Berita

Usai Simulasi, Penyandang Disabilitas Mengaku Tak Kesulitan Memilih

Peserta sosialisasi dari penyandang disabilits tunanetra sedang mengikuti simulasi pemungutan suara pada acara sosialisasi Pilbup Jepara 2017 untuk penyandang disabilitas yang diselenggarakan KPU Jepara, Jumat (27/1). Foto Hupmas KPU Jepara.
Peserta sosialisasi dari penyandang disabilits tunanetra sedang mengikuti simulasi pemungutan suara pada acara sosialisasi Pilbup Jepara 2017 untuk penyandang disabilitas yang diselenggarakan KPU Jepara, Jumat (27/1). Foto Hupmas KPU Jepara.

JEPARA – Gampang, tiada kesulitan sama sekali dan memang mudah dipahami. Kalimat tersebut terlontar oleh salah seorang penyandang disabilitas tunanetra, Muhammad Mukhlis, setelah mempraktikkan simulasi pemungutan suara menggunakan alat bantu template yang disediakan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Jepara. Simulasi itu dilakukan di akhir acara sosialisasi Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Jepara Tahun 2017, Jumat (27/1) di aula Kecamatan Tahunan.

Hal senada juga dilontarkan Said, seorang disabilitas yang berasal dari Desa Troso, Kecamatan Pecangaan dengan mengucapkan bahwa sosialisasi yang dilakukan KPU dapat menambah pengetahuan menggunakan hak pilih dengan benar sesuai dengan peraturan. Ia mengaku akan menggunakan hak pilihnya pada 15 Februari mendatang.

“Harapanya setelah mendapatkan sosialisasi dari KPU dapat menggunakan hak pilih dengan benar” ujar Said di sela-sela acara sosialisasi Pilbup.

Mukhlis dan Said menjadi bagian dari pemilih penyandang disabilitas yang mengikuti sosilaisasi Pilbup Jepara 2017. KPU menggelar sosialisasi dengan menghadirkan 100 orang penyandang disabilitas berbagai kategori, mulai disabilitas tunadaksa, tunanetra, tunarungu, tunawicara, tunagrahita, dan disabilitas lainnya.

Dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang telah ditetapkan KPU Jepara tercatat ada 430 penyandang disabilitas darri total DPT 858.958 pemilih. Pemilih disabilitas terdiri dari tunadaksa ada 101 orang, tunanetra ada 75 orang, tungarungu/wicara ada 49 orang, tunagrahita ada 84 orang dan sisanya disabilitas lainnya ada 121orang.

KPU Jepara melalui Divisi Sumber Daya Manusia dan Partisipasi Masyarakat, Subchan Zuhri mengajak peserta disabilitas yang ada di Kabupaten Jepara menggunakan hak pilihnya pada Rabu, 15 Februari mendatang. “Slogan KPU pemilu akses, maknanya memberikan kemudahan bagi pemilih disabiltas non diskriminasi, tidak membeda-bedakan. Pemilu yang aksesibel ini dalam rangka untuk meningkatkan partisipasi pemilih disabilitas.” imbuhnya.

Pada Pilbup Jepara, Penyandang disabilitas bisa menggunakan pendamping untuk melakukan pemungutan suara. Pendamping terlebih dahulu menulis formulir model C-3 yaitu formulir pernyataan pendamping yang bisa diminta pada KPPS sebelum melakukan pencoblosan di Tempat Pemungutan Suara (TPS).

“Penyandang disabilitas bisa menggunakan pendamping dan mempunyai hak untuk didahulukan terlebih dahulu saat melakukan antrean pencoblosan” katanya.

Sosialisasi terhadap penyandang disabilitas itu juga menghadirkan narasumber dari Pengadilan Negeri Jepara. Hadir mewakili ketua PN, Humas PN Bayu Agung Kurniawan yang juga hakim fungsional PN Jepara. Ia mengungkapkan seorang pemimpin harus dipilih terlebih dahulu untuk menduduki suatu jabatan baik itu dalam pemerintahan maupun legislatif.

“Keterwakilan di Indonesia untuk mendapatkan pemimpin atau wakil rakyat yang berkualitas dan berkapasitas dengan baik yang mempunyai latar belakang pendidikan, keilmuwan dan pengalaman teknik serta rekam jejak yang baik menyerap aspirasi masyarakat” kata Bayu.

Sosialisasi itu juga dihibur oleh grup musik Revanada yang personelnya terdiri dari para penyandang tunanetra. Grup music Revanada yang dipimpin Nandar itu menampilkan sejumlah lagu-lagu dangdut sebelu acara dimulai dan selepas acara. (Hupmas KPU Jepara)

sosialisasi-disabilitas-2 sosialisasi-disabilitas-3 sosialisasi-disabilitas-5

Back to top button