Berita

KPU Gandeng LPPM Unisnu Garap Penelitian

Rapat penelitian Partisipasi Pemilih Pemilu 2014
KPU Jepara dan Tim Riset dari LPPM UNISNU saat menggelar rapat persiapan pelaksanaan penelitian tentang perilaku pemilih dalam Pemilu 2014

KPU Kabupaten Jepara menjalin kerjasama dengan Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Islam Nahdlatul Ulama (UNISNU) Jepara. Kerjasama ini dalam bentuk penelitian mengenai tingkat partisipasi masyarakat dalam Pemilu 2014 di Kabupaten Jepara.

Penelitian ini bertujuan untuk menemukan akar masalah atas persoalan yang terkait dalam partisipasi Pemilu, serta terumuskannya rekomendasi kebijakan atas permasalahan partisipasi pemilu.

Perilaku memilih (voting behaviour) merupakan tema yang diangkat dalam penelitian ini. Alasan seseorang untuk menjatuhkan pilihannya pada salah satu peserta pemilu tentunya sangatlah beragam. Permasalahannya adalah sejauh mana pilihan politik seseorang mempertimbangkan aspek rasional menyangkut peserta pemilu.

Dalam rangka persiapan pelaksanaan riset ini, Senin (11/5), KPU Jepara menggelar koordinasi dengan tim peneliti dari LPPM Unisnu. Koordianasi yang dipimpin Ketua KPU Jepara M Haidar Fitri digelar di ruang rapat KPU diikuti para komisioner, sekretaris dan kasubbag. Sedangkan dari tim peneliti hadir ketua LPPM Purwo Adi W, Mayadina Rohma Musfiroh, dan Umi FN.

Mayadina Rohma Musfiroh selaku tim peneliti dari LPPM Unisnu dalam pertemuan  tersebut menyampaikan bahwa pihaknya sudah mempersiapkan penelitian mulai dari metode penelitian sampai dengan  sasaran penelitian. “Dalam penggalian data kami lebih cenderung menggunakan metode penelitian field trip atau penelitian lapangan dan deskripsi kualitatif. Dalam  penelitian ini menggunakan teknik sampling dengan beragam kategori, karena itu yang paling tepat untuk penelitian ini”, ujarnya

Anggota KPU Divisi Sosialisasi Subchan Zuhri menambahkan bahwa kecenderungan perilaku  pemilih dalam pemilu legislatif, pemilu presiden, dan pemilukada sangatlah berbeda. “Terkadang efek kedekatan atau faktor kenal bisa jadi sangat mempengaruhi seseorang dalam memilih, dan sangat berbeda jauh dengan pemilu presiden yang cenderung tidak kenal”, imbuhnya.

Sementara Anik Solihatun juga menambahkan jika memungkinkan untuk menggunakan gabungan dari metode penelitian kualitatif dan metode kuantitatif. “Menggabungan dua metode ini dirasa sangat efektif dalam penelitian ini, karena hasilnya  bisa maksimal”.

Kerjasama dengan UNISNU ini akan diresmikan dengan penandatanganan nota kesepakatan (MoU) antar keduanya. Kerjasama yang akan dibangun sebenarnya bukan hanya tentang pelaksanaan riset, namun lebih dari itu, KPU Jepara akan menggandeng UNISNU dalam rangka pendidikan politik bagi pemilih dan peningkatan demokrasi di Jepara. (wib)

Tinggalkan Balasan

Back to top button