Berita

Modul Pendidikan Pemilih di Tengah Pandemi Dinilai Penting

 

Kpujepara.go.id – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Jawa Tengah mengekspose hasil penyusunan modul pendidikan pemilih untuk daerah rawan bencana nonalam (pandemi) di Hotel Patra Semarang, Rabu (30/12). Modul Pendidikan pemilih di tengah penyelenggaraan pemilu/pemilihan dinilai penting untuk mengawal proses demokrasi elektoral sesuai konstitusi dan menjaga mutu demokrasi.
Ekspose dilakukan Ketua KPU Provinsi Jawa Tengah Yulianto Sudrajat. Acara yang dipandu Kepala Bagian Hukum, teknis, dan Hubungan Partisipasi Masyarakat KPU Provinsi Jateng Dewantoputra Adhi Permana itu dihadiri berbagai stakeholder, baik instansi terkait di lingkungan Provinsi Jawa Tengah, kalangan perguruan tinggi, maupun organisasi-organisasi kemahasiswaan. KPU kabupaten/kota dari Jateng juga mengikuti kegiatan tersebut secara daring.
“Seandainya pandemi ini belum juga berakhir di tengah pemilu/pemilihan ke depan, maka modul pendidikan pemilih ini akan bermanfaat. Semangat kami dalam setiap penyelenggaraan pemilu/pemilihan adalah bagaimana demokrasi elektoral berjalan sesuai regulasi, bersamaan dengan terjaga dan meningkatnya mutu demokrasi,” kata Yulianto Sudrajat.
Modul tersebut disusun berdasarkan pengalaman penyelenggaraan pilkada serentak 9 Desember 2020, dimana sejak tahapan awal sudah ada di masa pandemi Covid-19. Di Jawa Tengah ada 21 kabupaten/kota yang menggelar pilkada. Banyak dinamika yang menyertai, karena regulasi seluruh tahapan harus menyesuaikan dengan revisi-revisi yang bertalian dengan keharusan menaati protokol kesehatan.
KPU sebagai penyelenggara, harus melaksanakan pilkada yang telah diputuskan dijalankan pada 9 Desember, saat pandemi masih berlangsung. Fokus KPU adalah bagaimana menyelenggarakan pilkada sesuai regulasi dan demokrasi elektoral tetap terjaga mutunya, namun di sisi lain harus meyakinkan ke pemilih bahwa dengan menaati protokol kesehatan yang dijalankan KPU, maka akan bisa mencegah penularan Covid-19. “Pilkada serentak ini benar-benar ada dalam bayang-bayang kekhawatiran atau ketakutan pemilih untuk datang ke TPS karena potensi penularan Covid-19. Ini yang menjadi fokus perhatian KPU, bagaimana memberikan pendidikan pemilih dan sosialisasi protokol kesehatan secara massif. Pilkada akhirnya dapat diselenggarakan dengan lancar dengan tingkat kepatuhan terhadap protokol kesehatan yang tinggi,” kata Yulianto.
Anggota KPU Provinsi Jawa Tengah Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih dan Partisipasi Masyarakat Diana Ariyanti mengatakan, sebelum dilakukan ekspose modul, sebelumnya KPU Provinsi Jawa Tengah telah melibatkan berbagai stakeholder untuk menyerap masukan-masukan dalam penyusunan modul. Di antaranya dari perguruan tinggi, dinas dan instansi terkait di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Mapilu Jawa Tengah, Satgas Covid-19 Jawa Tengah, dan Komisi Informasi Jawa Tengah.
Diana Ariyanti juga mengatakan, pihaknya melibatkan perwakilan lima anggota KPU Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat, dan SDM di Jateng dalam penyusunan modul itu. Mereka adalah Muhammadun (KPU Kabupaten Jepara), Abd Rochim (KPU Kota Salatiga), Thomas Budiono (KPU Kota Tegal), Ahmad Kholil (KPU Kabupaten Kudus), dan M Syarif SW (KPU Kabupaten Banjarnegara) dalam menyusun modul tersebut. Mereka adalah KPU Kabupaten untuk berkolaborasi dengan provinsi, terutama dalam penggalian data di beberapa kabupaten/kota di Jateng, seperti Kabupaten Grobogan, Wonosobo, Pemalang, juga Kota Semarang. (kpujepara).

Back to top button