016).

KARIMUNJAWA – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Jepara, Sabtu (19/11) lalu menggelar pengajian umum di Karimunjawa sebagai upaya menyosialisasikan pelaksanaan Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati (Pilbup) 2017. Bertindak sebagai narasumber yang menyampaikan mauidhah hasanah Drs. KH. Ahirin Ali, M.Ag.

Karimunjawa yang merupakan salah satu wilayah kecamatan terjauh yang dipisahkan oleh laut Jawa menjadi salah satu yang diprioritaskan untuk kegiatan sosialisasi Pilbup kali ini. Dengan keterbatasan akses transportasi dan komunikasi untuk masyarakat dengan jumlah pemilih sekitar 6.700 itu, maka KPU Jepara menggelar sosialisasi dengan menyelenggarakan pengajian umum di Desa Kemujan, salah satu desa di pulau tersebut.

Ketua KPU Jepara Muhammad Haidar Fitri dalam kesempatan itu mengajak kepada warga masyarakat di Kecamatan Karimunjawa untuk berpartisipasi dalam pemilihan bupati dan wakil bupati Jepara dengan mengggunakan hak pilihnya pada 15 Februari 2017 mendatang. “Partisipasi masyarakat di Karimunjawa dalam Pilbup 2017 mendatang harus maksimal. Suara masyarakat dari Karimunjawa juga akan menentukan siapa yang akan memimpin Jepara lima tahun ke depan,” ujarnya.

Sementara, Drs. KH Ahirin Ali, M.Ag dalam menyampaikan tausyiahnya menguraikan pentingnya memilih pemimpin dalam Negara ini. “Jangankan di satu Negara, satu kabupaten, apabila ada tiga orang saja yang sedang bepergian, kita diwajibkan memilih seorang pemimpin,” terangnya.

Lebih lanjut diterangkan, dalam Pilbup kali ini, ada tiga syarat untuk dapat sukses sesuai yang diharapkan. Pertama, harus demokratis, kedua harus cerdas, dan ketiga harus santun.

Menurut Ahirin, yang juga dekan Fakultas Tarbiyah UNISNU Jepara ini, Pilbup berjalan demokratis jika semua pihak mempunyai hak dan kesempatan yang sama. Dalam memilih tidak ada yang terpaksa dan tidak ada yang boleh memaksakan kehendak. Selain itu juga harus merata pada semua masyarakat.

Sedangkan cerdas menurut Ahirin adalah pemilih harus dengan hati nurani memilih pemimpinnya. “Pilih uwong ojo pilih uang (Pilih orang jangan pilih uang),” tegasnya. Ditambahkan kecerdasan dalam menggunakan hak pilih juga dapat diwujudkan dengan mencermati visi-misi dan program pasangan calon, bukan hanya memilih karena factor kedekatan emosional, tapi memilih dengan logika.

Sementara santun, kata Ahirin, harus diwujudkan dengan sikap saling menghormati meskipun kita beda pilihan. “Yen ora seneng meneng (kalau tidak suka, diam),” pesannya.

Jangan sampai di momen Pilbup ini justru memecah belah persatuan masyarakat hanya karena beda pilihan. Beliau berpesan, jika tidak suka dengan calon lain untuk tidak menjelek-jelekkan, bahkan menyebarkan berita yang tidak benar.

Lebih lanjut disampaikan, masyarakat saat ini harus bisa jaga lisan dan jaga tulisan. Banyak persoalan muncul akibat dari ucapan yang salah, maupun tulisan yang tidak benar. “Perlu juga saling pengertian, dan saling memaafkan jika di antara kita ada kesalahan,” tambahnya.

Selain menggelar pengajian, KPU Jepara juga mengadakan sosialisasi kepada sekitar 50 orang tokoh masyarakat, tokoh agama dan stakeholder di Kecamatan Karimunjawa. Hadir dalam acara itu Ketua KPU Jepar M Haidar Fitri bersama Divisi SDM dan Partisipasi Masyarakat Subchan Zuhri. Sosialisasi itu diselenggarakan bersama dengan PPK Karimunjawa. (Hupmas KPU Jepara)

pengajian-3

Back to top button