Berita

Twitter Beri Masukan Efektifkan Media Sosial KPU

Kpujepara.go.id – Akun media sosial yang dipakai penyelenggara peemilu seperti KPU memiliki potensi besar bisa menjadi sarana komunikasi dengan publiki secara afektif. Syaratnya, akun tersebut harus dikelola dengan manajemen konten dan distribusi yang efektif.
Hal itu dikemukakan Representasi Twitter Indonesia, Malaysia dan Filipina Agung Yudhawiranata dalam webinar yang diselenggarakan KPU Provinsi Jateng, Kamis (9/7). Webinar bertema Optimalisasi Media Sosial dalam Pilkada di Masa Pandemi Covid-19 itu diikuti seluruh perwakilan KPU kabupaten/kota se-Provinsi Jawa Tengah.
Anggota KPU Provinsi Jawa Tengah Diana Ariyanto memoderatori webinar tersebut. Agung mengatakan, pengguna akun media sosial, termasuk lembaga resmi seperti KPU harus didahului dengan pengenalan segmen dan tujuan yang akan dicapai. “Perlu semacam riset kecil-kecilan oleh pemilik akun tentang misalnya manfaat apa yang diharapkan dari akun tersebut. Dengan demikian akan diketahui lembaga tersebut harus mengisi apa kontennya, kepada siapa, dengan media apa, dan seberapa efektif,” kata dia.
Ia mencatat, selama ini terjadi kesalahan mendasar para pengguna akun media sosial, termasuk didalamnya akun milik lembaga resmi atau badan publik dengan menyamaratakan semua jenis platform media sosial dengan konten serupa atau sama. “Padahal masing-masing platform media sosial itu sesungguhnya memiliki karakter yang berbeda. Kecenderungan pengguna Twitter dengan misalnya Instagram dan Facebook jelas berbeda. Perbedaan ini yang mesti ditangkap pemilik akun sebagai pintu masuk untuk menyajikan konten dengan sajian atau bahasa berbeda di masing-masing platform tersebut,” kata dia.
Twitter, dengan karakter aktualitasnya yang sangat cepat, tak lebih dari delapan jam dalam setiap isu, mesti dimanfaatkan sesuai masa aktualitasnya itu. Dalam momentum pilkada misalnya, isu-isu tertentu mesti disajikan secara mengalir di waktu tersebut. Dengan karakter yang bersifat percakapan atau conversation, maka admin konten Twitter mesti bersikap responsif. Jika ada tanggapan dalam bentuk komentar misalnya, baik itu pertanyaan atau imbangan kondisi lapangan, maka harus segera direspons. Jika tidak, itu sama saja akun tersebut perlahan sedang menjaga jarak atau memutus diri  dengan followernya dan itu tidak efektif,” kata Agung.
Menurutnya, di masa pandemi covid-19, dimana KPU menyelenggarakan pilkada, dibutuhkan konsentrasi yang lebih dalam menjaga akun media sosialnya. Sebab potensi interaksi publik dengan KPU, akan lebih banyak dilakukan dengan cara-cara virtual melalui akun media sosialnya. (kpujepara).