Berita

Pantun, Pecahkan Keseriusan Peserta Konsolidasi Akbar

Ketua KPU Jepara Subchan Zuhri memberikan sambutan pada acara Konsolidasi Akbar Penyelenggara Pemilu 2019 di Kabupaten Jepara, Senin (10/12/2018).
Ketua KPU Jepara Subchan Zuhri memberikan sambutan di hadapan seluruh penyelenggara pemilu mulai dari KPU Kabupaten, PPK, PPS dan jajaran sekretariat pada acara Konsolidasi Akbar Penyelenggara Pemilu 2019 di Kabupaten Jepara, Senin (10/12/2018).

KPUJepara – Penyelenggara pemilu se-Kabupaten Jepara menyatakan kesiapan menyelenggarakan Pemilu 2019 mendatang. Hal itu ditandai dengan kehadiran mereka di Gedung Wanita Kartini Jepara dalam acara Konsolidasi Akbar Penyelenggara Pemilu tahun 2019 di Kabupaten Jepara, Senin (10/12/2018).

Ada sekitar 1.290-an peserta yang hadir. Mereka terdiri dari Panitia Pemungutan Suara (PPS) bersama sekretariat, Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) bersama sekretariat, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Jepara bersama sekretariat.

Untuk kemantapan kesiapan ini, KPU Kabupaten Jepara mengundang seluruh pejabat Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompinda). Dalam kesempatan ini, Forkompinda memberikan pembekalan kepada penyelenggara Pemilu 2019. Secara berturut-turut Wakil Bupati Jepara Dian Kristiandi, Dandim Jepara Letkol (Czi) Fachrudi Hidayat, Wakapolres Jepara Kompol Dr. Pranandya Subiyakto, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Jepara Dwianto Prihartono, Ketua Pegadilan Negeri Jepara yang diwakili Humas Pengadilan Negeri Jepara Buyung Dwikora Bayu Agung Kurniawan, dan Ketua Pengadilan Agama (PA) Jepara Imam Syafi’i.

Meski membawakan materi tentang kepemiluan, mereka tetap membuat peserta Konsolidasi Akbar tidak tegang. Mereka memecahkan keseriusan peserta dengan membacakan pantun.

Kali pertama pantun disampaikan Ketua KPU Kabupaten Jepara Subchan Zuhri saat mengakhiri sambutan. Selepas itu diikuti Wakapolres Jepara Kompol Dr. Pranandya Subiyakto, Humas Pengadilan Negeri (PN) Jepara Buyung Dwikora Bayu Agung Kurniawan, dan Ketua Pengadilan Agama Jepara Imam Syafi’i.

Wakil Bupati Jepara Dian Kristiandi S.Sos memberikan arahan dalam acara Konsolidasi Akbar Penyelenggara Pemilu 2019 di Kabupaten Jepara.
Wakil Bupati Jepara Dian Kristiandi S.Sos memberikan arahan dalam acara Konsolidasi Akbar Penyelenggara Pemilu 2019 di Kabupaten Jepara.

Dalam kesempatan itu, Wakil Bupati Jepara Dian Kristiandi menekankan pentingnya penyelenggara pemilu yang netral, profesional dan berintegritas. “Mampu mewujudkan dan memberi jawaban kepada masyarakat dengan menyelenggarakan pemilu dengan baik. Pemilu tanpa ekses,” paparnya.

Sedangkan, Dandim 0719 Jepara Letkol (Czi) Fachrudi Hidayat lebih menekankan pada kerawanan yang terjadi dalam pemilu. Yaitu, money politics, black campaign, dan isu SARA. Persoalan keamanan juga menjadi fokus pihaknya. “Penyelenggara pemilu fokus saja pada tugasnya menjalankan tahapan. Persoalan keamanan serahkan saja pada kami TNI dan Polri,” sambungnya.

Begitu juga di Polri. Wakapolres Kompol Dr. Pranandya Subiyakto menambahkan, ada sekitar 550 personel yang disiapkan. Jumlah tersebut belum ditambah dari komponen lain, yaitu dari TNI, Satpol, dan Linmas. “Kami dari tingkat Polri hingga bawah ingin menciptakan suasana yang kondusif,” ujarnya.

Komandan Kodin 0719 Jepara letkol (czi) Fahrudi Hidayat memberikan arahan dalam acara Konsolidasi Akbar Penyelenggara Pemilu 2019 di Kabupaten Jepara.
Komandan Kodin 0719 Jepara letkol (czi) Fachrudi Hidayat memberikan arahan dalam acara Konsolidasi Akbar Penyelenggara Pemilu 2019 di Kabupaten Jepara.

Sedangkan, Kajari Jepara Dwianto Prihartono dalam kesempatan itu membagikan kaus anti korupsi yang baru saja dibagikan dalam rangka peringatan hari antikorupsi nasional kepada anggota Bawaslu Jepara Abd Khalim dan Ketua KPU Jepara Subchan Zuhri. Selepas itu dia menerangkan, kejaksaan bisa mewakili KPU sebagai jaksa pengacara negara (JPN) dalam menghadapi gugatan Perdata dan PTUN.

Humas PN Bayu Agung Kurniawan memaparkan sengketa pemilu ada dua. Yaitu, administrasi dan proses. Masing-masing sengketa itu harus melalui Bawaslu terdahulu. Namun, di antara dua itu, PN hanya terkait sengketa administrasi. Untuk Ketua Pengadilan Agama (PA) Jepara Imam Syafi’i menambahkan, Pemilu 2019 ini berpotensi terjadi pelanggaran terkait SARA. “Biasanya pelakunya mengedepankan ke-kita-an. Ini yang harus diantisipasi,” ujarnya.

Wakapolres Kompol memberikan arahan dalam acara Konsolidasi Akbar Penyelenggara Pemilu 2019 di Kabupaten Jepara.
Wakapolres Kompol Dr. Pranandya Subyakto memberikan arahan dalam acara Konsolidasi Akbar Penyelenggara Pemilu 2019 di Kabupaten Jepara.

Konsolidasi Akbar Penyelenggara Pemilu se-Kabupaten Jepara ini dimeriahkan grup band Isolaska. Selain itu, ada hiburan tarian tradisional dan dancer dari YM Crew. “Kami selalu mengingatkan penyelenggara Pemilu 2019 untuk mengedepankan netralitas, profesionalitas dan integritas. Sebagai manusia salah dan lupa adalah kodratnya. Namun, jangan sampai terjadi kesalahan atau kelupaan yang disengaja. Apalagi dilakukan secara sistematis,” ungkap Subchan Zuhri, ketua KPU Jepara. (andy/kpu jepara)

img_5147-min

 

Back to top button