Berita

Pilbup Jepara 2017 Tanpa Calon Perseorangan

serahkan dukungan 2
JEPARA – Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Jepara Tahun 2017 dipastikan tidak ada pasangan calon dari jalur perseoranganyang akan ikut menjadi peserta pemilihan. Sebab, sampai batas hari terakhir jadwal penyerahan dokumen syarat dukungan minimal dan persebaran dukungan pasangan calon perseorangan, tidak ada pasangan calon perseorangan yang memenuhi syarat dukungan minimal dan persebaran dukungan.

Pada hari terakhir jadwal penyerahan dokumen syarat dukungan dan persebaran dukungan calon perseorangan tanggal 10 Agustus 2016, KPU Kabupaten Jepara sebenarnya telah menerima kedatangan pasangan Samsul Anwar dan Mayadina RM dengan membawa sejumlah dokumen dukungan. Dokumen dukungan yang dibawa pasangan Samsul-Maya itu telah dibawa masuk ke aula KPU untuk diserahkan sebagai bukti dukungan pada pukul 14.58 WIB, atau sekitar satu jam menjelang jadwal penyerahan dukungan ditutup pada pukul 16.00 WIB.

Setelah diberi kesempatan untuk menyampaikan maksud kedatangannya, Samsul Anwar menyatakan akan maju sebagai calon bupati bersama Mayadina Rohma Musfiroh melalui jalur perseorangan dengan membawa dokumen dukungan sebagaimana yang disyaratkan. Menurutnya, dirinya sudah mendapatkan dukungan masyarakat sekitar 83.800 orang yang tersebar di 15 kecamatan.
Namun, pada saat KPU akan melakukan pengecekan kelengkapan dokumen dukungan, ternyata ada satu formulir model B2-KWK Perseorangan yang belum dibuat. Formulir model B2-KWK Perseorangan tersebut adalah formulir rekapitulasi dukungan perdesa/kelurahan dan per kecamatan.

Kondisi itu membuat KPU Jepara menunda proses verifikasi jumlah dukungan dan persebaran dukungan untuk menggelar rapat dan koordinasi dengan Panitia Pengawas Pemilihan dalam menyikapi kekurangan formulir model B2-KWK Perseorangan tersebut. Rapat KPU Jepara dan hasil koordinasi dengan Panwas , bakal pasangan calon perseorangan diberi kesempatan untuk membuat rekapitulasi jumlah dukungan per desa/kelurahan dan per kecamatan di dalam formulir model B2-KWK Perseorangan, sebagaimana yang disyaratkan dalam pasal 14 PKPU Nomor 5 Tahun 2016.

Setelah itu, proses untuk melakukan verifikasi jumlah dukungan dan persebaran dukungan akan segera dilakukan oleh KPU Jepara dan disaksikan oleh petugas yang ditunjuk oleh tim pasangan bakal calon perseorangan. Namun, pada saat verifikasi jumlah dukungan akan dimulai, ternyata dokumen dukungan berupa formulir model B1-KWK Perseorangan dan lampiran dukungan berupa fotokopi identeitas kependudukan masih campur jadi satu. Tim bakal pasangan calon perseorangan belum memisahkan mana dokumen yang asli dan dokumen salinan dua rangkap sebagaimana yang disyaratkan.

Sebagaimana diatur di dalam pasal 15 ayat (5) PKPU Nomor 5 Tahun 2016, dokumen dukungan harus dibuat ramngkap tiga dengan ketentuan satu rangkap asli dan dua rangkap salinan. Tiga rangkap dokumen tersebut oleh KPU akan digunakan sebagai bahan verifikasi factual oleh Panitia Pemungutan Suara (PPS) di tingkat desa, kemudian satu rangkap salinan akan dikembalikan sebagai arsip bakal pasangan calon setelah memperoleh pengesahan KPU Kabupaten. Sedangkan satu rangkap dokumen asli menjadi arsip KPU.

KPU Jepara kemudian menunda lagi proses verifikasi jumlah dukungan dan persebaran dukungan, dan memberikan kesempatan kembali kepada bakal pasangan calon untuk dapat merapikan dokumen dukungan yang ada di aula KPU. Namun, setelah beberapa waktu, ternyata tim dari bakal pasangan calon menyatakan bahwa dokumen yang dibawa untuk dijadikan syarat dukungan diakui kurang lengkap.

Sebagaimana disampaikan perwakilan tim bakal pasangan calon, Abdul Kohar, bahwa dokumen dukungan berupa formulir model B1-KWK perseorangan belum sepenuhnya digandakan. Menurutnya baru sebagian yang sudah digandakan.
Selain itu, dokumen softcopy dukungan juga masih belum sama dengan jumlah dukungan yang ada di dalam formulir model B1-KWK Perseorangan. Mereka mengakui bahwa proses entry data belum sepenuhnya selesai, baru sekitar 58.000.

Dengan berbagai pertimbangan dan telah melalui rapat di internal tim bakal pasangan calon perseorangan Samsul-Maya, akhirnya tim menyatakan menarik dokumen dukungan yang sedianya akan dijadikan sebagai syarat dukungan calon perseorangan. Penarikan dokumen dukungan itu juga dinyatakan di dalam surta pernyataan yang ditandatangani Samsul Anwar dan Mayadina RM di atas materai 6000.

Dengan adanya penarikan dokumen dukungan tersebut, maka KPU Jepara tidak jadi menerima dokumen dukungan syarat calon perseorangan. Ketua KPU Jepara M Haidar Fitri menyampaikan bahwa penarikan dokumen dukungan itu hak dari bakal pasangan calon, dan KPU tidak bisa melarangnya. Dengan telah ditariknya kembali dokumen dukungan oleh bakal pasangan calon perseorangan itu, maka KPU Jepara tidak melanjutkan proses verifikasi.

Sementara itu, untuk tahap Pencalonan Bupati wan Wakil Bupati, sebagaimana diatur di dalam PKPU Nomor 4 Tahun 2016, KPU Jepara akan membuka pendaftaran Pasaangan calon Bupati dan Wakail Bupati mulai tanggal 21 sampai 23 September. (hupmas KPU)

serahkan dukungan 1

Tinggalkan Balasan

Back to top button