Berita Profil

PROFIL ANGGOTA KPU KABUPATEN JEPARA PERIODE 2018-2023

KOMISIONER KPU KABUPATEN JEPARA

PERIODE 2018-2023

 

KETUA

SUBCHAN ZUHRI, S.Pd.I

(DIVISI KEUANGAN, UMUM, LOGISTIK DAN RUMAH TANGGA)

img_31931

Subchan, begitu panggilan pria kelahiran 26 April 1982 ini. Nama lengkapnya Subchan Zuhri. Ia lahir di Temangung. Saat ini ia berdomisili di RT 12 RW 3 Desa Bawu Kecamatan Batealit, Jepara.

Subchan kembali terpilih menjadi komisioner KPU Kabupaten Jepara untuk periode 2018 – 2023. Sebelumnya ia menjadi komisioner KPU Jepara mulai 2013 – 2018. Di periode keduanya, bapak dua anak ini bahkan dipercaya untuk menjadi ketua KPU Kabupaten Jepara sekaligus memegang divisi Keuangan, Umum, Logistik dan Rumah Tangga.

Pengalaman lima tahun menyelenggarakan pemilu, menjadi modal bagi Subchan untuk menjalankan tugas di periode keduanya. “Semoga pengalaman selama lima tahun kemarin menjadi modal bagi saya untuk bisa amanah dan lebih baik dalam menjalankan kepercayaan menyelenaggarakan pemilu,” kata dia.

Sebelum berkiprah di penyelenggara pemilu, Subchan awalnya aktif sebagai seorang jurnalis. Dia pernah menjadi reporter radio swasta di Jepara sejak 2004. Kemudian juga menjadi wartawan Radar Kudus (Jawa Pos Grup) mulai 2010 – 2013.

Semasa kuliah, alumnus Fakultas Tarbiyah Unisnu Jepara ini juga pernah berpengalaman sebagai sukarelawan pemantau pemilu. Pada pemilu 2004 misalnya, dia tergabung dalam Jaringan Masyarakat Pemantau Pemilu Indonesia (JAMPPI). Kemudian di pemilu 2019 juga aktif sebagai pemantau pemilu.

Semasa mahasiswa, selain sudah mulai menggeluti profesi jurnalis, Subchan juga aktif dalam berbagai organisasi kemahasiswaan. Tercatat dia pernah menjadi Ketua Badan Legislatif Mahasiswa (BLM) Unisnu dan pernah menjabat Ketua Umum Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Jepara.

Dalam organisasi kemasyarakatan, sebelaum ada ketentuan bahwan anggota KPU wajib mengundurkan diri dari kepengurusan organisasi apapun, Subchan aktif dalam Gerakan Pemuda Ansor, Lakpesdam NU Jepara dan sejumlah organisasi kemasyarakatan lainnya. Namun semua itu ditanggalkan demi memenuhi persyaratan yang diatur undang-undang terkait penyelenggara pemilu.

Untuk mencurahkan berbagai pemikirannya tentang demokrasi dan kepemiluan, Subchan banyak menulis sejumlah artikel yang dimuat di berbagai media massa. Di antaranya Menanti Komisioner Baru”  yang dimuat di Radar Kudus, 30 September 2013.  “Ikhtiar Mendongkrak Kualitas Partisipasi Politik, KPU Bentuk Relawan Demokrasi” (Gelora, November 2013), “Lima Menit untuk Lima Tahun” (Gelora, April 2014), “Jadikan Ramadan dan Pilpres Momentum Perubahan” (Gelora, Juni 2014), “Tiga Momentum untuk Perubahan” (Koran Muria, 26 Juni 2014),  “Memperbaiki Pemilu dari Keluarga” (Gelora, Januari 2018),  “Meninjau Presentasi Bakal Caleg Perempuan pada Pemilu 2019” (Gelora, Agustus 2018), “Nyoblos di Dapil Lain Tidak Dapat Menggunakan Hak Pilih Secara Penuh” (Radar Kudus, 14 Agustus 2018), dan artikel berjudul “Petingnya Masukan dan Tanggapan Masyarakat Terhadap DCS” (Radar Kudus,  15 Agustus 2018).

