Berita

Mahasiswa Bisa Jadikan Pemilu sebagai Pembelajaran

Kpujepara.go.id – Perguruan tinggi, memiliki peran yang strategis dalam percaturan demokrasi seperti pemilu dan pilkada. Selain menjadikannya sebagai ruang partisipasi, juga dapat menjadi tempat pembelajaran.

Hal itu mengemuka dalam diskusi saat silaturahmi KPU Kabupaten Jepara dengan Universitas Islam Nahdlatul Ulama (Unisnu) Jepara di gedung rektorat Unisnu, Rabu (12/2). Rombongan dari KPU yang hadir dalam acara itu adalah Ketua KPU Jepara Subchan Zuhri Bersama tiga komisioner lain, yaitu Ris Andy Kusuma, Siti Nurwakhidatun, dan Muhammadun. Selain itu juga Kasubag Hukum Sekretariat KPU Nur Fadloni. Rombongan dari KPU diterima Rektor Unisnu Sa’dullah Assa’idi bersama wakil Rektor III Musthofa Mukhtar, serta Kabag Kerjasama dan Humas Unisnu dedi Merisa.

Muhammadun mengatakan, kedatangan KPU ke Unisnu adalah untuk menguatkan silaturahmi yang selama ini terjalin, terutama selama proses penyelenggaraan pemilu 2019. Meskipun pada pemilu sebelumnya, 2014 sudah terjalin kerja sama di bidang riset. “Unisnu dengan 10.000 an mahasiswa serta hamper 300 tenaga dosen dan karyawan, adalah entitas besar dunia akademik di daerah yang telah menjadi bagian dari masyarakat yang turut mewarnai kesukses pemilu 2019,” kata Muhammadun.

Pemilu 2019, lanjut Muhammadun yang dilakukan serentak untuk lima jenis pemilihan, yaitu pemilihan presiden dan wakil presiden, DPR RI, DPD RI, DPRD provinsi, dan DPRD kabupaten adalah sejarah baru, sekaligus meninggalkan jejak-jejak yang bisa diteliti secara akademis. “Kami di KPU sedfang mendigitalisasi data-data kepemiluan tersebut, sehingga ini bisa bermanfaat untuk mendukung riset-riset kepemiluan yang bisa saja dilakukan oleh perguruan tinggi, ataupun untuk layanan informasi yang dibutuhkan masyarakat,” lanjut Muhammadun.

Sementara itu Ris Andy mengatakan, keterlibatan Unisnu secara langsung dalam pemilu cukup banyak. Salah satunya beberapa kali menjadi tempat untuk pendidikan pemilih dan sosialisasi pemilu. Para mahasiswanya juga banyak yang terlibat dalam penyelenggaraan pemilu secara langsung seperti menjadi Kelompok Panitia Pemungutan Suara (KPPS) dan anggota Relawan Demokrasi. Organisasi kemahasiswaan baik intra maupun ekstra kampus juga menjadi corong aspirasi dalam kepemiluan.

Siti Nurwakhidatun menambahkan, di KPU Jepara ada Lorong Pintar (Lontar) yang selain menyajikan data-data sejarah kepemiluan dan pilkada, kini juga diperkuat dan dilengkapi dengan data-data digital. Pelajar, juga mahasiswa bisa mengunjunginya serta berdiskusi di dalamnya.

Rektor Unisnu Sa’dullah Assa’idi mengapresiasi silaturahmi tersebut, yang menjadi penanda sinergitas antar kedua lembaga. KPU, bersama perguruan tinggi, kata dia, memiliki ruang-ruang untuk bekerja sama lebih intensif. “Ada banyak isu kepemiluan yang bisa dikaji bersama. Tidak hanya money politic, tapi bisa hal-hal lain,” kata dia.

Sementara itu Musthofa Mukhtar menandaskan, pemilu dapat menjadi ruang pembelajaran mahasiswa. Generasi muda, pelajar maupun mahasiswa, memiliki kecenderungan menjaga jarak dengan dinamika politik dan kepemiluan. Ini perlu diatasi, sebaba bagaimanapun regenerasi kepemimpinan politik adalah melalui proses demokrasi seperti pemilu dan pilkada. “Inilah pentingnya pendidikan pemilih atau politik bagi anak muda,” katanya.

 

Ke Pengadilan Agama

Usai acara di Unisnu, rombongan KPU bersilaturahmi ke Kantor Pengadilan Agama (PA) Jepara. Rombongan dari KPU diterima Ketua PA Jepara Imam Syafi’i. Meski tak terkait secara langsung secara kelembagaan dalam kepemiluan, namun KPU tetap menjaga hubungan baik antarlembaga di daerah. Di pengujung acara, Ketua KPU Subchan Zuhri menyerahkan buku tahapan pemilu 2019, kepada Unisnu dan Pengadilan Agama Jepara. (kpujepara)