BeritaPilgub 2018

POLITIK UANG BERDAMPAK JANGKA PANJANG

img-20180319-wa0034

Jepara-kpujepara.go.id – Isu politik uang terus menjadi perbicangan di mana-mana jelang penyelenggaraan pemilihan kepala daerah serentak tahun 2018 ini. Dari berbagai acara sosialisasi, politik uang selalu menjadi topic menarik yang dibahas. Mulai dari regulasi yang melarang praktik “kotor” ini sampai pada tataran realitas yang terjadi setiap kali pemilu digelar.

Dalam acara KPU Jateng Goes To Campus di Universitas Islam Nahdlotul Ulama (UNISNU) Jepara, Senin (19/3/2018), Anggota KPU Jawa Tengah Muslim Aisha memaparkan bahwa politik uang merupakan bahaya yang sangat luar biasa dalam penyelenggaraan pemilu. Menurutnya, politik uang ini merupakan salah satu dari bentuk-bentuk yang dapat merusak demokrasi di samping ada bahaya lain seperti isu SARA (suku, agama, ras dan antar goongan), berita hoax, dan lainnya. “Namun politik uang ini merupakan yang paling membahayakan sebab dampaknya bisa masih terjadi meskipun pemilu sudah selesai,” jelasnya.

Dampak dari politik uang ini akan melahirkan pemimpin yang tidak amanah. Dan bahkan banyaknya kepala daerah yang berususan dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ditengarai akibat dari praktik politik uang. Oleh karenanya, mahasiswa sebagai kelompok intelektual diharapkan bisa menjadi pemilih cerdas dan menjadi pelopor dalam memerangi politik uang.

Selain Muslim Aisha dari KPU Jawa Tengah, hadir sebagai narasumber lain Dosen UNISNU Ahmad Ali Munir Basyir. Dia menyampaikan mahasiswa tidak boleh alergi dengan politik. Menurutnya kelompok mahasiswa harus bisa ambil peran dalam setiap momentum (politik) di negeri ini.

Ali Munir juga menyuplik pendapatnya Imam Syafii, bahwa poltik juga merupakan pelaksanaan dari syariat. Yang kemudian dilengkapi dengan pandangan madzhab hambali bahwa politik adalah pemikiran atau tindakan yang menuju pada kemaslahatan umat, bukan untuk membawa pada keburukan.

Di akhir acara, sejumlah perwakilan mahasiswa UNISNU kemudian mendeklarasikan Tolak Politik Uang dalam Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Tengah Tahun 2018. Ada tiga poin yang dideklarasikan mahasiswa UNISNU. Pertama menolak dan melawan segala bentuk tindakan money politic dari dan untuk siapapun juga dalam Pilgub Jateng 2018.

Kedua, mendesak kepada pihak-pihak yang berwenang untuk menindak tegas segala bentuk pelanggaran dalam Pilgub Jateng 2018. Dan ketiga, mengajak masyarakat untuk bersama-sama mengikuti tahapan dalam Pilgub Jateng 2018 secara bermartabat, demokratis, damai dan berintegritas. (hupmas KPU Jepara)

deklarasi-mahasiswa-unisnu img-20180319-wa0036

Back to top button