Berita

KPU Kelola Logistik Pascapemilu

20190919_103656

Kpujepara.go.id – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Jepara mulai mengelola logistik setelah pelaksanaan pemilu 2019. Pemilahan berkas-berkas yang akan dijadikan arsipdan yang nonarsip sudah dimulai dalam beberapa pekan kemarin. Pada Kamis (19/9), KPUKabupaten Jepara mulai membuka kotak seluruh TPS yang ada di gudang Desa Wonorejodan Desa Bandengan. Pembukaan kotak dihadiri Ketua KPU Jepara Subchan Zuhri dan empat komisioner lain,yaitu Muntoko, Ris Andy Kusuma, Siti Nurwakhidatun, dan Muhammadun. Hadir pulakomisioner Bawaslu Kabupaten Jepara Arifin, serta perwakilan dari Kodim. Pembukaankotak TPS tersebut merupakan tindak lanjut dari rapat koordinasi yang dilakukan KPUBersama Bawaslu, Polres dan Kodim pada Selasa (17/9). Pembukaan kotak tersebut merupakan tindak lanjut dari Surat KPU Nomor 942/2019 tentangPemutakhiran Daftar Pemilih Berkelanjutan. Surat tersebut mengacu pada Peraturan KPUNomor 11/2018 tentang Penyusunan Daftar Pemilih di Dalam Negeri dalam PenyelenggaraanPemilu 2019 serta Peraturan KPU Nomor 10/2019 tentang Perubahana Keempat atasPeraturan KPU Nomor 7/2017 tentang Tahapan, Program, dan Jadwal PenyelenggaraanPemilu 2019. Sesuai regulasi, KPU kabupaten/kota harus mempersiapkan daftar pemilihkhusus (DPK) untuk diinput ke dalam sistem data pemilih (sidalih).Subchan Zuhri mengatakan, selain untuk kepentingan menginput DPK ke sidalih, pembukaankotak sekaligus dilakukan sebagai rangkaian pengelolaan logistik pemilu pascapemilu.“Logistik pemilu ini adalah dokumen. Namun karena ini pemilu sudah usai, maka sesuairegulasi kami harus menata dokumen yang akan masuk ke ruang arsip, dan logistik yangakhirnya akan dilelang. Jadi kami memiliki panduan khusus bagaimana mengelola logistikpascapemilu,” kata Subchan Zuhri. KPU tetap melibatkan pihak-pihak terkait saat membuka kotak, seperti dengan Bawaslu,kepolisian, dan Kodim. Saat membuka kotak Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) ketikaproses sengketa pemilu masih berlangsung, KPU bahkan melibatkan parpol peserta pemilu.“Kami menjaga semua tahapan pemilu, termasuk pengelolaan logistik ini menjadi bagiankerja yang harus kami lakukan secara transparan dan bisa diawasi,” kata Subchan. Sekretaris KPU Jepara Da’faf Ali mengatakan, proses pengeloaan logistik pasca pemilu akanberlangsung sepanjang September dan Oktober. Jumlah pekerja untuk pembukaan kotak, danpenataan berkas akan ditambah sesuai kebutuhan pada hari-hari berikutnya. “Saat inipenataan dilakukan di Gudang Wonorejo. Dan berikutnya jika jumlah pekerja sudahmemungkinkan, akan dilakukan hal yang sama untuk logistik yang disimpang di GudangBandengan,” kata Da’faf Ali. Sewa dua Gudang tersebut berakhir pada akhir Desember 2019,sehingga proses pengelolaan logistik pascapemilu ditargetkan selesai sebelum Desember 2019 (KPU Jepara) 20190919_111108 20190919_103833