Berita

Pemilih Baru Memanfaatkan Media Baru dalam Partisipasi

Kpujepara.go.id – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Jepara bersama dengan Ikatan Pelajar NU (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri NU (IPPNU) menyelenggarakan pendidikan pemilih untuk kaum muda dan pemula di sela-sela kegiatan Latihan Kader Utama di SMK Sadamiyah Desa Guyangan Kecamatan Bangsri, Jumat (2/10) lalu. Kegiatan yang diikuti 40-an pelajar dari 16 kecamatan di Jepara tersebut banyak dimanfaatkan peserta untuk berdialog.Kordinator Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat dan Sumber Daya Manusia KPU Kabupaten Jepara Muhammadun yang menjadi narasumber menyampaikan materi bertema Partisipasi Kaum Muda di Era New Media. Ia menyampaikan hal itu lantaran gaya hidup kaum muda yang nyaris tak berjarak dengan koneksi internet serta berbagai platform media sosial dalam berkomunikasi dan mendapatkan/berbagi informasi untuk beragam kepentingan.Kholifatun Nisa, perwakilan peserta dari Kecamatan Donorojo menganggap penting keterlibatan kaum muda, termasuk pelajar dalam bentuk konten-konten yang terhubung internet. “Dalam bentuk tulisan misalnya. Ini penting bagi pelajar. Namun tantangannya tidak mudah menekuni dunia tulis menulis untuk mengekpresikan gagasan, apalagi bisa istikamah,” kata Nisa. Dalam kesempatan itu ia juga bertanya bagaimana literasi menulis sebagai ruang menarasikan gagasan, serta literasi berdemokrasi bagi pelajar bisa ditanamkan di kalangan pelajar.Nasrudin, perwakilan peserta dari Kecamatan Mayong mengungkapkan pengalamannya dalam membangun komunikasi di komunitas virtual. Ia menganggap penting bagi kaum muda untuk memahami dunia digital secara utuh agar kiprahnya tidak salah arah. Baginya, tanpa literasi digital yang cukup, kaum muda yang banyak menjadi warganet akan sulit memberikan partisipasi yang efektif.

Karim, perwakilan peserta dari Kecamatan Bangsri mengatakan betapa sulit mendeteksi kebenaran informasi yang beredar di media sosial. Sedangkan di sisi lain opini-opini yang berserakan dan terus mengalir itu disadari atau tidak akan membentuk atau memengaruhi publik. Ia pun bertanya tentang cara-cara yang bijak bagi kaum muda dalam mengikuti ruang publik digital tersebut agar tak mudah terombang-ambing.

Muhammadunmengatakan, jaringan internet memegang peran penting dalam mengubah perilaku di ruang publik yang difasilitasi media sosial. Karena itu literasi menjadi sangat penting di kalangan pelajar. “Pelajar seyogyanya terbiasa dan bisa mewarnai kultur dialog dan diskusi yang kini memenuhi ruang publik digital. Latihan-latihan keterampilan yang dibutuhkan dan mendukung partisipasi pelajar juga sangat penting agar mereka makin matang secara personal, psikologis, maupun sosial,” kata Muhammadun. Media baru yang ditandai munculnya banyak platform media sosial, kata Muhammadun, berpotensi memberi ruang luas bagi warganet, khususnya kaum muda untuk menemukan dinamika-dinamika politik yang berujung pada kesadaran-kesadaran. Meskipun hal ini butuh kejelian mengingat dinamika politik di internet memiliki sekian banyak narasi offside dan tak sehat. Kedua, melalui pergaulan di internet, jika dilakukan dengan benar, juga dapat mengunduh nilai-nilai, persepsi, ide-ide, dan teman-tema tepat dan berorientasi pada kaum muda. Ketiga, ruang internet, dalam titik tertentu, juga dapat memberi wadah partisipasi politik kaum muda dalam berdemokrasi yang sehat. “Saya hanya mengingatkan, pergaulan di internet mutlak membutuhkan literasi dan kecerdasan, termasuk kematangan. Sebab percakapan virtual, di luar sisi baiknya, juga memiliki sisi buruk jika tanpa filter,” kata Muhamadun. (kpujepara).