Berita

Komite I DPD RI Sambangi Jepara Tinjau Persiapan Pilbup

kunjungan-dpd-ri

JEPARA – Rombongan Komite I Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) Senin (6/2) meninjau persiapan pelaksanaan pemilihan Bupati dan Wakil Bupati yang akan dilaksanakan 15 Februari 2017. Rombongan Kerja dipimpin Ahmad Muqowam dengan beranggotakan sembilan orang DPD lainnya disambut Plt Bupati Jepara Dr. Ir. Ihwan Sudrajat di Pandapa Paringgitan Kabupaten Jepara.

Menurut Muqowam, Pilkada Jepara unik untuk menjadi bahan tinjauan karena calon yang maju dalam pemilihan adalah petahana semua. Ia menambahkan calon yang diusung akan menjabat kembali mulai saat masa tenang setelah tahapan kampanye selesai, yakni 12 Februari mendatang.

Sementara itu, persiapan Pilbup Jepara sudah proses pengiriman logistik pemungutan dan penghitungan suara ke kecamatan. Karimunjawa menjadi priotas dilakukan pengiriman pertama disebabkan cuaca dan kondisi wilayah yang sulit untuk dijangau. Sedangkan untuk kecamatan lainnya dikirimkan mulai 10 Februari.

“Logistik untuk Karimunjawa sesuai dengan perencanaan, karena kemarin kita rencanakan distribusikan antara 31 Januari-6 Februari. Alhamdullah pada tanggal 1 Februari sudah (dikirim-red),” papar Ketua KPU Jepara Muhammad Haidar Fitri.

Letak geografis Jepara yang berada di Lereng Muria menjadi rawan bencana saat musim penghujan. KPU Jepara telah mengantisipasi dengan menginstrusikan pada penyelenggara yang ada di bawah untuk mencari tempat pemungutan dan penghitungan suara yang aman dari bencana.

“Dalam mengantisipasi kondisi cuaca, surat suara, formulir-formulir dan alat kelangkapan TPS yang rawan terkena air semua sudah dipacking dengan plastik. Walaupun terjadi peresapan air kondisi masih terlindung,” terang Haidar

Adapun persiapan Pilkada dari segi keamanan, sebagaimana diterangkan kapolres AKBP Samsu Arifin, SIK, SH, Polres Jepara pada pemilihan umum menerima Bantuan Kendali Operasi (BKO) dari 1 SSK Brimob Polda Jawa Tengah dan dua Polres terdekat yang berasal dari Polres Demak dan Kudus. Pada pelaksanaan hari H Polres Demak dan Kudus menggeser kekuatann stand by di Polsek perbatan.

“Kami (Polres Jepara-red) sudah membagi dan mengklasifikasikan mana TPS aman dan TPS rawan ini berdasarkan pertimbangan berbagai variabel yang kita buat. Jarak tempuh, lokasi TPS dan sejarah pemilu-pemilu sebelumnya di daerah tersebut maupun karakter masyarakat kita lihat dari anatomi kejahatan,” ujar Samsu Arifin.

Sedangkan, Panitia Pengawas Kabupaten Jepara melalui ketuanya Arifin mengungkapkan Panwas telah memetakan 443 TPS rawan saat proses demokrasi di Jepara dan pihaknya akan memberikan pengawasan lebih di tempat-tempat tersebut. “Kami akan bekerjasama dengan kepolisian, Satpol PP dan lain-lain,” kata Arifin. (Hupmas KPU Jepara)

Back to top button