Berita

Setkab RI Tinjau Kesiapan Pilbup Jepara

kunjungan-seskab
Rombongan Setkab RI diterima di Pendapa Kabupaten Jepara dalam rangka memantau persiapan Pilbup 2017

JEPARA – Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Jepara menarik banyak perhatian dari para pejabat Negara. Kunjungan monitoring beberapa kali dilakukan mulai dari Anggota DPR RI, DPD, Kementrian Politik Hukum dan Hak Asasi Manusia. Kali ini kunjungan monitoring kesiapan Pilbup Jepara juga dilakukan Sekretariat Kabinet Republik Indonesia.

Asisten Deputi Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Sekretaris Kabinet Republik Indonesia meninjau kesiapan penyelenggaraan Pilbup Jepara pada Senin, (13/2). Empat orang rombongan dipimpin Dyah Pancaningrum dengan beranggotakan Retno Wulandari, Bayu Wiroditya dan Hasan disambut Sekretaris daerah Kabupaten Jepara, Sholih di Paringgitan Jepara.

Dyah Pancaningrum menyebutkan kedatangannya ke Kota Ukir ini meninjau pelaksananaan Pilbup 2017 dengan melihat inovasi-inovasi dibandingkan pelaksanaan pilkada serentak tahun 2015. Setkab menyebutkan telah mengirimkan pengiriman kuosionar yang telah dikirimkan sebelumnya kepada Pemkab Jepara, Panwas Jepara dan KPU Jepara.

KPU Jepara melalui Komisiorner KPU Jepara, Anik Solihatun menyebutkan proses pendistribusian logistik sudah memasuki pengiriman ke desa. Untuk proses pengiriman ke Karimunjawa sudah terdistribusikan ke desa terkait termasuk di tiga pulau terpisah.

“Hari ini sampai besok, logistik kami bergerak ke desa atau kelurhan. Karimunjawa kita prioritaskan, alhamdullah lancar. Pengiriman yang biasanya dari pulau induk hanya butuh waktu 2 jam, pengiriman sekarang membutuhkan 4 jam perjalanan” Anik.

Ia menambahkan proses sosialisasi yang dilakukan KPU Jepara dari tingkatan KPPS hingga KPU kabupaten sudah berhenti saat memasuki masa tenang pada 12 Februari 2016. Hal ini sesuai dengan peraturan KPU. “Tidak hanya kampanyenya tetapi kegiatan sosialisasinya berhenti. Semangatnya memaknai tiga hari tenang ini, kita berikan kesempatan pemilih untuk menimbang sesuai pilihan hatinya,” ujar Anik Solihatun

Walaupun sosialisasi KPU sudah berhenti sejak masa tenang, masyarakat yang belum mengenal pasangan calon diharapkan dapat menggunakan hak pilihnya pada Rabu, 15 Februari mendatang. KPU Jepara telah menyiapkan poster yang diletakkan setiap Tempat Pemungutan Suara (TPS) untuk memerikan informasi mengenai kontestan peserta pemilu.

“Kami menyiapkan poster gambar pasangan calon beserta Program dan Visi-misi, barangkali pemilih masih membutuhkan informasi mengenai pasangan calon. Mudah-mudahan informasi dapat membantu pemilih,” tutup Anik.

Sedangkan Panitia Pengawas Jepara melalui Muhammad Olis menyebutkan Panwas Jepara sudah mengindentifikasi TPS yang mempunyai kerawanan yang tinggi. Ia melanjutkan panwas nanti akan melakukan pengawasan pemilu berbasis IT.

“Banwaslu punya pengawasan berbasis IT atau Informasi Teknologi. Saat proses penghitungan suara di TPS, nanti pengawas TPS melakukan pemvideoan proses Tungsura, khususnya hasil C1 Plano,” imbuh Olis. (Hupmas KPU Jepara)

Back to top button