Berita

Pengawasan Ketat untuk Sortir dan Pelipatan Surat Suara

20190218_085554
Rapat koordinasi (Minggu 17/2) membahas persiapan proses sortir dan lipat Surat Suara yang akan dimulai pada Senin 18/2 di gudang KPU kabupaten Jepara.

Kpujepara.go.id – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Jepara menerapkan standar pengawasan internal secara ketat saat proses sortir dan pelipatan surat suara pemilu 2019 yang dimulai, Senin (18/2). Tak hanya penyortiran terhadap kemungkinan surat suara yang rusak serta pelipatan, namun juga penghitungan sekaligus pengepakan. Terhadap proses-proses ini, KPU telah menetapkan standar pengawasan dan dikoordinasikan dengan pihak-pihak terkait.

Hal itu dikemukakan ketua KPU Jepara Subchan Zuhri saat menggelar rapat koordinasi Bersama empat komisoner lain, yaitu Ris Andy Kusuma, Muntoko, Siti Nur Wakhidatun, dan Muhammadun di ruang rapat KPU. Koordinasi itu juiga dihadiri komisioner Bawaslu Jepara Kunjariyanto serta kapolres polres yang diwakili Kabag Ops Kompol Parno. Rapat juga dihadiri Sekretaris KPU Jepara Da’faf Ali.
“Dalam setiap langkah terkait pengelolaan logistik pemilu, termasuk surat suara ini, kami akan berkoordinasi dengan pihak terkait seperti Bawaslu yang punya ranah pengawasan, serta kepolisian terkait pengamanannya. Pergerakan apapun terkait logistik pemilu, kami akan jaga sesuai dengan prosedur dan regulasi,” kata Subchan.

Pada 12 Februari lalu, surat suara untuk pemilihan presiden dan wakil presiden sebanyak 448 dus sudah diterima dan disimpan di Gudang KPU Jepara di Jl Yos Sudarso. Lalu pada Sabtu (16/2), juga telah diterima surat suara untuk pemilihan anggota DPR RI sebanyak 500 ribu lembar yang dikemas dalam 1.000 dus dan kini disimpan di gudang Wonorejo.

Kebutuhan surat suara untuk tiap jenis pemilihan adalah 895.375 lembar. Jumlah tersebut sesuai jumlah daftar pemilih tetap (DPT) ditambah 2 persen dari DPT per tempat pemungutan suara (TPS). Dengan demikian, surat suara untuk pemilihan anggota DPR RI masih terdapat kekurangan sebanyak 395.375 lembar. “Tentu akan kami sampaikan kekurangan ini (surat suara) ke KPU RI untuk dapat dipenuhi,” tambahnya.
Dalam rakor Minggu 17/2) malam pihak Polres Jepara siap mengawal pengiriman seluruh jenis surat suara, bahkan pengawalan sejak dari percetakannya di Jakarta. “Kami harus terus berkoordinasi dengan teman-teman di KPU untuk hal ini, guna memastikan pengiriman surat suara sampai dengan tempat penyimpanan betul-betul terkawal. Kami juga sudah siap mengamankan di setiap gudang logistik pemilu,” kata kompol Parno.

Da’faf Ali menjelaskan, standar pengawasan ketat diterapkan terhadap 15 pekerja yang mulai Senin ini menghitung, menyortir, melipat, dan mengepak surat suara. “Banyak aturan yang kami terapkan, seperti tidak boleh merokok di gudang, tak boleh membawa telepon, tas atau kantong plastik, juga makanan dan monuman. Selain itu juga pekerja juga dijaga netralitasnya. Kami ada empat pengawas di internal KPU untuk mengawasi 15 pekerja tersebut. Tujuannya agar seluruh proses pengelolaan logistik di gudang ini bisa berjalan sesuai prosedur. Kami harus pisahkan jika ditemukan surat-suara yang rusak, termasuk mekansime pelaporannya,” kata Da’faf Ali.
Kunjariyanto mengatakan, Bawaslu akan mengawasi proses sortir dan pelipatan suara. Ia mengingatkan agar pekerja yang bertugas profesional dan bisa selesai tepat waktu. “Kami hanya memastikan bagaimana prosesnya bisa sesuai prosedur sehingga terget dalam sortir dan pelipatan surat suara ini bisa selesai dengan baik,” kata Kunjariyanto. (muh/kpujepara)

 

20190218_090842

20190218_091102

20190218_090313

20190218_090413

Back to top button
Close