 

 

ANGGOTA     :

MUNTOKO, S.Sos.I

(DIVISI PERENCANAAN, DATA DAN INFORMASI)

munimg_6026-copy

Bismillaahirrahmaanirrahiim

dan mengharap ridlo Allah SWT adalah untaian ucapan sekaligus do’a yang terucap manakala anggota KPU Kabupaten Jepara yang satu ini, diangkat dan dilantik untuk menjadi anggota KPU Kabupaten Jepara periode 2018 – 2023  oleh KPU Republik Indonesia pada hari Rabu Tanggal 24 Oktober 2018 di Jakarta.

Lelaki kelahiran 4 Juni 1983 ini, telah lama berkecimpung di kepemiluan. Pengalaman sebagai bagian dari penyelenggara pemilu diperolehnya semenjak tahun 2011. Pada tahun 2011, Beliau menjadi anggota Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Kecamatan Bangsri pada Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Jepara Tahun 2012, kemudian menjadi anggota PPK Kecamatan Bangsri pada Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Tengah Tahun 2013, Anggota PPK Kecamatan Bangsri pada Pemilihan Umum Anggota DPR, DPD, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten/Kota Tahun 2014, Anggota PPK Kecamatan Bangsri pada Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden Tahun 2014, Ketua PPK Kecamatan Bangsri pada Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Jepara Tahun 2017, anggota Panwaslu Kabupaten Jepara Tahun 2017, dan PAW Anggota KPU Kabupaten Jepara periode 2013 – 2018 sebagai Koordinator Divisi Teknis Penyelenggaraan. Dengan demikian, hampir 8 (delapan) tahun dirinya telah mendedikasikan diri di penyelengaraan pemilu. Berbekal pengalaman ini, menjadi modal baginya untuk menunaikan tanggungjawabnya sebagai anggota KPU Kabupaten Jepara Periode 2018 – 2023 pada Divisi Data dan Informasi. Dengan mengucap bismillaahirrahmaanirrahiim Muntoko berharap dapat melaksanakan tugas dan tanggunjawab sebagai Anggota KPU Kabupaten Jepara secara baik dan bermanfaat bagi Bangsa dan Negara.

Putra ke enam dari Sembilan bersaudara ini menempuh jenjang pendidikan formalnya di MI Miftahul Ulum Bondo, MTs. Darul Huda Karanggondang, SMU Muhammadiyah 1 Bangsri, kemudian melanjutkan di Perguruan Tinggi pada Fakultas Dakwah IAIN Walisongo Semarang. Selain di lembaga formal, pada tahun 2004 – 2010, Muntoko juga menjadi santri di Pondok Pesantren Madrosatul Qur’anil Aziziyyah Semarang.

Semasa kuliah, Muntoko aktif di beberapa organisasi, antara lain HmI Cabang Semarang, HMJ Manajemen Dakwah, Centre For Democracy and Islamic Studies (CDIS) sebagai mentor sosiologi, dan Korp Da’I Islam (Kordais). Sekarang, lelaki yang akrab dipanggil dengan Mun ini berdomisili di Desa Bondo Rt 02 Rw 02 Kecamatan Bangsri bersama dengan Ibu tercintanya (Wakijah) dan Istri tercintanya (Nur Khanifah, AH., S.Pd., M.Pd.).

 

RIS ANDY KUSUMA, S.Sos., M.H

(DIVISI HUKUM DAN PENGAWASAN)

4Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Jepara yang satu ini dinilai paling muda di sisi umur. Yakni, Ris Andy Kusuma. Pria kelahiran pada tahun 1984 ini dilantik menjadi komisioner KPU Kabupaten Jepara diusia 34 tahun. Dia dilantik bersama komisioner yang lain di Jakarta pada Rabu, 24 Oktober 2018.

Meski muda, bukan berarti minim pengalaman. Sebelum menjadi salah satu komisioner, lulusan Administrasi Negara Universitas Jenderal Soedirman ini tidak asing dengan dunia pemilu. Sebab, saat di Purwokerto, Banyumas pernah mengikuti JPPR. Aktif juga melakukan penulisan. Salah satunya di Jurnal Administrasi Negara yang saat itu dihimpun perkumpulan mahasiswa Jurusan Administrasi Negara se-Indonesia. Tidak hanya itu, beberapa kali terlibat penelitian kepemiluan dan kebijakan publik.

