Berita

KPU Jepara Luncurkan Gerakan Peduli Hak Pilih

Pascapemilu Bertambah 1.212 Pemilih

Kpujepara.go.id- Sampai dengan Selasa (28/7), jumlah pemilih di Kabupaten Jepara bertambah 1.212 jiwa usai pemilu 2019. Penambahan jumlah pemilih itu berdasarkan hasil pemutakhiran daftar pemilih berkelanjutan (DPB). Pemutakhiran data pemilih itu dilakukan KPU Kabupaten Jepara setiap bulannya.
Ketua KPU Kabupaten Jepara Subchan Zuhri menjelaskan, DPT pemilu 2019 ada 876.490 pemilih. Berdasarkan hasil pemutakhiran DPB hingga Juni 2020, jumlah pemilih mencapai 877.702 jiwa. KPU juga meluncurkan Gerakan Peduli Hak Pilih
Hal itu mengemuka dalam rapat pleno terbuka pemutakhiran DPB di aula KPU Kabupaten Jepara, Selasa (28/7). Pleno tersebut dipimpin Ketua KPU Jepara Subchan Zuhri bersama empat komisioner lainnya, yaitu Muntoko, Ris Andy Kusuma, Muhammadun, dan Siti Nurwakhidatun. Pleno juga dihadiri Ketua Bawaslu Kabupaten Jepara Sujiantoko, perwakilan partai politik, Dinas kependudukan dan Catatan Sipil, serta TNI/Polri.
Penambahan daftar pemilih dikarenakan ada 3.981 pemilih baru. Selain itu, ada pengurangan 2.769 pemilih karena dinyatakan tidak memenuhi syarat (TMS). “Penetapan daftar pemilih dilakukan berdasarkan rapat pleno. Hasilnya telah kami sampaikan kepada Bawaslu, partai politik, dan stakeholder terkait,” kata Subchan.
Pihaknya mengajak masyarakat berpartisipasi aktif dalam pemutakhiran data pemilih. Apalagi, KPU Kabupaten Jepara telah membuat Gerakan Peduli Hak Pilih (G-PHP). Yakni, masyarakat dapat dengan mudah mendaftarkan diri sebagai pemilih baru, menyampaikan perubahan data, atau melaporkan keluarga/tetangga/teman yang tidak memenuhi syarat sebagai pemilih.
“Partisipasi aktif bisa dilakukan dengan datang langsung ke Kantor KPU Kabupaten Jepara atau setiap saat dapat menyampaikannya melalui https://bit.ly/updating_data_pemilih_jepara. Masyarakat dapat komunikasi secara langsung melalui WA 089518621015 dan nomor telepon (0291) 591043.
Koordinator Divisi Perencanaan, Data dan Informasi KPU Kabupaten Jepara Muntoko menjelaskan, DPB dilakukan menindaklanjuti surat Ketua KPU RI Nomor 181/PL.02.1-SD/01/KPU/II/2020 tanggal 28 Februari 2020 perihal Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan Tahun 2020. Selain itu, KPU menindaklanjuti surat Ketua KPU RI Nomor 550/PL.02.1-SD/01/KPU/VII/2020 tanggal 10 Juli 2020 perihal Rapat Pleno dan Permintaan Data Pemilih Hasil Pemutakhiran Berkelanjutan Tahun 2020 dengan menggelar rapat pleno DPB secara terbuka.
Dia menambahkan, pemutakhiran daftar pemilih merupakan tahapan yang sangat krusial. Hal ini dikarenakan sebagai komponen penting saat proses pemungutan dan penghitungan suara. “Meski tidak ada penyelenggaraan pemilu atau pilkada, kami tetap melakukan pemutakhiran data pemilih, agar terciptanya daftar pemilih yang komprehensif, akurat dan mutakhir,” ujar Muntoko.
Pemutakhiran data tersebut, jelasnya, untuk memastikan hak memilih warga negara terpenuhi. Sebab, secara teknis persyaratan pemilih untuk dapat menggunakan hak pilihnya adalah terdaftar dalam daftar pemilih. Jumlah daftar pemilih ini juga sebagai acuan dalam menentukan jumlah surat suara dan jumlah TPS. “Ini menggambarkan bahwa daftar pemilih memiliki peran yang strategis untuk menentukan keberhasilan penyelenggaraan pemilu. Sebuah tanggung jawab yang besar untuk melaksanakannya,” jelas dia.
Usai pemilu 2019 KPU Kabupaten Jepara terus melakukan pemutakhiran DPB. Proses memperbaharui data pemilih ini dilakukan secara hari ke hari, minggu ke minggu, bulan ke bulan. “Ada tiga kegiatan yang dilakukan dalam pemutakhiran DPB dengan basis data DPT pemilu 2019. Kegiatan yang dilakukan adalah pencatatan pemilih baru, perbaruan elemen data pemilih, dan mencoret pemilih yang tidak memenuhi syarat,” papar Muntoko.
Syarat untuk didaftar dalam DPB, lanjut dia adalah warga negara Indonesia (WNI) yang berusia 17 tahun atau lebih atau sudah/pernah menikah. Selain itu, tidak sedang dicabut hak pilihnya berdasarkan putusan pengadilan, tidak sedang menjadi anggota TNI/Polri, berdomisili di Kabupaten Jepara yang dibuktikan dengan e-KTP atau Surat Keterangan (Suket) yang diterbitkan Disdukcapil Kabupaten Jepara. “Bagi pemilih yang belum mempunyai e-KTP atau Suket dapat menggunakan Kartu Keluarga,” jelas Muntoko. (kpujepara)

 

 

PENGUMUMAN Daftar Pemilih Berkelanjutan

Beritra Acara Daftar Pemilih Berkelanjutan Bulan Juli 2020