BeritaPilgub 2018

KPU Jepara Minta Panwaslu Ikut Cermati Data Pemilih

rakor-mutarlih-1

Jepara, www.kpujepara.go.id  –  Tahapan Pemutakhiran Data dan Daftar Pemilih dalam Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Tengah Tahun 2018 segera dimulai. Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jepara telah menyiapkan berbagai upaya untuk menghasilkan data pemilih yang akurat dan akuntable.

Sabtu (13/1/2018) lalu, Divisi Perencanaan dan Data KPU Jepara Anik Sholihatun, MPd mengupas materi tahapan Pemutakhiran Data dan Daftar Pemilih dalam Rapat Koordinasi Tahapan Pencalonan, Pemutakhiran Data dan daftar Pemilih Pilgub Jateng 2018 yang diselenggarakan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jepara. “Mutarlih sepi di proses, riuk di hasil. Kami umumkan di radio, media sosial, media cetak, tidak dihiraukan. Menjelang hari H baru rebut,” kata Anik Sholihatun di sela sela acara yang dihadiri Panitia Pengawas Pemilu Kecamatan (Panwascam) se-Kabupaten Jepara di Hotel Syailendra .

Dalam acara itu, Anik menilai sukses tidaknya pemilu ditentukan dari jelas tidaknya data pemilih. Untuk itu, kegiatan Pemutakhiran Data  dan Daftar Pemilih seharusnya menjadi tahapan yang paling inti dalam serangkaian tahapan Pilgub 2018. Tetapi di lapangan masyarakat masih tak acuh dalam tahapan ini. Menjelang hari H masyarakat baru riuh dan ribut.

Salah satu langkah KPU dalam pengawalan data pemilih adalah memberikan data pemilih kepada Panwaslu. Terkait penyerahan data pemilih kepada Panwas  Jepara, Anik menyebutkan, Jepara adalah daerah pertama di Jawa Tengah yang langsung menindak lanjuti perintah KPU RI. Pihaknya menilai, dengan penyerahan ini, KPU menunjukkan transparansi dan  diharapkan keikutsertaan Panwas dalam membantu tahapan Mutarlih apabila ditemui data yang tidak valid.

Anik menerangkan Daftar Pemilih Tetap (DPT) merupakan jantung dari pelaksanaan pemilu. Karena itu , pemutakhiran data pemilih berkelanjutan harus dipersiapkan dengan matang. Daftar Penduduk Pemilih Potensial Pemilu (DP4) akan disalurkan ke KPU kabupaten/kota yang menyelenggarakan Pilgub 2018 mendatang. Setelah DP4 telah diterimakan disinkronkan dengan data pemilu terakhir. Data terbaru dari Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri) akan dimutakhirkan kembali. Hal tersebut dilakukan untuk mengantisipasi warga yang tidak terakomodir dalam DPT tersebut.

Anik menambahkan, KPU dan Panwas harus sejalan dalam manajemen serta pemutakhiran data pemilih. KPU akan memberi akses data pemilih ke Panwas, untuk selanjutnya dimintai pencermatan data. Panwas harus mengoreksi dan menanggapi dalam bentuk rekomendasi. Jika benar, KPU akan menindak lanjuti rekomendasi tersebut. “Pendataan butuh kerjasama sinergis, KPU dan Panwas harus memiliki pemahaman yang sama dan utuh terhadap tata cara, respon, maupun sikap untuk menyelesaikan masalah yang muncul di lapangan.” Tandasnya.
rakor-mmutarlih-2

Selain menyampaikan mekanisme tahapan mutarlih, dalam acara tersebut, KPU juga menerangkan mengenai pemilih yang sebelumnya belum terakomodir dengan baik pada pemilu pemilu sebelumnya, di Pilgub 2018 akan diperbaiki. Adapun yang perlu dibenahi, seperti pengadaan TPS di daerah Lapas, Rumah sakit, mendata pemilih yang berada di kota lain (merantau, mondok dll), pemilih Disabilitas, pemilih berkebutuhan khusus, hingga calon pemilih yang sebelumnya belum memiliki KTP elektronik.

Sementara itu, Panwas melalui Koordinator Divisi Pencegahan dan Hubungan antar Lembaga, Sujiantoko, SHI. MM menyampaikan,  pihaknya akan menyinkronkan data pemilih yang diperoleh dari KPU untuk kemudian diteliti, sehingga muncul rekomendasi untuk bahan pertimbangan KPU. “Selama ini hubungan KPU dan PANWAS sangat harmonis, sehingga memungkinkan Pemilu di  Jepara dapat  lebih unggul dari daerah lain,” ungkapnya. (F2@/hupmas KPU Japara)

 

Back to top button
Close