Berita

Langkah Strategis KPU Jepara dalam Memutakhirkan Data Pemilih

Kpujepara.go.id – Berbagai upaya strategis telah dilakukan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Jepara dalam memutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan. Hal tersebut terungkap dalam rapat koordinasi (rakor) terkait pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (DPB) periode Juni 2021 yang diselenggarakan secara daring, Selasa (29/6).

Rakor dipimpin Ketua KPU Kabupaten Jepara Subchan Zuhri dan diikuti empat komisioner lainnya, yaitu Muntoko, Ris Andy Kusuma, Muhammadun, dan Siti Nurwakhidatun serta Sekretaris KPU Da’faf Ali. Ikut serta secara daring di antaranya Bawaslu, perwakilan partai politik, Kementerian Agama Kabupaten Jepara, Pengadilan Negeri Kabupaten Jepara, Disdukcapil, Bagian Tata Pemerintahan Setda Jepara serta Polres dan Kodim 0719/Jepara.

Ketua KPU Kabupaten Jepara Subchan Zuhri menyampaikan meski dalam situasi pandemi KPU Jepara tetap melakukan rapat koordinasi bersama stakeholder. “ Hal ini bentuk ikhtiar kami dalam mempersiapkan data pemilih yang lebih akurat serta mutakhir untuk menghadapi pemilu yang akan datang,” kata Subchan.”Rakor ini adalah rakor triwulan kedua dalam tahun ini,” ungkap Subchan. “Tedapat perubahan mekanisme baru yang berbeda dengan tahun lalu, yakni, rakor pemutakhiran data pemilih berkelanjutan diadakan dalam tiga bulan sekali,” lanjut Subchan.

Subchan Zuhri  menjelaskan bahwa KPU Jepara telah menindaklanjuti berbagai masukan pada rakor triwulan pertama. “Kami telah berkoordinasi dengan Polres serta Kodim. Ini sebagai bentuk upaya kami dalam menjaring data personil baru maupun yang telah purnatugas,” ungkap Subchan. Selain itu Subchan menerangkan bahwa KPU Jepara masih terus melakukan upaya-upaya dalam menjaring masukan warga terkait perubahan data kependudukan. “Dalam upaya kami dalam menjaring perubahan data kependudukan sampai ke tingkat bawah kami telah merencanakan koordinasi sampai ke tingkat desa. Namun rencana tersebut harus dijadwal ulang karena kondisi pandemi di Kabupaten Jepara pada bulan ini yang masih termasuk dalam zona merah,” lanjut Subchan.

Muntoko, anggota KPU Kabupaten Jepara Divisi Perencanaan, Data dan Informasi dalam kesempatan itu menyerukan kepada seluruh stakeholder untuk ikut dalam mengedukasi penduduk Kabupaten Jepara agar berpatisipasi aktif dalam pemutakhiran data pemilih. “Partisipasi itu dapat diwujudkan dengan terus aktif dalam memberikan masukan dan saran pada kanal-kanal yang telah disediakan,” terang Muntoko. Kanal masukan itu bisa dilakukan dengan datang langsung ke kantor KPU Kabupaten Jepara di Jalan Yos Sudarso 22. Selain itu bisa juga secara daring melalui tautan  http://bit.ly/pemilihjepara maupun melalui website KPU Jepara di www.kpujepara.go.id.

Muntoko mengungkapkan terkait pemutakhiran DPB periode Juni 2021, jumlah pemilih di  Kabupaten Jepara sebanyak 880.524 pemilih dengan rincian 439.072 pemilih laki-laki dan 441.452 pemilih perempuan.

Muntoko juga memaparkan jika berbasis pada hasil pemutakhiran data pemilih Februari hingga Juni 2021 terdapat penambahan jumlah pemilih baru sebanyak 5.551 pemilih dan terdapat pula 1.800 pemilih yang masuk dalam pemilih tidak memenuhi syarat (TMS). “Dari Februari hingga Juni terdapat tren kenaikan jumlah pemilih sebesar 0,04 persen hingga 0,12 persen di setiap bulannya,” terang Muntoko.

Beberapa masukan dan tanggapan disampaikan peserta rakor. Sujiantoko, Ketua Bawaslu Kabupaten Jepara menyarankan kepada partai politik untuk berpartisipasi aktif dalam pemutakhiran DPB karena partai politik memiliki peran tersendiri. Partai politik memiliki keanggotaan hingga ke ranting.

Nurkholis, perwakilan PDI Perjuangan menyampaikan bahwa parpol telah ikut bertisipasi dalam pemutakhiran data pemilih dengan senantiasa ikut mensosialisasikan kanal-kanal yang disediakan oleh KPU Jepara sampai ke tingkat bawah. (kpujepara)

Back to top button
Close