Berita

KPU Ajak Masyarakat Jaga Kondusifitas Perpolitikan di Jepara

sosialisasi-mwc-nu

JEPARA – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Jepara menyerukan ajakan pada elemen masyarakat yang tergabung dalam Majelis Wakil Cabang (MWC) Nahdlotul Ulama Jepara. Para tokoh agama dan tokoh masyarakat diminta sama-sama menjaga kondusifitas wilayah dan ketertiban Jepara dalam Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Jepara 2017 ini.

Ajakan itu disampaikan Ketua KPU Jepara, Muhamamd Haidar Fitri saat bersosialisasi di hadapan jam’iyah MWC NU Jepara, Jum’at (3/2). “Saya minta pada panjenengan (anda-red) terkait kondusifitas wilayah ketertiban kemudian menumbuhkan sikap toleransi terhadap perbedaan,” ujar Haidar.

Ia juga meminta jam’iyah bisa mendakwahkan kondusifitas Jepara agar tidak melakukan hal-hal yang memicu terjadinya konflik, baik sebelum pemungutan suara maupun setelah pemungutan dan penghitungan suara.

“Memang dari beberapa pertemuan tingkat provinsi, Jepara ini menjadi sorotan terkait dengan dinamika konstelasi politik yang berkompetisi keduanya merupakan petahana. Dan keduanya berpisah, berbeda dengan daerah yang lain,” kataHaidar.

KPU Jepara mengajak masyarakat untuk membuktikan pada masyarakat Jawa Tengah bahwa Jepara sudah sangat dewasa di dalam berpolitik pasca peristiwa Pemilu 1999. Ia mengatakan situasi Jepara sudah sangat berbeda pasca Pemilu 1999. Jepara sudah melaksanakan pemilu sebanyak 7 kali pemilihan dan hasilnya pada proses pemilihan masyarakat bisa menjaga kondusifitas Jepara. “Saya berharap di Pilbup ini juga, bisa menjaga kondusifitas dan masyarakat bisa kita sadarkan,” tambahnya.

Selain menyampaikan ajakan menjaga kondusifitas situasi perpolitikan Jepara, Haidar mengajak masyarakat untuk menggunakan hak pilih. Dengan mendatangi TPS dan mencoblos pada Rabu, 15 Februari mendatang untuk menentukan pemimpin masyarakat Jepara lima tahun ke depan.

“Khususnya Jepara ini adalah mayoritas pekerja, apabila mugkin masih bekerja datanya terlambat supaya ke TPS sebelum pukul 13.00. Dan tanggal 15 Februari merupakan hari yang diliburkan. Kami sudah berkoordinasi dan pemda dan kementrakestran untuk meliburkan,” kata Haidar.

Pemilihan yang bisa menggunakan hak pilihnya ialah masyarakat yang sudah terdaftar di DPT. Bila ada masyarakat yang belum terdaftar bisa menggunakan KTP elektronik atau surat keterangan dari diskdukcapil.

“Syarat pemilih ialah warga Jepara, yang belum terdaftar bisa menggunakan hak pilih dengan dibuktikan menggunakan KTP-elektronik atau surat keterangan disdukcapil,” tutup Haidar Fitri. (Hupmas KPU Jepara)

 

Back to top button
Close