Berita

KPU Merancang Desa Peduli Pemilu

Kpujepara.go.id – KPU Republik Indonesia sedang mematangkan rencana Program Desa Peduli Pemilu dan Pemilihan. Hal tersebut terungkap dalam Focus Group Discussion (FGD) Program Desa Peduli Pemilu dan Pemilihan yang diadakan KPU RI yang diikuti secara daring oleh KPU kabupaten/kota se- Indonesia, Kamis (20/5).

Dari KPU Jepara hadir Ketua KPU Jepara Subchan Zuhri, anggota KPU Jepara Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih dan Partisipasi Masyarakat Muhammadun, dan Kepala Sub Bagian Teknis Pemilu dan Hupmas Bagus Gede.

“Program ini dibangun untuk meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap pemilu dan pemilihan,” ujar Evi Novida Ginting Manik, anggota KPU RI Divisi Teknis. Dalam kesempatan tersebut ia menyampaikan bahwa Desa Peduli Pemilu dan Pemilihan merupakan langkah strategis KPU dalam meningkatakan partisipasi masyarakat.

Viryan Aziz, anggota KPU RI Divisi Data dan Informasi mengungkapkan masih terdapat beberapa desa yang belum melek politik. “Ada desa-desa pada setiap pemilu selalu ada masalah. Ini adalah bukti adanya desa-desa yang belum melek politik,” ujar Viryan Aziz. Menurutnya menjadi penting untuk menganggendakan desa melek politik di tingkat desa. Rencana adanya program Desa Peduli Pemilu dan Pemilihan merupakan rencana strategis yang bertujuan untuk mengedukasi masyarakat mengenai demokrasi substansial dan elektoral.

Sementara itu I Dewa Kade Wiarka Raka Sandi, anggota KPU RI Divisi Sosialisasi dan Pendidikan Pemilih mengatakan, program Desa Peduli Pemilu dan Pemilihan merupakan salah satu sarana dalam melakukan pendidikan pemilih pada masyarakat di tingkat desa.  “Program ini bertujuan untuk sarana edukasi dalam memfilter informasi, membangun kesadaran politik, serta menghindarakan masyarakat dari adanya praktik politik uang,” ungkap Raka Sandi. “Saya juga berharap program ini pada akhirnya mampu meningkatkan kuantitas dan kualitas partisipasi pemilih serta dapat membentuk kader yang dapat menggerakkan kesadaran politik di masyarakat,” lanjut dia.  Raka Sandi berharap dari kegiatan ini dapat menghimpun masukan dan gagasan dalam hal pembuatan modul teknis dari program yang direncanakan tersebut.

Untuk mematangkan modul dari program tersebut dihadirkan pula 10 narasumber baik dari akademisi maupun dari instansi pemerintah untuk memaparkan materi yang berkorelasi dengan rencana program tersebut. Para pemateri itu adalah I Dewa Kade Wiarsa Raka Sandi (KPU RI), Bahtiar (Dirjen Politik dan Pemerintahan Umum Kementerian Dalam Negeri), Luthfy Latief (direktur Fasilitasi Pemanfaatan Dana Desa Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal), Kaka Suminta (sekjen KIPP), dan Khoirunnisa Nur Agustyadi (direktur eksekutif Perludem). Lima pemateri lainnya adalah Ida Ruwaida (ketua Departemen Sosiologi Universitas Indonesia), Sudirman (dosen Universitas Tanjungpura), Arie Sujito (pakar sosiologi UGM), Muhadam Labolo (Institute Pemerintahan Dalam Negeri), dan Dadang Rahmat Hidayat (pakar komunikasi Unpad). (kpujepara.go.id)

Back to top button
Close