Berita

Pemilih Perempuan Harus Berani Perangi Politik Uang

Anggota KPU Jepara Anik SHolihatun (kanan) dan Kajari Jepara Yuni Daru Winarsih saat memberikan materi sosialisasi Pilbup Jepara 2017 (10/1/2017).
Anggota KPU Jepara Anik Sholihatun (kanan) dan Kajari Jepara Yuni Daru Winarsih saat memberikan materi sosialisasi Pilbup Jepara 2017. (Foto KPU Jepara)

 JEPARA – Penyelenggaraan Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Jepara Kabupaten Jepara tinggal menghitung hari. KPU Jepara terus mempersiapkan segala hal untuk menyukseskan pemilihan yang di selenggarakan pada Rabu, 15 Februari mendatang. Termasuk gencar menggelar sosialisasi.

Selasa, (10/1) KPU Kabupaten Jepara menyelenggarakan sosialisasi dengan segmen pemilih perempuan di Aula Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Jepara. Komisioner KPU Jepara, Anik Solihatun dan Kepala Kejaksanaan Negeri, Yuni Daru Winarsih menjadi pemateri acara tersebut.

Acara yang dihadiri oleh perwakilan organisasi perempuan dari berbagai elemen, baik organisasi kemasyarakatan, keagamaan, kepemudaan dan organisasi perempuan dari semua partai politik. Sosialisasi diharapkan dapat meningkatkan Partisipasi politik perempuan dalam Pilbup 2017.

Dalam kesempatan itu, Komisioner KPU Japara Anik Sholihatun mengingatkan pada peserta yang hadir bahwa musuh bersama yang kita hadapi adalah politik uang. ”Saya percaya pada panjenegan (anda-red) bahwa politik uang adalah merusak,” katanya.

Oleh karenanya, KPU berharap, pemilih perempuan yang dalam setiap hajat pemilu selalu tercatat partisipasinya tinggi dapat turut menjaga Pilbup Jepara agar berintegritas tanpa diwarnai politik uang. ”Tidak ada yang bisa menyelamatkan masa depan Jepara ini kecuali kita sendiri,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, sisinggung pula hak pilih dan partisipasi perempuan dalam pemilihan umum di Kabupaten Jepara lebih besar dibanding dengan laki-laki. Dari data pada pemilihan Bupati Jepara pada tahun 2012 menunjukkan partisipasi perempuan lebih besar dari laki-laki dengan presentasi 71% dibanding 60%.

Lebih lanjut, pada Pileg 2014, perempuan di Kabupaten Jepara lebih berpartisipatf dengan 84% sementara pemilih laki-laki yang hanya berpartisipatif 74%. Sedangkan pada Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden tahun 2014 tercatat 79% perempuan menggunakan hak pilihnya, sementara pemilih laki-laki dengan 67%.

Anik menambahkan, pada Pilbup Jepara Tahun 2017 menunjukkan Jumlahdaftar pemilih tetap (DPT) perempuan lebih banyak dari pada laki-laki. Dari jumlah DPT 858.958 terdiri dari 430.860 pemilih perempuan dan 428.098 pemilih laki-laki.

Ada Potensi suara perempuan dalam Pilbup Jepara digunakan untuk segelintir golongan untuk dimanfaatkan sebagai pendulang suara untuk memenangi kontestasi dalam pemilihan kepala daerah. ”Pilih calon Bupati dan Wakil Bupati berdasarkan minimal Progarm, Visi dan Misi. Silakan anda cermati,” ujar Anik. (hupmas KPU)

para peserta sosialisasi pilbup Jepara 2017 tampak antusias dalam memberikan pertanyaan di sesi diskusi.
Para peserta sosialisasi pilbup Jepara 2017 tampak antusias dalam memberikan pertanyaan di sesi diskusi. (Foto KPU Jepara)
Back to top button