Berita

Monitoring Pendataan Pemilih di Karimunjawa

img_6582

KPU Jepara melakukan monitoring dan supervisi pendataan pemilih ke Karimunjawa pada hari Selasa dan Rabu lalu. Dua orang Komisioner KPU Jepara Andi Rahmat dan Koko Suhendro didampingi sekretariat mengumpulkan PPK Karimunjawa beserta PPS Karimunjawa dan Kemojan di Balaidesa Kemojan. KPU meminta kepada PPK dan PPS untuk terus-menerus memperbaiki data pemilih agar data pemilih kita semakin baik dan valid. KPU juga memerintahkan kepada PPK dan PPS untuk secepatnya memberikan surat permohonan perekaman KTP elektronik kepada pemilih yang belum memiliki KTP elektronik agar bisa didata sebagai pemilih pada Pilbup Jepara tahun 2017 ini.

Andi Rahmat menegaskan kepada PPK dan PPS bahwa batas terakhir pemilih melaporkan sudah melakukan perekaman KTP elektronik ke PPS tanggal 27 Nopember 2016 dan ke KPU Jepara tanggal 6 Desember 2016. Jika sampai pd batas waktu yang ditentukan pemilih belum melaporkan sudah melakukan perekaman, KPU Jepara akan mencoret nama pemilih meskipun sebelumnya pemilih tersebut telah didata dalam DPS.

Pemilih yang tidak memiliki KTP elektronik di Karimunjawa sebesar 552 orang. Desa Karimunjawa sebanyak 324 orang, Desa Kemujan 77 orang, Desa Parang 37 orang, dan Desa Nyamuk 12 orang. Surat permohonan perekaman KTP elektronik kepada pemilih di Desa Parang dan Desa Nyamuk sudah diberikan semua. Sementara PPS Karimunjawa dan PPS Kemujan membagikan surat kepada pemilih mulai Selasa.img_6574

“Selain mengumpulkan PPK dan PPS, KPU Jepara juga melakukan sampling data pemilih yang terdaftar di formulir AC-KWK di Desa Kemojan. Nasrudin berusia 17 tahun pada bulan Februari 2016. Baru melakukan perekaman KTP elektronik bulan Juli 2016. Nama Nasrudin terdata di portal belum KTP elektronik. KPU Jepara memerintahkan PPS Kemujan untuk memperbaiki data pemilih tersebut. Selain Nasrudin, KPU Jepara menemui pemilih bernama Roni. Roni berusia 18 tahun dan belum melakukan perekaman KTP elektronik. Saat ditemui, Roni mengatakan memang tidak akan melakukan perekaman KTP elektronik di Karimunjawa karena akan pindah ke Batam setelah lulus sekolah. Kami menyarankan kepadanya untuk melakukan perekaman KTP elektronik di Karimunjawa terlebih dahulu sebelum pindah ke Batam agar dapat dicatat sebagai pemilih”, penjelasan Andi Rahmat.

Selain dua orang tersebut, KPU Jepara juga menemui Pak Sakim. Pak Sakim merupakan orang tua pemilih bernama Ali Ahmadi. Ali Ahmadi merantau ke Bangka Belitung. Pak Sakim mengatakan bahwa anaknya sudah memiliki KTP elektronikn namun karena yang bersangkutan tidak dapat ditemui oleh PPDP pada saat dilakukan pencocokan dan penelitian data pemilih pada tanggal 8 September sampai 7 Oktober 2016, nama Ali Ahmadi dimasukkan dalam data AC-KWK.

“KPU berharap masyarakat proaktif untuk melakukan perekaman KTP elektronik bagi yang belum perekaman serta melaporkan dirinya ke PPS setempat jika diketahui namanya belum terdaftar di DPS. Nama-nama pemilih dalam DPS sudah diumumkan di desa-desa. Mari kita cek nama kita, sudah terdaftar atau belum agar kita bisa menggunakan hak pilih pada tanggal 15 Februari 2017 di TPS”, pinta Andi.

img_6560

img_6615

Back to top button
Close