Selepas dari dunia kampus, bapak tiga anak ini bergabung dengan Jawa Pos Grup. Yaitu di Jawa Pos Radar Kudus. Warga RT 1 RW 1 Desa Tedunan, Kecamatan Kedung, Jepara ini bergabung dari 2007 hingga 2018.

Karirnya diawali dari wartawan magang. Pernah menjadi wartawan yang membidangi politik, redaktur bidang politik, redatur pelaksana, pemimpin redaksi (pemred). Lepas dari Jawa Pos Radar Kudus bergabung dengan Lingkar Jateng sebagai koordinator daerah.

Selama menjadi wartawan, aktif juga membuat artikel yang berkaitan dengan pemerintahan, politik, dan kepemiluan. Tidak hanya itu, komisioner yang membidangi Divisi Hukum dan Pengawasan ini terlibat juga dalam penelitian terkait dengan kepemiluan. Penelitian tersebut akhirnya menjadi tulisan untuk tesis. Karena pria yang akrab disapa Risandy ini juga menempuh pendidikan di Magister Ilmu Hukum Universitas Muria Kudus (UMK).

 

MUHAMMADUN, S.Pd.I

(DIVISI SOSIALISASI, PENDIDIKAN PEMILIH, PARTISIPASI MASYARAKAT DAN SDM)

muhammadun

Tak Pernah Absen Memantau Pemilu Sejak 2004

SATU dari lima komisioner KPU Kabupaten Jepara yang dilantik di Jakarta pada 24 Oktober 2018 adalah  Muhammadun. Pria yang tinggal  di Desa Kecapi RT 37 RW 7 Kecamatan Tahunan, Jepara ini langsung bekerja beberapa menit usai dilantik.

“Karena pelantikan komisioner KPU kabupaten/kota waktunya ada di saat tahapan pemilu sedang berjalan, tentu saja langsung bekerja. Lima menit setelah pelantikan, kami langsung rapat pleno memilih ketua sekaligus membicarakan divisi-divisi yang akan menjadi konsentrasi kerja masing-masing komisioner. Ini kami lakukan tak jauh dari ruang pelantikan,” kata Muhammadun.

Sehari kemudian, kata dia, setibanya di Jepara, langsung menggelar rapat pleno kedua dengan agenda memilih dan membagi komisioner dalam divisi-divisi yang ada. Rapat dilanjutkan koordinasi internal dengan seluruh pegawai di sekretariat KPU. “Di akhir pekan, kami mendiskusikan tahapan akhir Gerakan Melindungi Hak Pilih, lalu pada 29 Oktober, sudah langsung turun ke PPK (panitia pemilihan kecamatan-Red) untuk memonitor pemutakhiran data pemilih tetap hasil perbaikan,” lanjut dia.

Bagi Muhammadun, ini adalah pengalaman pertama menjadi penyelenggara pemilu. Namun ia pernah terlibat dalam kepemiluan pada 1999 sebagai pemantau independen di Kabupaten Pati. “Itu pemilu pertama di era reformasi. Semangat dan energi bangsa sangat tinggi menyambut pemilu tersebut. Saya memaknai momentum itu sebagai pembelajaran sekaligus sejarah demokrasi yang penting,” kata pria kelahiran 1979 ini.

Meski ini menjadi pengalaman pertama sebagai penyelenggara pemilu tingkat kabupaten, jejak rekam Muhammadun tak pernah absen dalam mencermati pemilu di Jepara sejak 2004. Itu karena itu bertugas sebagai jurnalis di Suara Merdeka untuk wilayah Jepara sejak 2004 hingga 2009, serta di eks Karesidenan Pati (termasuk Jepara) sejak 2009 hingga dilantik sebagai komisioner KPU Jepara 24 Oktober 2018.

Beberapa proses demokrasi yang menjadi pengalaman liputan adalah pemilu presiden 2004,  pemilu legislatif 2004, pilkada Jepara 2007, 2012, dan  2017, serta pilgub Jateng 2018. Di luar itu juga mensupervisi pemberitaan di Suara Merdeka dari seluruh proses pilkada Pati 2012. Pilkada langsung di Kabupaten Pati yang digelar dua putaran pada 2011 dan 2012 menjadi salah satu objek pemberitaan media-media nasional, regional dan lokal karena kali pertama terjadi pilkada langsung dua putaran di Indonesia, sejak UU Nomor 32/2004 tentang Pemerintah Daerah diberlakukan. Muhammadun juga pernah meliput pemilu presiden-wakil presiden di TPS Luar Negeri, tepatnya di Ibukota Brasil, Brasilia pada 2014.

