Berita

KPU Jepara Selesaikan Rekapituklasi Hasil Penghitungan Perolehan Suara

Ketua KPU Jepara menyerahkan BA rekapitulasi hasil penghitungan perolehan suara Pilbup 2019 kepada saksi Paslon 1.
Ketua KPU Jepara menyerahkan BA rekapitulasi hasil penghitungan perolehan suara Pilbup 2017 kepada saksi Paslon 1.
Ketua KPU Jepara menyerahkan BA rekapitulasi hasil penghitungan perolehan suara Pilbup 2019 kepada saksi Paslon 2.
Ketua KPU Jepara menyerahkan BA rekapitulasi hasil penghitungan perolehan suara Pilbup 2017 kepada saksi Paslon 2.

JEPARA – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Jepara menggelar Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi Hasil Penghitungan Perolehan Suara Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati 2017, Rabu, (22/2). Hadir dalam acara tersebut jajaran Forkopinda Jepara, Panwas Jepara, perwakilan tim kampanye masing-masing pasangan calon, Tokoh Agama, dan Masyarakat, serta jajaran penyelenggara PPK dan Panwas Kecamatan se Kabupaten Jepara.

Rapat pleno terbuka yang digelar di Aula Kantor KPU Jepara Jalan Yos Sudarso 22 itu dibuka Ketua KPU Jepara M. Haidar Fitri. Acara dimulai dengan membacakan tata tertib rekapitulasi. Rapat Pleno Terbuka itu berjalan sekitar sembilan jam. Dimulai pukul 10.30 hingga 19.30.

Hasil rekapitulasi suara Pasangan Calon Nomor Urut 1, Dr. H. Subroto, SE. MM dan H. Nur Yahman, SH mendapatkan perolehan 304.259 suara atau 48,75 persen dari total suara sah. Sedangkan Pasangan Calon Nomor Urut 2, H. Ahmad Marzuqi, SE. dan H. Dian Kristiandi, S.Sos mendapatkan 319.837 suara atau 51,25 persen dari total suara sah.

BERITA ACARA PENETAPAN HASIL PERHITUNGAN PEROLEHAN SUARA DAN PENETAPAN HASIL PEMILIHAN BUPATI DAN WAKIL BUPATI JEPARA 2017

Sesuai melakukan rekapitulasi hasil penghitungan perolehan suara dari 16 kecamatan di Kabupaten Jepara, Ketua KPU Jepara beserta anggota dan saksi Paslon 2 melakukan penandatanganan Berita Acara (BA) Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi Hasil Penghitungan dan Penetapan  Hasil Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Jepara Tahun 2017 tingkat KPU Kabupaten Jepara.

Setelah penandatanganan Berita Acara, kemudian Ketua KPU Jepara membacakan Surat Keputusan (SK) KPU Jepara Nomor: 36/Kpts/KPU-Kab-012.329342/2017 tanggal 22 Februari 2017 tentang Penetapan Rekapitulasi Hasil Penghitungan Perolehan Suara dan Hasil Pemilihan Pilbup Jepara Tahun 2017, dan selanjutnya menyerahkan SK tersebut kepada kedua saksi Paslon dan Panwaslih.

Secara umum kegiatan rekapitulasi tersebut berjalan lancar, aman dan kondusif dengan mendapatkan pengamanan dari pihak Polres Jepara, Kodim 0719 Jepara dan Satpol PP.

“Rekapitulasi hasil penghitungan perolehan suara Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Jepara 2017 selesai berjalan dengan lancar meskipun ada keberatan dari salah satu saksi pasangan calon. Ini bagian dari dinamika dari proses yang sedang kita jalankan,” ujar Komisioner KPU Jepara, Anik Solihatun.

Pasca rekapitulasi dan penetapan hasil Pilbup Jepara 2017, KPU mempersilahkan bagi pasangan calon yang merasa keberatan dengan hasil rekapitulasi untuk menempuh jalur hukum melalui Mahkamah Konstitusi (MK).

“Tiga kali 24 jam terhitung kami mengumumkan hasil rekapitulasi hari ini (22 Februari 2017), maka berikutnya terbuka ruang untuk keberatan sengketa hasil pemungutan di Mahkamah Konsitusi,” kata Anik.

Jika tidak ada yang melakukan sengketa di MK, KPU Jepara akan melakukan penetapan calon terpilih pada 8-10 maret 2017 untuk melakukan Rrapat Pleno Terbuka Penetapan Bupati dan Wakil Bupati Jepara Tahun 2017 terpilih.

Sementara itu tingkat partisipasi kehadiran pemilih yang menggunakan suaranya pada Pilbup 15 Februari 2017 lalu mencapai 73,9 persen. Data  dalam formulir DB1-KWK total pemilih baik yang dapat Daftar Pemilih Tetap (DPT), Daftar Pemilih Pindahan (DPPh) dan Daftar Pemilih Tambahan (DPTb) sejumlah 865.345 pemilih. Sementara pengguna hak pilih sejumlah 639.893.

Partisipasi tertinggi ada di Kecamatan Kembang dengan 77,8 persen. Sedangkan partisipasi terendah di Kecamatan Nalumsari dengan 67,4 persen. Komisioner KPU Jepara Divisi SDM dan Partisipasi Masyarakat Subchan Zuhri mengaku puas dengan partisipasi masyarakat dalam Pilbup 2017 ini. Menurutnya, dibanding pilkada sebelumnya, baik Pilbup maupun Pemilihan Gubernur belum pernah partisipasi di atas 70 persen.

Target KPU RI dalam Pilkada serentak 2017 ini sebenarnya 77,5 persen. Meski Jepara masih di bawah target, menurut Subchan itu karena banyaknya warga yang pada saat hari pemungutan suara tidak ada di rumah. “Ada ribuan warga yang pada tanggal 15 Februari tidak di rumah. Ada yang merantau, menjadi TKI, atau sedang belajar di luar daerah. Sehingga tidak bisa menggunakan hak pilihnya,” terangnya.

Hal itu juga terbukti ada 53.632 formulir C6 yang tidak dapat dibagikan ke pemilih karena memang pemilihnya tidak ada, baik yang sudag tidak memenuhi syarat, maupun yang tidak di rumah. “Jika dikurangi dari jumlah formulir C6 yang dikembalikan, partisipasinya bisa mencapai 78,8 persen,” pungkasnya. (Hupmas KPU Jepara)

penandatanganan-db1-plano rapat-plenno-rekapitulasi-2

 

Back to top button