Berita

Partisipasi Mahasiswa Dinilai Strategis di Era Pandemi

Kpujepara.go.id – Masyarakat dari semua kalangan harus menerima tantangan besar di masa pandemi covid-19. Berbagai sektor kehidupan terkena dampaknya, seperti ekonomi, sosial, dan pendidikan. Protokol kesehatan membatasi ruang gerak untuk mencegah meluasnya wabah. Beragam upaya untuk pulih dari kondisi dilakukan. Di tengah keterbatasan ruang gerak atau mobilitas masyarakat, ada ruang terbuka yang masih bisa dimasuki sebagai ruang aktivitas, yaitu ruang internet.
Mahasiswa, sebagai bagian dari kaum milenial yang melek dengan teknologi dan informasi, memiliki peluang besar untuk menunjukkan partisipasinya di ruang digital. Selain bisa berperan dalam upaya memberikan pendidikan ke masyarakat terkait kesadaran untuk bersama-sama mencegah penularan covid-19, mereka juga bisa berbagi ide-ide segarnya dalam membuka kebuntuan kegiatan-kegiatan ekonomi masyarakat, juga di bidang pendidikan.

Hal itu dikemukakan Muhammadun, koordinator Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat, dan Sumber Daya Manusia KPU Kabupaten Jepara dalam kegiatan pendidikan pemilih Goes to Campus yang diselenggarakan di Balai Desa Bantrung Kecamatan Batealit pada 12 Agustus 2020 dan di Balai Desa Nalumsari Kecamatan Nalumsari. Kegiatan bertema Ruang Partisipasi Digital Kaum Milenial di Masa Pandemi ini diikuti para mahasiswa yang kuliah kerja nyata (KKN) di desa-desa di Kecamatan Batealit, Kecamatan Nalumsari, Kecamatan Kalinyamatan, dan Kecamatan Mayong.
Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua KPU Kabupaten Jepara Subchan Zuhri, dan para komisioner lainnya, yaitu Muntoko dan Ris Andy Kusuma. Dari Unisnu, hadir Ketua Panitia KKN, Hudi. Petinggi (kepala desa) Bantrung Nur Sholeh serta Ketua BPD Desa Bantrung Ahmad Nurul Huda juga hadir.

“Pandemi memperlihatkan masyarakat, terutama kaum muda, makin menjadikan internet sebagai kebutuhan. Mereka dengan segala bentuk partisipasinya di tengah masyarakat, menjadikan platform media sosial sebagai kanal komunikasi untuk beragam kepentingan. Mereka benar-benar menguatkan internet sebagai ruang publik yang bisa menjembatani eksistensi mereka di tengah kehidupan,” kata Muhammadun.
Muhammadun melihat ada tiga hal yang bisa dilakukan kaum muda, terutama mahasiswa di masa pandemic. Pertama, mengasah kreativitas dengan bersikap optimistis dan adaptatif. Kedua, berperan dalam kegiatan yang positif di ruang digital, misalnya terlibat aktif dalam kegiatan literasi digital karena banyaknya hoaks, berbagi tips bisnis, pelatihan daring tentang keterampilan-keterampilan digital yang bermanfaat untuk masyarakat. Ketiga, secara langsung mahsiswa juga bisa menjadi bagian bangsa dalam menguatkan literasi ke masyarakat tentang upaya-upaya mencegah penularan covid-19.
Ketua KPU Jepara Subchan Zuhri mengatakan, pelaksanaan kegiatan pendidikan pemilih ini berbasis kampus ini tidak bisa dilakukan di kampus, karena proses perkuliahan masih berjalan daring. Kegiatan KKN mahasiswa di desa-desa ia sebut strategis sebagai ajang pendidikan pemilih karena mahasiswa ada di tengah masyarakat yang kini sedang ada di masa pandemi.

Ketua Panitia KKN Unisnu Hudi mengatakan, KKN tahun ini diikuti lebih dari 570 mahasiswa yang tersebar di 16 kecamatan di Kabupaten Jepara. Karena masih di masa pandemi, mahasiswa yang KKN banyak melakukan kegiatan-kegiatan yang bersifat daring. “Jika pun ada pertemuan, maka jumlahnya sangat terbatas dan dengan protokol Kesehatan,” kata Hudi.
Ayu Oktavianingrum, koordinator tim KKN Kecamatan Nalumsari mengatakan, pihaknya bersama para mahasiswa KKN lainnya membuat video-video potensi ekonomi desa sebagai upaya untuk mempromosikan produk-produk industri rumahan di desa.
Dimas, koordinator mahasiswa KKN di Kecamatan Batealit mendiskusikan hal-hal terkait kepemiluan, di antaranya bagaimana pilkada yang diselenggarakan saat pandemi, juga hal-hal yang sifatnya diskursus seperti pemilu yang berbasis teknologi informasi. Diskusi tentang politik uang juga diangkat para mahasiswa.
Dalam kesempatan ini Muntoko menyampaikan salah satu program di KPU Kabupaten Jepara, yaitu pemutakhiran daftar pemilih berkelanjutan melalui https://bit.ly/updating_data_pemilih_jepara. Melalui tautan ini masyarakat secara aktif bisa menyampaikan data diri, yang kemudian akan diverifikasi oleh KPU ke dalam daftar pemilih. Masyarakat melalui tautan itu bisa menyampaikan perubahan data pemilih, perubahan status pemilih serta pemilih yang meninggal dunia. Atau bagi pemilih baru, misalnya sudah berusia 17 tahun, bisa memasukkan data diri melalui tautan tersebut. (kpujepara).