Berita

SMK Al Husain Desa Watuaji Jalin Kerja Sama Pendidikan Pemilih dengan KPU

.

 

Kpujepara.go.id – Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) A Husain yang saat ini memiliki lebih kurang 400 siswa bekerja sama dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Jepara. Salah satu bentuk kerja sama adalah penyelenggaraan Pendidikan pemilih pemula bagi peserta didik dalam pembelajaran kepemiluan.

Selain itu, kerja sama juga menyasar ke kegiatan magang siswa dalam praktik kerja lapangan (PKL) para peserta didik di Kantor KPU Kabupaten Jepara. Penandatanganan kesepahaman (MoU) kedua belah pihak dilakukan di aula SMK Al Husain Desa Watuaji Kecamatan Keling, Jepara, Jumat (13/3). Kerja sama tersebut disepakati berlangsung sejak ditandatangani sampai dengan 2 Januari 2023.

Kerja sama tersebut ditandatangani Ketua KPU Kabupaten Jepara Subchan Zuhri dan Kepala SMK Al Husain Aji Ismoyo. Hadir juga empat anggota KPU Jepara, Muntoko, Ris Andy Kusuma, Siti Nurwakhidatun, dan Muhammadun, tim dari sekretariat KPU serta para guru dan ratusan siswa SMK Al Husain.

Subchan Zuhri mengatakan maksud kerja sama ini adalah sebagai upaya Bersama memanfaatkan, mengoptimalkan, dan mendayagunakan sumber daya dan prasarana yang dimiliki KPU maupun SMk Al Husain dalam meningkatkan kapasitas peserta didik. “Kami juga mempersilakan masyarakat, termasuk para siswa SMK Al Husain nanti berkunjung ke KPU untuk melihat jejak-jejak kepemiluan di Lorong Pintar Pemilu yang sedang kami siapkan untuk masyarakat umum, mahasiswa, juga pelajar,” kata Subchan Zuhri.

Sementara itu Aji Ismoyo mengatakan, sekolahnya memiliki dua jurusan, yaitu Perkantoran dan Multimedia. Dalam beberapa bulan ini, sebagian siswanya sedang menjalani PKL di Kantor KPU Jepara di Jalan Yos Sudarso Nomor 22. Ia mengapresiasi langkah kerja sama dan berharap bisa berjalan produktif sehingga memberikan kemanfaatan kepada para peserta didiknya.

Posisi Strategis

Usai penandatangan MoU, Muhammadun menyampaikan posisi strategis pemilih muda, termasuk didalamnya pemilih pemula dalam pemilu 2019 lalu. Di Jepara misalnya, jumlah pemilih pemula (usianya kurang dari 18 tahun) sebanyak 29.855 pemilih. Mereka masuk ke dalam pemilih muda (yang usianya di bawah 35 tahun) sebanyak lebih dari 400 ribu, dari total pemilih di Jepara sebanyak 876.490. “Jumlah pemilih pemula ini akan terus bertambah pada pemilu 2024 mendatang. Secara nasional, pemilih muda pada pemilu 2019 mencapai 53 persen, dari total jumlah pemilih. Karena itu peserta pemilu serta Lembaga-lembaga survey dan kajian menjadikan isu pemilih milenial ini sebagai isu strategis. KPU memiliki tanggung jawab untuk memberikan edukasi terhadap para pemilih pemula ini,” kata Muhammadun.

Muntoko, di ujung acara itu menyampaikan program kerja KPU, yang di antaranya secara rutin dalam 2020 ini memutakhirkan data pemilih secara berkelanjutan, dengan cara mencoret yang tidak memenuhi syarat, misalnya meninggal dunia, atau juga memasukkan yang sudah memenuhi syarat, misalnya karena secara usia sudah mencukupi sebagai pemilih. “Setiap bulan secara berkelanjutan kami akan terus memutkahirkan data pemilih ini,” kata Muntoko. (kpujepara)