Berita

Perempuan ‘berpolitik’ dalam Pilkada Jepara 2017

13081949_10206333800929366_1588629579_n

Usai menjadi narasumber bersama Taj Yasin
anggota komisi E DPRD Provinsi Jawa Tengah

 

Senin(25/4)  Meski   pemahaman  memang sudah berubah tetapi  perempuan kadang tetap takluk dengan lingkungan , artinya  bahwa meski  wawasan dan pengetahuan perempuan  tentang pentingnya  kesetaraan gender dalam berbagai kehidupan  sudah  cukup baik, tetapi   tetap sulit direalisasikan ketika diperhadapkan pada lingkungan sehari-hari,  kondisi ini merupakan salah satu   hal yang  menjadi belenggu secara personal  bagi politik perempuan, demikian salah satu poin yang di sampaikan Komissioner KPU Kabupaten Jepara  Anik Sholihatun, S.Ag, M.Pd  saat menjadi   narasumber  pada kegiatan Seminar Pendidikan Politik Perempuan  oleh Badan Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (BP3AKB) Provinsi Jawa Tengah di  “ Pondok Kopi “ Mayong Kabupaten Jepara.

Menurut Anik,  dalam konteks sejarah,  maka sejara Jepara  identik dengan sejarah perempuan, Jepara mempunyai 3 icon tokoh  perempuan yang mendunia yakni  Ratu Shima, Ratu Kalinyamat dan RA Kartini, namun justru perempuan jepara saat ini terpuruk dalam hal peran politik,  sebutlah misalnya hasil pemilu legislatif  thn 2014 yang hanya  berhasil mendudukkan 4 perempuan  dari 50 kursi  anggota DPRD, jumlah ini termiskin  se Jawa tengah bersama dengan Kabupaten Klaten dan Wonosobo, Padahal tren jumlah legislator perempuan  dibeberapa daerah justru meningkat.

Fenomena terbaru politik perempuan adalah tampilnya 35 perempuan yang menang dalam kontestasi pilkada serentak  se indonesia tahun 2015, 11 diantaranya ( 32 % )  menang di Jawa tengah,   yakni Sri Sumarni, Bupati Grobogan.

  1. Mirna Annisa , Bupati Kendal.
  2. Maya Rosida, Kabupaten Wonosobo.
  3. Hevearita Gunaryanti , Wakil Walikota Semarang.
  4. Sri Hartini, Bupati Klaten.
  5. Sri Mulyani, Wakil Bupati Klaten.
  6. Kusdinar Untung Yuni Sukowati, Bupati Sragen.
  7. Windarti Agustina, Wakil Walikota Magelang.
  8. Yuli Hastuti, Wakil Bupati Purworejo.
  9. Nurbalistik, Wakil Bupati Kabupaten Pekalongan.
  10. Dyah Hayuning Pratiwi, Wakil Bupati Purbalingga

Yang  paling fenomenal adalah Pasangan Bupati dan Wakil Bupati Klaten terpilih  yang dua-duanya perempuan. Sedangkan Jepara,  belum pernah ada pengalaman perempuan maju  dalam pilkada,  karena itu Pilkada 2017 ini merupakan momentum ajang pembuktian tentang spirit perempuan  dalam berpoliti. Ini salah satu tantangan perempuan jepara, pungkas Anik.

Sementara itu narasumber dari anggota Komisi E DPRD Provinsi Jawa tengah  Taj Yasin menyampaikan bahwa Rasulullah Muhammad SAW  adalah sang pembebas perempuan dari budaya peradaban buruk zaman  jahiliyah , Rasulullah adalah teladan yang nyata bagaimana seharusnya perempuan di hormati dan dicintai . Di zaman sekarang ditengah jaminan regulasi dan undang-undang perempuan mempunyai ruang dan kesempatan yang  luas untuk dapat berkhidmat pada peran-peran politik , tinggal bagaimana perempuan  itu menyiapkan diri untuk peranperan ini.

Acara  ini  selain dihadiri oleh sejumlah pejabat struktural  BP3AKB Provinsi Jwa Tengah diikuti oleh  seluruh anggota Jam’iyyah Hujjaj Istiqomah  ( JHI ) Wanita Persatuan Pembangunan Cabang Kabupaten Jepara .

 

Tinggalkan Balasan

Back to top button
Close