Muhammadun menempuh pendidikan madrasah ibtidaiyah, tsanawiyah dan aliyah di Pati. Ia juga pernah menempuh pendidikan di Pondok Pesantren Nurwiyah Desa Cebolek Kecamatan Margoyoso, Pati. Setelah itu ia lantas studi di IAIN (sekarang UIN) Walisongo Semarang dan lulus 2004. Pada 2017, ia melanjutkan studi ke Magister Ilmu Komunikasi Undip Semarang dengan konsentrasi pada studi Kebijakan Media. Jejak rekamnya di jurnalistik dan komunikasi membuat dia kini di KPU Jepara ada di Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat dan Sumber Daya Manusia.

“Pemilu adalah salah satu prosedur dari proses demokrasi. Masyarakat mendambakan proses politik yang ceria, demokrasi yang meriah, serta pemilu yang menjanjikan dan menghasilkan kebaikan. Saya mohon doa restu dan dukungan masyarakat agar bisa menunaikan amanat sebagai penyelenggara pemilu di Jepara dengan sebaik-baiknya,” ujar Muhammadun saat ditanya soal pemilu. #

 

 

SITI NUR WAKHIDATUN, S.Sos

(DIVISI TEKNIS PENYELENGGARAAN)

siti

“Bismillahirrahmanirrahim”.

Itu adalah  ucapan kali pertama yang keluar dari Siti Nur Wakhidatun setelah dilantik sebagai anggota komisioner KPU Kabupaten Jepara periode 2018 – 2023 di Jakarta pada 24 Oktober lalu. Putri sulung dari Dulwachid dan Daimah ini lahir di Bantul pada 19 Desember 1977.

Ia mengenyam pendidikan formal di SD Negeri Bantul III dan lulus 1990. Setelah itu  ia melanjutkan ke SMP Negeri I Bantul lulus 1993 dan  kemudian meneruskan pendidikan menengah atasnya di SMA Negeri I Bantul dengan mengambil Jurusan Ilmu Sosial (A3).  Jenjang pendidikan sarjana (S1) pada Ilmu Administrasi Negara Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Diponegoro Semarang berhasil diselesaikan dalam waktu 8 semester dengan predikat cumlaude. Selama menempuh kuliah, ia aktif di berbagai organisasi ekstra maupun intrakampus. Ia pernah menangani Divisi Pendidikan dan Penalaran pada Himpunan Mahasiswa Ilmu Administrasi Negara selama periode 1997-1998. Selain itu ia juga aktif dalam berbagai kegiatan di Senat Fakultas dan Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Diponegoro 1999-2000, terutama pada bidang pengabdian masyarakat. Setelah menyelesaikan pendidikan sarjananya, ia kemudian berkhidmmat di Fatayat NU Anak Cabang Bantul pada 2000.

Meskipun pernah tergabung dalam Komite Independen Pemantau Pemilu (KIPP) di Semarang pada 1999, masuk dalam jajaran penyelenggara pemilu adalah pengalaman yang  baru.  Sebelumnya menjalani profesi di sebuah perusahaan farmasi milik negara (BUMN)  PT Kimia Farma, Tbk   di Divisi Ethical Pemasaran Area Jateng Utara yang saat itu berkantor di Jl Dr Soetomo No 1 Semarang.

 “Jadi di KPU ini menjadi pengalaman pertama. Bismillah saya akan total menjadi penyelenggara di Divisi Teknis Penyelenggaraan Pemilu,” kata Siti di sela-sela kesibukannya dalam monitoring daftar pemilih tetap hasil perbaikan (DPTHP), baru-baru ini.

Ia kini tinggal di Desa Bugel RT 12 RW 3 Kecamatan Kedung, Jepara bersama suaminya,  Muhammad Syukron Ma’mun beserta keempat putra putrinya, yaitu Muhammad Fajrul Falaah, Muhammad Almas Fikhar Zulkarnaen, Siti Mas’adah dan Achmad Noor Qutub. #