Berita

KPU Sosialisasi Pemutakhiran Data Pemilih di kalangan Pemuda Muhammadiyah

Kpujepara.go.id – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Jepara terus memutakhirkan data pemilih secara berkelanjutan. Masyarakat bisa berpartisipasi secara aktif dalam proses tersebut. Untuk memperluas informasi terkait pemutakhiran data pemilih tersebut, Minggu (30/8), KPU Jepara menyosialisasikannya dalam forum Baitul Arqam Dasar yang diselenggarakan Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Kabupaten Jepara di MTs Muhammadiyah di Desa Bucu Kecamatan Kembang Kabupaten Jepara.

Acara tersebut dihadiri dua komisioner KPU Kabupaten Jepara, Muhammadun dan Ris Andy Kusuma, serta Ketua PDPM Kabupaten Jepara Roy Alviantoro. Acara dihadiri perwakilan dari seluruh Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah se-Jepara.
Ris Andy memberikan paparan secara teknis bagaimana masyarakat bisa terlibat secara aktif dalam pemutakhiran data pemilih tersebut. Masyarakat yang belum terdaftar sebagai pemilih tetapi pada April 2024 sudah berusia 17 tahun, atau belum berusia 17 tahun tetapi sudah menikah, bisa dimasukkan dalam data pemilih. Selain juga kategori pemilih yang mengalami perubahan data identitas kependudukan, yang sudah meninggal dunia, atau perubahan status dari TNI/Polri lalu purnatugas, atau juga yang pindah domisili. Pemutakhiran data bisa melalui pintu online, yaitu melalui tautan https://bit.ly/updating_data_pemilih_jepara. Selain melalui cara online, juga bisa dating langsung ke Kantor KPU Jepara.
Muhammadun menjelaskan pemutakhiran data pemilih berkelanjutan dilakukan KPU setiap hari, dan diplenokan setiap sebulan. Masyarakat bisa mengikuti pleno terbuka secara live melalui akun resmi media sosial milik KPU Kabupaten Jepara. “Pemutakhiran data pemilih ini, meski di luar tahapan pemilu/pilkada, dilakukan untuk melindungi hak pilih masyarakat,” kata Muhammadun.
Dalam kesempatan tersebut, Muhammadun yang menjadi narasumber bertema Public Relations di Era New Media menyatakan urgensi manajemen informasi dan komunikasi sebuah lembaga atau organisasi di era digital. “Lembaga formal maupun norformal memiliki kepentingan timbal balik dengan publik. Ruang komunikasi itu kini banyak dihantarkan dengan perangkat internet. Konten-konten berbasis digital menjadi kebutuhan, bahkan termasuk didalamnya ruang interaksi dan pengambilan keputusan. Terlebih di masa pandemi,” kata Muhammadun.
Era digital itu, kata Muhammadun, juga menuntut adanya adaptasi-adaptasi untuk dua kompetensi sekaligus, yakni kompertensi teknis teknologi informasi berbasis konten digital, serta kompetensi dalam manajemen komunikasi. (kpujepara)